web analytics
  

Penyebab Rute Pesawat Tak Lewat Samudra Pasifik dan Gunung Everest

Kamis, 14 Januari 2021 15:55 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Unik, Penyebab Rute Pesawat Tak Lewat Samudra Pasifik dan Gunung Everest, Rute Pesawat,Samudra Pasifik,Gunung Everest

Sejumlah maskapai penerbangan komersial tidak terbang secara langsung melintasi Samudra Pasifik dan lewat atas Gunung Everest, apa penyebabnya? (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Sejumlah maskapai penerbangan komersial tidak terbang secara langsung melintasi Samudra Pasifik dan lewat atas Gunung Everest, apa penyebabnya?

Jika dilihat dari peta, untuk menuju Asia dari Amerika Serikat maupun sebaliknya akan lebih singkat jika ditarik langsung melewati atas Samudra Pasifik.

Namun kenapa kebanyakan pesawat terbang tidak membuat rute langsung melintasi atas Samudra Pasifik. Sebaliknya, maskapai penerbangan akan memilih rute "melengkung" yang mencakup daratan.

Menurut Monroe Aerospace, alasan utama pesawat tidak terbang di atas Samudra Pasifik adalah karena rute melengkung lebih pendek daripada rute lurus.

Rute lurus tidak menawarkan jarak terpendek antara dua lokasi. Baik maskapai komersial yang terbang dari Amerika Serikat ke Asia atau tempat lain, itu akan memiliki penerbangan tercepat dan paling hemat bahan bakar dengan melakukan penerbangan melengkung.

Selain itu, rute melengkung yang menghubungkan Amerika Serikat ke Asia dan sebaliknya juga lebih aman daripada rute lurus yang menghubungkan kawasan yang sama.

Maskapai komersial biasanya terbang dengan rute melengkung ke utara yang melintasi Kanada dan Alaska. Karena itu, pesawat menghabiskan lebih sedikit waktu di atas Samudra Pasifik dan memungkinkan pendaratan darurat jika diperlukan.

Di sisi lain, pesawat komersial juga sering menghindari penerbangan di atas Gunung Everest.

Dilansir dari India Today, Kamis (14/1/2021), Himalaya memiliki pegunungan yang lebih tinggi dari 20.000 kaki, termasuk Gunung Everest dengan ketinggian sekitar 29.035 kaki.

Namun, meski sebagian besar pesawat komersial dapat terbang pada ketinggian 30.000 kaki, tetapi penerbangan harus dilakukan di bawah stratosfer.

Udara di stratosfer sangat tipis dengan kadar oksigen yang rendah. Hal itu akan menyebabkan turbulensi udara dan ketidaknyamanan penumpang.

Selain itu, kekuatan angin akan semakin kencang dan adanya pegunungan membuat manuver pesawat semakin sulit.

Risiko kehabisan oksigen juga dapat terjadi karena maskapai penerbangan biasanya hanya memiliki oksigen selama 20 menit.

Dalam situasi ketika persediaan oksigen habis, penerbangan harus turun ke ketinggian setidaknya 10.000 kaki untuk mengisi oksigen, tetapi hal itu tidak dapat dilakukan di wilayah Himalaya.

Alasan lainnya adalah Angkatan Udara India dan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat melakukan sesi pelatihan di wilayah tersebut. Umumnya, pihak berwenang membatasi maskapai penerbangan komersial untuk terbang di atasnya.

Itulah alasan kenapa kebanyakan pesawat mengindari terbang langsung di atas Samudra Pasifik dan Gunung Everest, karena terlalu berisiko dan menghindari kecelakaan.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Kukang Jawa di Pegunungan Sawal Ciamis Nyaris Punah

Unik Jumat, 22 Januari 2021 | 18:55 WIB

Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) di kawasan Pegunungan Sawal, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terancam pundah akibat per...

Umum - Unik, Kukang Jawa di Pegunungan Sawal Ciamis Nyaris Punah, Kukang Jawa,Pegunungan Sawal Ciamis

Viral, Video Mesum di Ruang Isolasi Covid-19

Unik Kamis, 21 Januari 2021 | 19:49 WIB

Viral video mesum di ruang isolasi Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Umum - Unik, Viral, Video Mesum di Ruang Isolasi Covid-19, video mesum,Mesum di Ruang Isolasi Covid-19,RSUD Dompu

Nelayan Dibayar Rp 1 Juta Temukan Korban Sriwijaya Air

Unik Rabu, 20 Januari 2021 | 19:48 WIB

Sampai hari ke-11 pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, jumlah korban yang sudah teridentifikasi seban...

Umum - Unik, Nelayan Dibayar Rp 1 Juta Temukan Korban Sriwijaya Air, Korban Sriwijaya Air,Nelayan,Pencarian Jenazah Korban Sriwijaya Air

Wanita Ini Jual Pembalut Hingga Potongan Kuku Pakai Demi Bayar Hutang

Unik Selasa, 19 Januari 2021 | 19:47 WIB

Seorang wanita bernama Yasmin Night membuat pengakuan mengejutkan soal pekerjaannya. Wanita yang menolak menyebutkan nam...

Umum - Unik, Wanita Ini Jual Pembalut Hingga Potongan Kuku Pakai Demi Bayar Hutang, Jual Potongan Kuku,Bayar Hutang,pasar fetish online

Chord dan Lirik Lagu Aku Milikmu (Malam Ini) karya Pongki Barata Versi...

Unik Selasa, 19 Januari 2021 | 15:01 WIB

Lagu Aku Milikmu (Malam Ini) ciptaan Pongki Barata ini kembali populer di radio dan aplikasi musik.

Umum - Unik, Chord dan Lirik Lagu Aku Milikmu (Malam Ini) karya Pongki Barata Versi Felix Irawan, Chord dan Lirik Lagu,chord dan lirik aku milikmu malam ini,kunci gitar aku milikmu felix irawan,cord aku milikmu felix cover,felix cover chord,chord felix aku milikmu

Pria Ini Tinggal di Bandara Selama 3 Bulan

Unik Senin, 18 Januari 2021 | 22:42 WIB

Seorang pria ditangkap polisi karena ketahuan tinggal di bandara selama 3 bulan tanpa terdeteksi sebelumnya. Menyadur BB...

Umum - Unik, Pria Ini Tinggal di Bandara Selama 3 Bulan, Tinggal di Bandara,Cerita Unik Bandara

Wow! Lukisan Tintin Tahun 1936 Terjual Rp 66 Miliar

Unik Senin, 18 Januari 2021 | 19:05 WIB

Sebuah lukisan bergambar tokoh kartun Tintin laku terjual Rp 66 miliar. Menyadur DW Senin (18/01) lukisan itu adalah kar...

Umum - Unik, Wow! Lukisan Tintin Tahun 1936 Terjual Rp 66 Miliar, Lukisan Tintin,Komik Tintin,Lelang Lukisan Tintin,rumah lelang Artcurial

Bantu Korban Bencana, Pangeran Sambas Lelang Ikan Cupang

Unik Minggu, 17 Januari 2021 | 15:35 WIB

Pangeran Kesultanan Sambas, Kalimantan Barat Pangeran Ratu Muhammad Tarhan ikut melelang ikan cupang koleksinya. Hasil l...

Umum - Unik, Bantu Korban Bencana, Pangeran Sambas Lelang Ikan Cupang, Pangeran Sambas,Lelang Ikan Cupang,Lelang Amal,Bencana Alam di Kalimantan
dewanpers