web analytics
  

Menurut Amnesty, Penolak Vaksin Tidak Bisa Dipidana

Rabu, 13 Januari 2021 17:13 WIB
Umum - Nasional, Menurut Amnesty, Penolak Vaksin Tidak Bisa Dipidana, Vaksin Covid-19,Relawan uji vaksin Covid-19,Berita Vaksin Covid-19

Ilustrasi peyuntikan vaksinasi Covid-19. (Sekretariat Presiden. )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menyatakan pemerintah tak bisa memidanakan siapa pun yang menolak menerima vaksin. Usman menyayangkan jika ada pemerintah daerah memberlakukan sanksi pada penolak vaksin Covid-19.

Usman menegaskan, Hak Asasi Manusia (HAM) menjunjung tinggi manusia. Siapa pun berhak memilih tindakan medis sesuai keinginannya.

"Dalam perspektif HAM, hal (vaksinasi) itu harus dilakukan berdasarkan kesukarelaan dari masyarakat di mana pun dan kapan pun. Apabila ada yang menolak, negara tidak boleh memidanakan, apalagi dengan pidana penjara," kata Usman pada Republika, Rabu (13/1).

Usman mengapresiasi langkah pelaksanaan vaksin Covid-19 untuk tujuan kesehatan masyarakat, terutama agar terhindar dari infeksi virus yang mematikan. Namun, ia menyarankan, pemerintah perlu membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan secara lebih serius di lingkungan masyarakat, terutama di lingkungan pemerintah.

"Kesadaran itu akan menjadi tumpuan bagi suksesnya pelaksanaan pemberian vaksin," ujar Usman.

Penolak Vaksin Bisa Dikenai Sanksi Kurungan
Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menilai orang yang menolak vaksinasi Covid-19 termasuk orang-orang yang membahayakan. Pasalnya, saat ini urgensi vaksinasi COVID-19 sangat tinggi di tengah masa pandemi.

Dia menjelaskan bagi mereka yang sudah wajib divaksin dan menolak akan mendapatkan sanksi sesuai Undang-undang Nomor 4 Tahun 84 dan UU Nomor 6 Tahun 2018.

"Siapa yang menolak vaksinasi, ditahan satu tahun atau denda maksimal Rp100 juta," tambahnya. 

Pendapat serupa disampaikan Wamenhunkam Edward Hiariej. Dia menjelaskan masyarakat yang menolak vaksinasi Covid-19 dapat dijatuhi hukuman pidana paling lama 1 tahun penjara. 

Alasannya, vaksinasi Covid-19 merupakan bagian dari kewajiban seluruh warga negara untuk mewujudkan kesehatan masyarakat. 

Dia menambahkan ketentuan pidana bagi penolak vaksinasi diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Pasal 93 UU tersebut menyatakan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan/atau menghalangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat bisa dipidana dengan penjara paling lama satu tahun dan/atau denda maksimal Rp 100 juta. Sementara itu, pada pasal 9 UU yang sama, disebutkan bahwa setiap orang wajib mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan ikut serta dalam penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Polri Gandeng Pos Indonesia, Perpanjang SIM Secara Daring Bisa Diantar...

Nasional Selasa, 13 April 2021 | 19:26 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan aplikasi pembuatan serta perpanjangan SIM nasional berbasis daring di...

Umum - Nasional, Polri Gandeng Pos Indonesia, Perpanjang SIM Secara Daring Bisa Diantar ke Rumah, Polri,Perpanjang SIM Secara Daring,SIM Diantar ke Rumah,Pos Indonesia

Jokowi Rombak Kabinet Pekan Ini, Siapa Menteri yang Bakal Diganti?

Nasional Selasa, 13 April 2021 | 18:37 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet (Reshuffle) dalam waktu dekat.

Umum - Nasional, Jokowi Rombak Kabinet Pekan Ini, Siapa Menteri yang Bakal Diganti?, Presiden Joko Widodo (Jokowi),Jokowi Reshuffle Kabinet,Jokowi Rombak Kabinet,Jokowi Ganti Menteri

Kapolri: Polisi yang Terlibat Narkoba Harus Ditindak Tegas

Nasional Selasa, 13 April 2021 | 15:42 WIB

Kapolri meminta kepada Propam Polri untuk menindak tegas seluruh anggota kepolisian yang terjerat dalam kasus Narkoba.

Umum - Nasional, Kapolri: Polisi yang Terlibat Narkoba Harus Ditindak Tegas, Polisi Terlibat Narkoba,Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,Propam Polri

Kapolri Luncurkan Aplikasi Propam Presisi

Nasional Selasa, 13 April 2021 | 14:32 WIB

Aplikasi ini sebagai bentuk implementasi pengaduan masyarakat terkait dengan kinerja-kinerja dari aparat kepolisian. 

Umum - Nasional, Kapolri Luncurkan Aplikasi Propam Presisi, Aplikasi Propam Presisi,Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,Mabes Polri

Kriminolog Sebut Miras Bukan Penyebab Aksi Kejahatan

Nasional Selasa, 13 April 2021 | 13:50 WIB

Kriminolog menilai tidak tepat anggapan yang menyebut minuman beralkohol atau minuman keras (miras) sebagai penyebab aks...

Umum - Nasional, Kriminolog Sebut Miras Bukan Penyebab Aksi Kejahatan, Penyebab Aksi Kejahatan,Kriminolog Sebut Miras Bukan Penyebab Aksi Kejahatan,Kriminolog Universitas Indonesia,minuman beralkohol,peredaran minuman beralkohol,Minuman Keras,Miras,Larangan Minuman Keras,RUU Larangan minuman keras

Shopee Buka Suara Soal Upah Rendah Kurir Shopee Express

Nasional Selasa, 13 April 2021 | 11:44 WIB

Warganet Twitter ramai membicarakan dugaan ketidakadilan bayaran para kurir Shopee Express (SPX) melalui tagar '#shopeet...

Umum - Nasional, Shopee Buka Suara Soal Upah Rendah Kurir Shopee Express, Potongan Gaji Kurir Shopee,Shopee Indonesia,dugaan ketidakadilan bayaran para kurir Shopee,#shopeetindaskurir,Kurir Shopee Express mogok kerja,Upah Rendah Kurir Shopee Express,upah kurir shopee express dipotong,Kurir Shopee Express

Cahaya Misterius Muncul Usai Gempa Malang, Ini Jawaban BMKG

Nasional Selasa, 13 April 2021 | 11:30 WIB

Sempat heboh penampakan cahaya misterius yang diklaim muncul usai gempa Malang. Pembahasannya pun jadi ramai hingga vira...

Umum - Nasional, Cahaya Misterius Muncul Usai Gempa Malang, Ini Jawaban BMKG, Cahaya Misterius Usai Gempa Malang,penampakan cahaya misterius Gempa Malang,cahaya misterius di Malang,fenomena atmosferik murni,penyebab gempa Malang,Gempa lempeng di selatan Jawa

Data CVR Berhasil Diunduh, Detik-detik Kecelakaan Sriwijaya Air Segera...

Nasional Selasa, 13 April 2021 | 11:13 WIB

CVR pesawat yang ditemukan pada 30 Maret 2021 tersebut berisi empat saluran audio. Termasuk juga rekaman pilot yang memb...

Umum - Nasional, Data CVR Berhasil Diunduh, Detik-detik Kecelakaan Sriwijaya Air Segera Terungkap!, CVR pesawat Sriwijaya Air,CVR pesawat Sriwijaya Air,Detik-detik Kecelakaan Sriwijaya Air,Komite Nasional Keselamatan Transportasi,KNKT,CVR Sriwijaya Air,rekaman suara pilot Sriwijaya Air,laporan final kecelakaan Sriwijaya Air

artikel terkait

dewanpers