web analytics
  

Temuan Tim Geologi Unpad soal Penyebab Longsor Sumedang

Selasa, 12 Januari 2021 11:10 WIB
Umum - Regional, Temuan Tim Geologi Unpad soal Penyebab Longsor Sumedang, Longsor Sumedang,Korban longsor Sumedang terus bertambah,Unpad

Petugas melakukan evakuasi serta pencarian korban longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Minggu (10/1/2021). Hujan dengan intensitas tinggi pada Sabtu (9/1/2021) mengakibatkan longsor yang menimbun sekitar 18 rumah serta mengakibatkan 12 korban meninggal dunia dan belasan lainnya masih dalam proses pencarian. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Tim Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) melakukan survei geologi di kawasan bencana longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Senin (11/1). Survei dilakukan untuk menganalisis struktur geologi di kawasan permukiman tersebut.

Dosen Fakultas Teknik Geologi Unpad Dr Dicky Muslim, M.Sc. mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan Pusat Riset Kebencanaan Unpad, Ikatan Ahli Geologi Indonesia, serta sejumlah alumni FTG Unpad ditemukan bahwa wilayah yang terjadi longsor tersebut memiliki kontur lahan yang curam.

“Tadinya wilayah ini bekas tambang batu dan tanah urugan, lalu kemudian diratakan dan dijadikan perumahan,” ujar Dicky saat diwawancarai Kantor Komunikasi Publik Unpad, Senin (11/1) malam.

Secara geologi, kata dia, struktur tanah dan batuan di wilayah Perumahan SBG Desa Cihanjuang termasuk ke dalam bagian batuan vulkanik Qyu. Dalam Peta Geologi yang diterbitkan Badan Geologi Kementerian ESDM, batuan vulkanik Qyu merupakan produk batuan vulkanik muda yang belum bisa dipisahkan, sehingga masih bercampur antara lapisan keras dengan yang halus.

Karena termasuk batuan vulkanik muda, kata dia, lapisan tanah dan batuan ini cukup rentan. Kerentanan ini sudah terlihat sebelumnya di beberapa titik.

Dicky menjelaskan, batas bagian tenggara perumahan tersebut berhadapan dengan tebing yang dibatasi dengan saluran air. Diduga, ketika hujan besar tiba saluran air ini terjadi peresapan atau infiltrasi, sehingga membentuk bidang gelincir yang memungkinkan terjadinya longsor.

Menurutnya, sejumlah rumah yang berbatasan dengan tebing tersebut juga terlihat ada yang retak. Hal ini sudah mengindikasikan bahwa wilayah itu berpotensi terjadi pergeseran tanah yang akan memicu terjadinya longsor.

Hal ini, kata dia, diperparah dengan adanya proyek permukiman baru yang dibangun di atas tebing bagian utara dan tenggara perumahan SBG. Adanya aktivitas lalu lintas alat berat di tebing tersebut turut menjadikann potensi longsor semakin besar

“Secara geoteknik aktivitas tersebut melemahkan ikatan butir tanah di situ, sehingga berpotensi longsor. Apalagi memang sebelumnya wilayah longsor tersebut merupakan sengkedan yang ditanami pohon, kemudian ditebang dan di bagian bawahnya dijadikan perumahan,” papar Dicky.

Dicky mengatakan, di wilayah utara dari perumahan SBG  ada bekas galian tambang yang dibangun menjadi kawasan perumahan. Berdasarkan penuturan warga sekitar, di lokasi tersebut ada air terjun. Secara geologi, keberadaan air terjun tersebut menandakan adanya sesar atau patahan di wilayah tersebut.

“Sehingga kalau ada hujan besar, gempa, akan ada pembebanan berlebih yang kemungkinan akan terjadi longsor,” katanya.

Dilihat dari jenis tanah dan retakannya ditambah dengan curah hujan yang tinggi, Dicky khawatir akan terjadi longsor susulan di daerah tersebut. Ini terlihat dari masih adanya pergerakan tanah di sekitar mahkota longsor. Selain itu, ditambah dengan adanya kemungkinan terjadi infiltrasi di saluran air yang berada pada sisi utara perumahan.

Karena itu, Dicky meminta warga maupun pemerintah daerah waspada terhadap kemungkinan bencana susulan yang akan terjadi di kawasan tersebut. Retakan-retakan yang terjadi pada beberapa tebing harus diwaspadai.

Menurutnya, ada beberapa mitigasi jangka panjang yang bisa dilakukan. Yakni, pengetatan izin pembangunan di kawasan tersebut perlu dilakukan. Selain itu, penanaman pohon keras pada tebing yang berpotensi longsor perlu dilakukan sebagai bentuk pencegahan.
 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Hujan Deras, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh di Cianjur

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 21:53 WIB

Akses jalan masuk ke Terminal Rawabango hingga Kamis (4/3/2021) malam ini belum bisa dilewati, karena masih terhalang po...

Umum - Regional, Hujan Deras, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh di Cianjur, Hujan Deras di Cianjur,Pohon Tumbang di Cianjur,Tiang Listrik Roboh di Cianjur

Geger Koboi Jalanan di Cianjur, Todongkan Senjata Airsoftgun

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 20:46 WIB

Aksi koboi jalanan yang dilakukan seorang pemuda anak pensiunan guru. Pelaku akan segera dipanggil pihak Satreskrim Polr...

Umum - Regional, Geger Koboi Jalanan di Cianjur, Todongkan Senjata Airsoftgun, Koboi Jalanan Cianjur,Polres Cianjur,penodongan senjata airsoft gun

Motor Honda Jadi Incaran Favorit Maling di Tasikmalaya

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 20:22 WIB

Sepeda motor merek Honda terutama jenis Vario menjadi incaran favorit para maling di Kota Tasikmalaya.

Umum - Regional, Motor Honda Jadi Incaran Favorit Maling di Tasikmalaya, Maling motor,Motor Honda,Curanmor di Tasikmalaya,Polresta Tasikmalaya

Lina Ruzhan Serahkan 100 Paket Sembako di Subang

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 20:12 WIB

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Jawa Barat (Jabar) Lina Marli...

Umum - Regional, Lina Ruzhan Serahkan 100 Paket Sembako di Subang, Lina Marlina Ruzhan,Baksos PPLIPI Jabar,Pembagian Paket Sembako

2 Pekerja Migran Asal Cianjur Terpapar Virus Corona B117

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 20:08 WIB

Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur sudah mengidentifikasi dua orang pekerja migran asal Cianj...

Umum - Regional, 2 Pekerja Migran Asal Cianjur Terpapar Virus Corona B117, Pekerja Migran Asal Cianjur,Virus Corona B117 di Cianjur,virus corona B117,Virus Corona Varian Baru

Harga Cabai Domba di Tasikmalaya Tembus Rp120 Ribu

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 19:48 WIB

Harga cabai domba di Pasar Induk Cikurubuk Kota Tasikmalaya mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kenaikan cabai sud...

Umum - Regional, Harga Cabai Domba di Tasikmalaya Tembus Rp120 Ribu, Cabai Domba,Harga Cabai Naik,Pasar Induk Cikurubuk,Cabai Domba di Tasikmalaya

6.000 Pelayan Masyarakat Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Cianjur

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 19:46 WIB

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan secara masif Pemkab Cianjur bagi pelayan masyarakat. Saat ini sudah menca...

Umum - Regional, 6.000 Pelayan Masyarakat Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Cianjur, Vaksinasi Covid-19 di Cianjur,Vaksinasi Pelayan Masyarakat,Pemkab Cianjur,Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur

Curah Hujan Tinggi, Ancaman Bencana Mengintai Ciayumajakuning

Regional Kamis, 4 Maret 2021 | 19:00 WIB

Cirebon masih diintai ancaman bencana hidrometeorologi, menyusul potensi tingginya curah hujan pada Maret 2021.

Umum - Regional, Curah Hujan Tinggi, Ancaman Bencana Mengintai Ciayumajakuning, Curah Hujan Tinggi,Ciayumajakuning,BMKG Majalengka,Bencana Ciayumajakuning

artikel terkait

dewanpers