web analytics
  

Covid-19 Belum Reda, India Diterjang Wabah Flu Burung 

Senin, 11 Januari 2021 16:58 WIB
Umum - Internasional, Covid-19 Belum Reda, India Diterjang Wabah Flu Burung , Flu Burung,Covid-19 di India,berita internasional,Berita internasional ayobandung

Ilustrasi ayam. (Bohdan Chreptak dari Pixabay )

NEW DELHI, AYOBANDUNG.COM -- India mulai mengalami wabah flu burung yang menyebar dengan cepat sepekan terakhir. Sekurangnya sembilan negara bagian mengonfirmasi kasus, sementara negara bagian lain masih menunggu hasil tes dari ribuan unggas.

Laporan NDTV mengatakan kasus terbaru dari flu burung dikonfirmasi di ibu kota India, New Delhi, dan negara bagian barat Maharashtra. New Delhi dilaporkan telah menutup pasar grosir unggas terbesar Ghazipur setelah hampir 200 burung ditemukan mati.

Pengunjung kemudian dilarang masuk ke taman dengan badan air, danau, dan suaka margasatwa di wilayah ibu kota nasional. Seorang pejabat di Maharashtra mengatakan setidaknya 800 ayam mati di sana dalam dua hari terakhir.

"Sampel mereka diberikan untuk pengujian dan sekarang dipastikan penyebabnya adalah flu burung," ujar seorang kolektor unggas di distrik Parbhani, Deepak Madhukar Muglikar, seperti dikutip laman Aljazirah pada Senin (11/1).

"Sudah dikonfirmasi di desa Murumba. Ada sekitar delapan peternakan unggas dan 8.000 unggas. Kami sudah memerintahkan pemusnahan unggas tersebut," ujarnya menambahkan.

Pada Ahad (10/1) waktu setempat, pihak berwenang di negara bagian utara Uttar Pradesh menutup kebun binatang di kota Kanpur setelah kematian empat unggas hutan dan dua burung beo. Laporan tes yang diterima pada Sabtu (9/1) malam mengonfirmasi bahwa mereka positif terkena virus.

"Kami sedang dalam proses pemusnahan semua burung yang ada di semua kandang dan kebun binatang telah dinyatakan sebagai zona penahanan. Sangat disayangkan tapi kami mengikuti protokolnya," ujar kepala petugas veteriner distrik Kanpur, RP Mishra.

Penjualan daging juga telah dilarang dalam radius 10 kilometer dari kebun binatang dan semua peternakan unggas dan pasar di distrik Kanpur terus dipantau secara ketat. Sampel dari gagak mati dari empat distrik Uttar Pradesh lainnya telah dikirim ke laboratorium di kota Bhopal di India tengah untuk diuji.

Kasus flu burung juga telah dikonfirmasi oleh Kerala, Rajasthan, Madhya Pradesh, Himachal Pradesh, Haryana, dan Gujarat. Burung-burung yang mati termasuk unggas, burung gagak, merpati, burung merak, dan burung migran.

Flu burung terutama menyerang unggas dan burung liar tetapi dapat menginfeksi manusia yang berhubungan dekat dengan unggas yang sakit. Ayam dimusnahkan di Haryana dan Madhya Pradesh. Pasar dan toko yang menjual unggas telah ditutup selama sepekan di tujuh kota Madhya Pradesh.

Kepala departemen peternakan negara bagian Kerala, KM Dileep, mengatakan proses pemusnahan sekitar 50 ribu unggas yang kebanyakan itik unggas telah diselesaikan di dua distrik yang terkena dampak di Kerala. Sementara sampel dari Rajasthan, Madhya Pradesh dan Kerala telah dites positif untuk jenis virus H5N8. Sampel dari Himachal Pradesh telah menunjukkan keberadaan H5N1.
 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Meghan Markle Kaitkan Hidupnya dengan The Little Mermaid

Internasional Senin, 8 Maret 2021 | 16:27 WIB

Istri Pangeran Harry, Meghan Markle berkata pada Oprah Winfrey bahwa dia mengaitkan pengalamannya sebagai bangsawan deng...

Umum - Internasional, Meghan Markle Kaitkan Hidupnya dengan The Little Mermaid, Meghan Markle,The Little Mermaid,Meghan Markle  The Little Mermaid,Pangeran Harry

Oksigen akan Hilang 1 Miliar Tahun Lagi

Internasional Senin, 8 Maret 2021 | 16:22 WIB

Bumi ternyata tidak akan mampu menopang kehidupan selamanya. studi baru di Nature Geoscience mengungkap atmosfer kita y...

Umum - Internasional, Oksigen akan Hilang 1 Miliar Tahun Lagi, Oksigen,oksigen akan  hilang,atmosfer bumi,bumi

Asal-usul Hari Perempuan Internasional, Adakah Hari untuk Pria?

Internasional Senin, 8 Maret 2021 | 14:00 WIB

Tunasnya mulai ditanam pada tahun 1908, ketika 15.000 wanita memprotes kebijakan kerja dan pemilu.

Umum - Internasional, Asal-usul Hari Perempuan Internasional, Adakah Hari untuk Pria?, Hari Perempuan Internasional,8 Maret,Sejarah Hari Ini,Hari Pria Internasional,Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),Clara Zetkin

Drama Korea 'Princess Hours' Bakal Di-remake

Internasional Senin, 8 Maret 2021 | 13:00 WIB

Komik Korea (manhwa) “Goong” atau yang dikenal sebagai “Princess Hours” akan diadaptasi ulang. “Goong” pertama kali dibu...

Umum - Internasional, Drama Korea 'Princess Hours' Bakal Di-remake, Princess Hours,Remake Princess Hours,Drama Korea,drama Korea terbaru

3 Alasan Berbagai Negara Belum Mulai Vaksinasi Corona

Internasional Senin, 8 Maret 2021 | 11:35 WIB

Di Asia, program vaksinasi terus berkembang di tempat-tempat seperti India. Namun di negara lain, program vaksin belum d...

Umum - Internasional, 3 Alasan Berbagai Negara Belum Mulai Vaksinasi Corona , alasan tidak vaksin,alasan belum vaksinasi,Jepang belum vaksinasi,Korea Selatan vaksin Covid-19,Negara yang belum vaksinasi

Gagal Atasi Pandemi, Menteri Kesehatan Paraguay Pamit

Internasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 21:00 WIB

Menteri kontroversial itu awalnya tak mau ikut desakan Senat yang memintanya untuk mundur.

Umum - Internasional, Gagal Atasi Pandemi, Menteri Kesehatan Paraguay Pamit, Pandemi Covid-19,Menteri Kesehatan,Paraguay,Vaksin

Ilmuan Teliti Efek Cahaya Kota untuk Kesehatan

Internasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 09:59 WIB

Proyek riset terbaru bertajuk "ENLIGHTENme" mencari tahu dampak dari cahaya di perkotaan untuk kesehatan fisik dan menta...

Umum - Internasional, Ilmuan Teliti Efek Cahaya Kota untuk Kesehatan, Cahaya kota,cahaya kota dan kesehatan,Kesehatan,efek cahaya kota pada kesehatan

1 juta spesies flora dan fauna terancam punah

Internasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 08:09 WIB

Sekitar satu juta dari delapan juta spesies hewan dan tumbuhan di dunia terancam punah. Kondisi tersebut terjadi sebagia...

Umum - Internasional, 1 juta spesies flora dan fauna terancam punah, Hewan Terancam Punah,tumbuhan terancam punah,Flora fauna,flora fauna terancam punah
dewanpers