web analytics
  

742 Warga Bandung Positif Aktif Covid-19, Jangan Pakai Masker Kain Berciri-ciri Ini

Senin, 11 Januari 2021 11:16 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, 742 Warga Bandung Positif Aktif Covid-19, Jangan Pakai Masker Kain Berciri-ciri Ini, Masker Kain,Covid-19 Bandung,Cara Mencegah Virus Corona

Masyarakat Kota Bandung mesti tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19 dengan tidak memakai masker kain yang efektivitasnya sudah berkurang. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Kasus Covid-19 aktif Kota Bandung hingga Minggu (10/1/2021) malam sebanyak 742, 5.350 kasus sembuh, dan 157 kasus meninggal dunia. Masyarakat mesti tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19 dengan tidak memakai masker kain yang efektivitasnya sudah berkurang.

Adapun masker kain yang efektivitasnya sudah berkurang memiliki ciri-ciri sebagai berikut, seperti dilansir Huffpost:

1. Strapnya Longgar atau Rusak

Strap atau pengikat masker yang rusak bisa menjadi tanda bahwa Anda harus segera mengganti masker dengan yang baru.

"Hal terbesar yang harus diperhatikan adalah tali pengikat yang menjaga masker tetap di tempatnya," kata Hannah Yokoji, direktur merek The Laundress.

"Jika strap longgar atau melar, Anda harus segera berhenti menggunakannya karena akan membuat masker tidak lagi bisa dipasang dengan benar," kata dia.

2. Ukuran Masker Tak Lagi Pas

Jika Anda telah mengenakan masker untuk beberapa waktu dan ukuran masker mulai kendor, Yokoji menyarankan mengganti karet elastis masker atau tak lagi memakainya sama sekali.

"Masker Anda harus pas di bawah dagu, di pipi dan di sekitar hidung," kata Yokoji. "Seharusnya masker tidak punya celah sama sekali," imbuhnya. Masker juga harus diganti saat klip hidung tidak lagi pas di sekitar hidung.

3. Masker Sobek atau Berlubang

Hentikan pemakaian masker jika ada benang tak rapi atau usang, ada robekan, dan ada lubang yang terbuka atau robek.

"Jangan pernah menggunakan masker yang sobek karena virus bisa masuk dan keluar dengan cara ini," kata ahli kesehatan masyarakat klinis dan penyakit menular Christina M. Madison.

4. Masker Kotor

Menurut dokter berlisensi Leann Poston, masker kotor yang disebabkan oleh tumpahan kopi, riasan, dan lain sebagainya bisa menjadi tanda bahwa masker sudah usang.

"Jika masker terlihat kotor dan pencucian tidak menghilangkan noda, mungkin inilah saatnya untuk membuangnya," kata Poston. "Masker bernoda mungkin telah digunakan secara berlebihan dan perlu diganti," tuturnya.

5. Kainnya Sudah Tipis

Perhatikan juga kondisi bahan masker kain. Bahan masker bisa menjadi lebih tipis saat Anda sering mencucinya.

"Kain masker yang menipis tentu saja akan mengurangi efektivitas masker dalam menghalangi penularan Covid-19. Untuk mengujinya Anda bisa mencoba meniup lilin dengan masker. Jika api mati, maka masker tak lagi efektif," kata dokter kulit kosmetik Howard Sobel, pendiri Sobel Skin.

Umumnya, masker kain akan kehilangan bentuk, elastisitas, dan keefektifannya setelah beberapa kali pencucian, setidaknya 30 kali pencucian.

Covid-19 Kota Bandung

Merujuk situs covid19.bandung.go.id, diakses Senin (11/1/2021) pukul 10.30 WIB, tercatat ada penambahan 85 kasus positif aktif dibandingkan data yang disajikan sebelumnya.

Sementara kasus sembuh tidak bertambah dan kasus meninggal juga tidak bertambah.

Coblong masih menjadi kecamatan dengan jumlah kasus positif Covid-19 aktif terbanyak, dengan 60 kasus. Menyusul Coblong, Sukajadi dan Cibeunying Kidul menjadi kecamatan penyumbang jumlah kasus terbanyak, masing-masing 38 dan 38 kasus.

Di tingkat kelurahan, Dago masih menjadi di kelurahan dengan kasus aktif terbanyak dengan 26 kasus.

Kasus positif aktif adalah kasus positif Covid-19 terkonfirmasi yang saat ini sedang menjalani perawatan berupa isolasi. Isolasi bisa dilakukan di rumah sakit, hotel, atau juga rumah. Kasus positif aktif berakhir ketika pasien dinyatakan sembuh atau meninggal dunia.

Jumlah kasus positif aktif, sebagaimana juga jumlah kasus lain terkait pandemi Covid-19, merupakan data yang bersifat dinamis. Perubahan terjadi setiap hari sesuai dengan tindakan penanganan yang dilakukan di lapangan.

10 Kecamatan Terbanyak kasus Covid-19

Berikut daftar 10 kecamatan di Bandung dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak per Minggu (10/1/2021):

  1. Coblong 60 kasus positif aktif
  2. Sukajadi 38 kasus
  3. Cibeunying Kidul 38 kasus
  4. Antapani 37 kasus
  5. Arcamanik 37 kasus
  6. Andir 35 kasus
  7. Sukasari 33 kasus
  8. Cibiru 33 kasus
  9. Kiaracondong 33 kasus
  10. Buahbatu 30 kasus

10 Kelurahan Terbanyak kasus Covid-19

Berikut daftar 10 kelurahan di Bandung dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak per Minggu (10/1/2021):

  1. Dago 26 kasus positif aktif
  2. Campaka 17 kasus
  3. Sukabungah 17 kasus
  4. Cibuntu 16 kasus
  5. Cipamokolan 16 kasus
  6. Cipadung 16 kasus
  7. Sarijadi 16 kasus
  8. Pasirlayung 15 kasus
  9. Cisaranten Endah 12 kasus
  10. Cipaganti 13 kasus
Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Ridwan Kamil: Sampai Kapanpun, Saya Mendoakan dan Membela Palestina

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 22:35 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut prihatin dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Ridwan Kamil pun m...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil: Sampai Kapanpun, Saya Mendoakan dan Membela Palestina, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Bela Palestina,Doakan Palestina

Jago Merah Lalap Tempat Servis dan Toko Kusen di Depan Lapas Sukamiski...

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 21:26 WIB

Kebakaran di Jalan A.H. Nasution, Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati, Kota Bandung, Senin, 17 Mei 2021, me...

Bandung Raya - Bandung, Jago Merah Lalap Tempat Servis dan Toko Kusen di Depan Lapas Sukamiskin, kebakaran Bandung,Kebakaran di Kota Bandung,Diskar PB Kota Bandung,Kebakaran di depan Lapas Sukamiskin

Ridwan Kamil: Hati - Hati Pilih Karir di Era Industri 4.0

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 21:19 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengingatkan generasi muda berhati-hati memilih karir di era revolusi industri 4.0. Seb...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil: Hati - Hati Pilih Karir di Era Industri 4.0, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Industri 4.0,Karir di Era Industri 4.0,Generasi Muda

2 Pemuda Hina Palestina di Tiktok Akhirnya Minta Maaf

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 21:00 WIB

Dua pemuda penghina Palestina dalam sebuah video Tiktok yang viral di media sosial, akhirnya meminta maaf atas kelakuann...

Bandung Raya - Bandung, 2 Pemuda Hina Palestina di Tiktok Akhirnya Minta Maaf, pemuda hina Palestina,Penghinaan Palestina,Pemuda Menghina Palestina

Jabar Siapkan Strategi Penguatan Rumah Sakit Rujukan COVID-19

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 20:46 WIB

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengikuti rapat koordinasi (rakor) bersama Presiden RI Joko Widodo dan kepala daerah se-Indo...

Bandung Raya - Bandung, Jabar Siapkan Strategi Penguatan Rumah Sakit Rujukan COVID-19, Gubernur Jabar Ridwan Kamil,rumah sakit rujukan covid-19,Pemprov Jabar,peningkatan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran

Waspada! Lonjakan Kasus Covid-19 Mengintai

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 20:34 WIB

Libur Lebaran 1442 Hijriah begitu singkat, terhitung mulai 13 - 16 Mei 2021.

Bandung Raya - Bandung, Waspada! Lonjakan Kasus Covid-19 Mengintai , Lonjakan Kasus COVID-19,Kasus COVID-19 Usai Libur Lebaran,Kasus Covid-19 Kota Bandung,COVID-19,berita bandung hari ini,lebaran,Wisata Lebaran,Wisata Bandung

Kebakaran di depan Lapas Sukamiskin, Jalan Nasution Padat Merayap

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 19:17 WIB

Api membakar sebuah rumah, tepatnya di Jalan A.H. Nasution nomor 101, Kelurahan Karang Pamulang, Kecamatan Mandalajati,...

Bandung Raya - Bandung, Kebakaran di depan Lapas Sukamiskin, Jalan Nasution Padat Merayap, kebakaran Bandung,kebakaran rumah,Kebakaran di Kota Bandung,Kebakaran di depan Lapas Sukamiskin,Jalan Nasution Bandung Macet

Jabar Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Libur Lebaran

Bandung Senin, 17 Mei 2021 | 19:06 WIB

Pemda Provinsi Jabar intens mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 pascalibur Lebaran. Selain melakukan pengetesan di 17...

Bandung Raya - Bandung, Jabar Waspadai Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Libur Lebaran, Gubernur Jabar Ridwan Kamil,Pemprov Jabar,lonjakan kasus Covid-19,Libur Lebaran

artikel terkait

dewanpers