web analytics
  

Menelisik Hilangnya Jack Ma

Jumat, 8 Januari 2021 09:45 WIB Netizen Sjarifuddin Hamid
Netizen, Menelisik Hilangnya Jack Ma, Jack Ma,Jack Ma Menghilang,Alibaba

Pendiri Alibaba, Jack Ma. (cnbcindonesia.com)

Sjarifuddin Hamid

Lulusan Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI. Pernah bekerja pada beberapa surat kabar nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Upaya memahami peristiwa yang terjadi di Cina, adalah seperti menyusun potongan-potongan gambar di kegelapan malam. Jadi seperti itulah ikhtiar untuk mencari tahu kemana pendiri Ali Baba, Jack Ma, menghilang dalam dua bulan terakhir.

Untuk itu, marilah kita mulai dari pernyataan pelopor liberalisasi ekonomi China, Deng Xiaoping. Dia berkata pada akhir 1970-an, tidak berdosa bila seseorang menjadi kaya. 

Pernyataan tersebut seolah mantra bagi Ma, yang lahir di Hangzhou, Zhejiang pada 1964. Iklim ekonomi terbuka, kejelian melihat peluang besar dalam bisnis ritel, internet, teknologi dan e-commerce serta kemampuan berbahasa Inggris membawanya menjadi pengusaha terkemuka.

Kekayaan pendiri merangkap CEO Alibaba Group, itu per September 2020 mencapai US$56,3 miliar. Berada di peringkat kedua setelah Zhong Shanshans yang menurut Bloomberg Billionaires Index mempunyai kekayaan US$56,6 miliar. Shanshans awalnya berbisnis air minum dan sekarang punya perusahaan farmasi yang juga memproduksi vaksin untuk CoVID-19. 

Jack Ma tak kalah hebat. Mempunyai saham di Lazada, Tokopedia, Taobao (Consumers to Consumers), Alimama, Alibaba Pictures, Youku, Ant Financial, 1688 com, TMall (Business to Consumers) , Ali Express, Ali Cloud dan Cainiao Network. Alibaba.Com sendiri tergolong dalam kategori Business to Business.

Jack Ma sebagaimana pengusaha Cina lainnya dekat bahkan sudah melebur dengan dunia kapitalis. Bayangkan, sejak enam tahun lalu Ali Baba melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering, IPO) di New York Stock Exchange. Tepatnya 19 September 2014 dan berhasil meraup US$25 miliar. IPO terbesar di dunia.

Lupakah Ma?

Memiliki banyak perusahaan dan kaya raya, membuatnya berada di ujung tanduk. Benar bahwa Deng menyatakan kaya itu tidak berdosa, tapi jangan lupa dengan sesuatu yang nyaris tak terungkap ke permukaan.

Para penganut Kong Hu Cu, Mencius dan partai Komunis China menolak pengisapan ekonomi terhadap rakyat serta penumpukan harta kekayaan di tangan perorangan. Negara (BUMN) haruslah menguasai perusahaan-perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak. 

Di bursa Hong Kong, perusahaan-perusahaan Cina Daratan menjual saham, tapi mereka hanya anak perusahaan dari BUMN. Dengan demikian pengendalian tetap pada negara dengan dana dari mana saja.

Satu lagi yang merupakan kehendak partai, orang per orang harus melebur ke dalam tujuan partai. Partai mengendalikan cara berpikir siapapun, termasuk para pengusaha.

Partai juga memonopoli kekuasaan supaya ketidakkehilangan pengawasan atas provinsi-provinsi agar negara tidak bubar. 

Deng Xiaoping membuka perekonomian arena Cina ketinggalan dibandingkan dengan negara lain. Satu-satunya cara adalah mengundang pengusaha asing untuk berinvestasi di Cina. Tergiur dengan pasar domestik yang besar, yang diundang berbondong-bondong membangun industri, mulanya di zona-zona eksklusif di tepi pantai lalu kemudian ke pedalaman. 

Ternyata pengusaha mendapati berbagai pembatasan. Perusahaannya diharuskan mengekspor produk, serta bekerja sama dengan pengusaha domestik atau BUMN mendirikan anak perusahaan. Produknya dipasarkan di dalam negeri. Dengan cara ini, karyawan Cina bisa cepat belajar manajemen dan teknologi asing. 

Pemerintah secara konsisten menerapkan state kapitalisme atau kapitalisme negara, yakni negara tetap memainkan peran dominan dalam pembangunan ekonomi. Siapapun harus tunduk dengan peraturan yang berlaku.

Barangkali Jack Ma mulai lupa atau mau membangkang. Padahal penumpasan demonstrasi di lapangan Tien Anmen pada 1989 memberi pelajaran kepada siapapun. Pemerintah/partai tidak akan mentolerir kebebasan berpendapat tetapi sepakat penyelewengan harus dibabat.

Begitulah pemikiran, perbedaan pendapat dikendalikan. Sebaiknya koruptor diarak keliling kota, kemudian ditembak mati. Siang hari lagi! 

Pada suatu konferensi di Shanghai akhir Oktober 2020, Ma secara terbuka mengkritik regulator karena melemahkan inovasi dengan dalih menghindari risiko.

“Kita perlu membangun sistem keuangan yang sehat, bukan resiko finansial yang sistematis. Berinovasi tanpa resiko adalah membunuh inovasi. Di dunia ini, tiada inovasi tanpa risiko.”

Tiada diketahui apa penyebab Ma menghilang, tetapi apa yang dikemukakan di atas mungkin sekedar membantu di dalam gelap.

Ma mundur dari CEO Alibaba pada 2019, tetapi secara pribadi masih menguasai 5% saham, senilai US$25 miliar. Dia pensiun dan mengikuti langkah Bill Gates. Menjadi dermawan dan pembicara di berbagai konferensi. Sayang, kejeblosan!

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Peran Aktif Industri Telekomunikasi dalam Masa Pandemi Covid-19

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 13:33 WIB

Covid-19 mengubah semua kebiasaan yang dilakukan masyarakat di seluruh dunia.

Netizen, Peran Aktif Industri Telekomunikasi dalam Masa Pandemi Covid-19, Perang telekomunikasi dalam pandemi,COVID-19,handsanitizer,pjj (pembelajaran jarak jauh),Work From Home (WFH),zoom cloud meetings,Google Meet

Tanyakan 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Obat

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 10:21 WIB

Obat memang bisa menjadi khasiat, ketika penggunaannya tepat. Namun, obat pun bisa menjadi racun ketika berlaku sebalikn...

Netizen, Tanyakan 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Obat, obat generik,khasiat obat,obat paten,komposisi yang terkandung dalam obat,dosis dan aturan pakai obat

Terburgh Mengusulkan Sistem Terpisah

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 10:02 WIB

Sistem terpisah ini merupakan buah dari percobaan yang dilalukan Terburgh selama bertahun-tahun saat dia berdinas di Jaw...

Netizen, Terburgh Mengusulkan Sistem Terpisah, J. Th. Terburgh,vaksinasi cacar di Pulau Jawa,sistem sirkuler,riwayat hidup J. Th. Terburgh

Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah

Netizen Kamis, 21 Januari 2021 | 17:03 WIB

Makanan seperti seblak, nasi rames, sayur masak, mi tektek, milk bobba, thai thea, dan lain sebagainya ternyata begitu m...

Netizen, Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah, Kuliner gang di Kota Bandung,Kuliner di masa pandemi,Kuliner gang di Ciroyom Bandung,potensi bisnis kuliner gang di kota Bandung

Bukan Jalan Belakang Factory

Netizen Kamis, 21 Januari 2021 | 11:41 WIB

Secara resmi, nama Jl Belakang Factory belum ditulis dalam buku Perubahan Nama Djalan-djalan di Bandung yang diterbitkan...

Netizen, Bukan Jalan Belakang Factory, Jl Belakang Factory,Sejarah Jl Belakang Factory.,Sejarah Jl Belakang Factory Kota Bandung,Sejarah Kota Bandung,T Bachtiar,Perubahan nama jalan di Bandung,Nama Jalan di Bandung Baheula

Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda

Netizen Rabu, 20 Januari 2021 | 15:21 WIB

Jalan Veteran Kota Bandung yang menyediakan berbagai macam sepeda dan segala perlengkapan pendukungnya.

Netizen, Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda, Jalan Veteran Bandung,Kawasan toko sepeda Jalan Veteran Bandung,Komunitas sepeda Jalan Veteran Bandung,toko sepeda di Bandung,Onderdil sepeda di Bandung

Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?

Netizen Selasa, 19 Januari 2021 | 12:47 WIB

Pemberian uang yang tidak terkonsep ini atau dapat dikatakan diberikan secara cuma-cuma, justru akan memberikan dampak y...

Netizen, Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?, Uang jajan dan dampaknya,Uang jajan,Makna uang jajan untuk anak,uang jajan sebagai imbalan,uang jajan sebagai hadiah,uang jajan sebagai kewajiban

Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata

Netizen Senin, 18 Januari 2021 | 09:59 WIB

Di kompleks situs prajurit Terakota,  di Xian, China terdapat satu bangunan permanen yang berwarna keabu-abuan.

Netizen, Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata, Toilet,pariwisata,sumber pendapatan

artikel terkait

dewanpers