web analytics
  

Kemegahan Batuan Empat Juta Tahun di Curug Jompong

Jumat, 8 Januari 2021 07:27 WIB Netizen T Bachtiar
Netizen, Kemegahan Batuan Empat Juta Tahun di Curug Jompong, Instagramable,Curug Jompong,Desa Jelegong,cekungan bandung,Kelompok Riset Cekungan Bandung,Danau Bandung Purba Timur,Gunung Sunda,Gunung Tangkubanparahu,Batuan Empat Juta Tahun

Bentukan-bentukan batuan yang tergerus air (T Bachtiar)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

AYOBANDUNG.COM -- Kini, batuan yang datang dari dapur bumi empat juta tahun yang lalu itu sudah ditoreh, digerinda, dan diasah derasnya aliran Ci Tarum sejak 16.000 tahun yang lalu. Bagian yang mudah dikikis terkelupas, lepas menjadi kerikil, menjadi pasir, menjadi lempung, yang mengendap di dasar sungai sampai di muara. Bebatuan dengan warna-warna terakota, warna yang menyerupai tembikar, warna-warna yang sudah bercampur, perpaduan warna coklat, merah bata, warna cipeureu/jingga, warna karat, abu, dan gading, menjadi warna dominan bebatuan di Curug Jompong. Warna-warna ini hasil dari celupan limbah cair buangan industri tanpa pengolahan, langsung digelontorkan ke Ci Tarum selama lebih dari 20 tahun.

Bila sedikit saja turun dari jembatan baru di dekat terowongan Nanjung ke dasar Ci Tarum yang kering, pengunjung akan mendapati beragam bentukan batuan yang megah. Di sini, sudah tidak perlu lagi membuat bangunan-bangunan untuk berswafoto, karena batuan itu sendiri sudah menjadi latar swafoto yang mengagumkan. Warna dan bentuk batuannya sangat instagramable. Dinding batu yang megah, lorong di celah batu besar yang memanjang, dan lubang-lubang jublegan (pothole) yang beragam ukuran dan bentuknya. Lubang jublegan itu dalamnya ada yang sampai dua meteran.       

Inilah wisata kebumian yang sangat bergizi. Bahkan sangat baik bila dijadikan laboratorium kebumian, khususnya tentang batuan terobosan, gunungapi purba, dan geomorfologi sungai, dan bagi para pelajar dan mahasiswa. Keberadaan Curug Jompong di Desa Jelegong, Kecamatan Nanjung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini sangat penting artinya, akan menjadi asupan dengan nutrisi ilmu pengetahuan bagi masyarakat dan wisatawan penggemar swafoto.

Wisata kebumian di Curug Jompong akan bangkit kembali, seperti yang terjadi pada awal abad ke-19, dengan daya tarik yang berbeda. Pada zaman kolonial daya tarik utamanya adalah airterjunnya. Kini, justru batuannya yang menyebabkan terbentuknya air terjun. Batuannya tersingkap, karena aliran Ci Tarum diarahkan melalui terowongan Nanjung sepanjang 230 m dengan diameter 8 m. Terowongan inilah yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (29/1/2020).

Batuan terobosan di Curug Jompong yang ditoreh Ci Tarum itu merupakan bagian kecil dari kompleks batuan terobosan atau gunungapi purba yang menerobos endapan batugamping dan tufa, meliputi kawasan yang membujur dari utara ke selatan sepanjang 20 km, dan melintang barat-timur selebar 5 km.

Peta jalan ke Curug Jompong (T Bachtiar)

Curug Jompong dengan batuan terobosannya menjadi penting dalam sejarah bumi Cekungan Bandung, karena menjadi tempat bobolnya Danau Bandung Purba Timur. Danau Bandung Purba yang tergenang sejak 105.000 tahun yang lalu, karena aliran Ci Tarum purba terbendung material letusan Gunung Sunda. Pada awalnya, Ci Tarum di Cekungan Bandung mengalir dari selatan ke utara, lalu berbelok ke barat, sesuai arah kemiringan kawasan, lalu tertahan oleh perbukitan batuan terobosan. Alirannya berbelok ke arah utara hingga di utara Padalarang, kemudian berbelok ke baratlaut, lalu berbelok menukik ke arah barat.

Pada letusan Gunung Sunda yang dahsyat, material letusan membendung Ci Tarum purba di utara Padalarang. Dari bendungan alami itu ke hilir, saat ini berupa lembah yang lebar dan dalam, dialiri oleh sungai yang bernama Ci Meta. Sedangkan dari bendungan ke hulu tergenang menjadi danau, dengan paras air danau tertinggi mencapai 725 m dpl.

Letusan-letusan Gunung Tangkubanparahu yang lahir dari kaldera Gunung Sunda sejak 90.000 tahun yang lalu, material letusannya mengipas ke selatan hingga mendekati Curug Jompong. Material letusan Gunung Tangkubanparahun itu mengisi lembah-lembah di antara perbukitan Pematang Tengah, sehingga danau raksasa itu terbagi menjadi dua, yaitu Danau Bandung Purba Barat dan Danau Bandung Purba Timur.

Danau Bandung Purba Barat bobol, kini menjadi aliran Ci Tarum mulai dari Cikahuripan, Cukangrahong, sampai Curug Halimun. Berbarengan dengan itu, air danau mulai menyayat Pematang Tengah, akhirnya sejak 16.000 tahun yang lalu Danau Bandung Purba Timur bobol di Curug Jompong.

Batuan dengan warna terakota di Curug Jompong (T Bachtiar)

Kemegahan bumi Cekungan Bandung yang menarik hati orang-orang Belanda yang tinggal di Bandung, mereka bahu-membahu mengembangkan destinasi wisata kebumian. Dari 62 destinasi wisata yang dipromosikan, termasuk ke dalamnya adalah Curug Jompong, seperti yang ditulis dalam buku panduan wisata, Gids van Bandoeng en Midden-Priangan, door SA Reitsma en WH Hoogland, yang terbit tahun 1927.

Di celah-celah batuan terobosan yang diperlemah oleh goncangan gempabumi, digenapkan oleh kikisan air, akhirnya Danau Bandung Purba Timur bobol di Curug Jompong 16.000 tahun yang lalu (MAC Dam, 1996). Betapa pentingnya tempat ini, menjadi tempat bobolnya Danau Bandung Purba, yang memungkinkan dasar Danau Bandung Purba menjadi dapat dihuni. Secara administrasi, kawasan bekas Danau Bandung Purba itu menjadi wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat.

Curug Jompong adalah situs bumi, laboratorium, dan monumen bumi dalam rangkaian sejarah bumi Bandung, sehingga sangat baik bila dijadikan lokasi studi lapangan ilmu-ilmu kebumian.*

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19

Netizen Senin, 25 Januari 2021 | 10:06 WIB

Mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan menjadi isu dan agenda prioritas dalam berbagai pertemuan yang diselenggarakan...

Netizen, Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi COVID-19, Ketahanan Pangan,ketahanan pangan di masa pandemi,isu ketahanan pangan,jaminan ketersedian pangan

Relevansi Penerapan Merdeka Belajar terhadap Pandemi Covid-19

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 19:07 WIB

Akankah adanya kebijakan merdeka belajar--kampus merdeka relevan untuk diterapkan pada pendidikan tinggi teknik, khususn...

Netizen, Relevansi Penerapan Merdeka Belajar terhadap Pandemi Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,Merdeka Belajar,Pandemi Covid-19,pendidikan di masa pandemi covid 19,kebijakan merdeka belajar

Oleh-Oleh Tak Sekadar Barang Bawaan

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 18:07 WIB

Oleh-oleh itu sendiri sebenarnya menunjukkan kekhasan daerah wisata yang sudah kita kunjungi pada kesempatan itu.

Netizen, Oleh-Oleh Tak Sekadar Barang Bawaan, oleh-oleh Bandung,Pedagang Oleh-oleh,Cemilan buat Oleh-oleh

Jalan Suryani, Pasar Loak Baru Segala Ada

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 17:15 WIB

Kota Bandung dikenal dengan pasar loak Astanaanyar dan Cihapitnya, tapi dalam beberapa taun terakhir tepatnya empat taun...

Netizen, Jalan Suryani, Pasar Loak Baru Segala Ada, pasar loak Bandung,Pasar Loak Astana Anyar,Pasar loak Cilaki,pasar loak jalan suryani,pasar loak,Bandung Baheula

Ketika Ponsel Ketinggalan di Dalam Taksi Online

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 14:23 WIB

Hal yang perlu diperhatikan adalah saat kita sedang bepergian. Berusahalah untuk selalu berhati-hati saat membawa atau m...

Netizen, Ketika Ponsel Ketinggalan di Dalam Taksi Online, Ponsel,kehilangan ponsel,bermain ponsel,ponsel ketinggalan,ketinggalan ponsel,menaruh ponsel

Menyoal Tantangan Sektor Pertanian di Era Pandemi

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 13:47 WIB

Penyebab Turunnya Nilai Tukar Petani di Jabar

Netizen, Menyoal Tantangan Sektor Pertanian di Era Pandemi, nilai tukar petani,ntp jabar,BPS,tantangan pertanian,BPS Jabar,COVID-19,Pandemi Covid-19

Bersepeda, Menyehatkan atau Membahayakan?

Netizen Minggu, 24 Januari 2021 | 13:30 WIB

Olahraga Bersepeda, Menyehatkan atau Membahayakan?

Netizen, Bersepeda, Menyehatkan atau Membahayakan?, Bersepeda,jantung,olahraga pandemi,COVID-19,Bandung Hari Ini,jalan digunakan untuk sepeda

Kreasi dan Inovasi Mahasiswa Sistem Telekomunikasi pada Masa Pandemi

Netizen Sabtu, 23 Januari 2021 | 23:06 WIB

Kreasi dan Inovasi Mahasiswa Sistem Telekomunikasi pada Masa Pandemi

Netizen, Kreasi dan Inovasi Mahasiswa Sistem Telekomunikasi pada Masa Pandemi, COVID-19,Sistem Telekomunikasi

artikel terkait

dewanpers