web analytics
  

Sejumlah Mahasiswa di Bandung Inisiasi Proyek Kerelawanan Secara Daring

Kamis, 7 Januari 2021 13:19 WIB Netizen Eka Rahmawati
Netizen, Sejumlah Mahasiswa di Bandung Inisiasi Proyek Kerelawanan Secara Daring, mahasiswa,Mahasiswa Bandung,Pendidikan,Swabelajar

Tangkapan layar salah satu akun media sosial Swabelajar Nusantara yang diambil pada Selasa (05/01/2021). (Instagram/swabelajar.nusantara)

Eka Rahmawati

Warga Jatinangor, Sumedang. Saat ini sedang mengikuti sekolah bahasa.

AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Bandung menginisiasi proyek kerelawanan di bidang pendidikan yang bergerak penuh secara daring. Proyek yang pertama kali digagas pada pertengahan tahun 2020 itu menjadi salah satu solusi bagi anak muda untuk tetap bisa berkontribusi dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa pandemi.

Berangkat dari rasa bosan yang kerap kali dirasakan siswa Sekolah Dasar (SD) selama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), proyek yang dinamakan Swabelajar Nusantara ini hadir dalam meramaikan dunia edukasi melalui platform digital dengan membagikan video-video menghibur berdurasi singkat yang memuat konten pengetahuan umum seperti Ensiklopedia Anak, Bahasa Inggris, dan suguhan fakta-fakta menarik.

Untuk Anda yang kesulitan mendapatkan akses ke media sosial, jangan khawatir, Swabelajar Nusantara juga menyediakan grup WhatsApp dengan seorang admin yang secara rutin membagikan beberapa video dalam sepekan.

Para mahasiswa yang pertama kali  menggagas proyek tersebut adalah Siti Nurhayati, Siti Aryati, dan Fitri Asriyanti dari Sastra Inggris Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD Bandung) serta Shofura Agisda dari Pendidikan Bahasa Korea Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

“Awalnya saya dan dua orang teman sejurusan yang merencanakan proyek ini, lalu kami ajak lagi satu teman kami dari UPI. Kami berempat menyusun konsep proyeknya dan sepakat untuk merekrut teman-teman terdekat kami sampai akhirnya terbentuk sebuah tim yang berisi 18 orang mahasiswa dari beberapa kampus di Bandung.” Ujar Siti Nurhayati atau Nur ketika ditemui di kediamannya di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Selasa (06/01/2021).

Diketuai oleh seorang project director, Swabelajar Nusantara terbagi menjadi tiga tim dengan masing-masing tugas yang berbeda. Ketiga tim tersebut yaitu tim subjek yang bertugas menyusun silabus berisi materi konten video, tim publikasi yang fokus pada rancangan desain dan editing video yang akan diunggah di media sosial, serta tim humas yang berkomunikasi dengan kontributor video (relawan yang memproduksi video) dan Sahabat Swabelajar Nusantara (penerima manfaat dari proyek yang tergabung dalam grup WhatsApp).

Menjadi salah satu kegiatan yang cukup diminati pada masa pandemi, proyek kerelawanan secara daring banyak ditemukan di media sosial, diantaranya yang bergerak di bidang kesehatan, sosial, pendidikan, ataupun lingkungan.

Menurut Nur, dengan hampir seluruh kegiatan mahasiswa yang dilakukan dari rumah, maka melakukan kegiatan kerelawanan secara daring dipilih untuk menghilangkan kejenuhan dengan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian suatu masalah tanpa harus keluar dari rumah.

“Sebelum pandemi biasanya saya ikut kegiatan kerelawanan yang langsung datang ke lokasi, seperti datang ke sekolah-sekolah, atau penggalangan dana untuk korban bencana alam. Tapi dengan kondisi yang seperti sekarang, virtual volunteering memang jadi alternatif bagi kita untuk tetap gerak,” ungkapnya.

Sampai saat ini, Swabelajar Nusantara telah berjalan selama hampir 6 bulan dengan lebih dari 40 video edukasi yang telah mereka bagikan di media sosial dan grup WhatsApp. Sesuai namanya, proyek ini juga telah berhasil mengumpulkan lebih dari 100 member grup Sahabat Swabelajar Nusantara yang merupakan orang tua siswa atau siswa SD dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumedang, Bandung, Bekasi, Kudus, Jogjakarta, bahkan beberapa kota di Pulau Sumatera dan Sulawesi.

Menjalankan sebuah kegiatan sosial tanpa bertatap muka tentu bukanlah hal yang mudah. Evaluasi harus selalu dilakukan agar kegiatan tersebut dapat terus berjalan sesuai rencana serta memberikan dampak yang nyata.

“Yang jadi tantangan paling besar dalam menjalankan proyek virtual ini adalah bagaimana caranya membangun chemistry antar tim member agar muncul sense of belonging (rasa saling memiliki) terhadap kegiatan yang sedang dijalankan. Kuncinya sebenarnya ada di strategi komunikasi yang baik, khususnya melalui perangkat digital, dan saya masih perlu belajar banyak tentang itu.” Jelas Nur.

Ke depannya ia berharap untuk bisa terus mengembangkan proyek tersebut bersama seluruh timnya dan semakin banyak orang tertarik untuk sama-sama mencari solusi dengan terus bergerak melalui berbagai media untuk menjawab setiap tantangan di masa-masa pandemi yang sampai saat ini belum juga berakhir.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Peran Aktif Industri Telekomunikasi dalam Masa Pandemi Covid-19

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 13:33 WIB

Covid-19 mengubah semua kebiasaan yang dilakukan masyarakat di seluruh dunia.

Netizen, Peran Aktif Industri Telekomunikasi dalam Masa Pandemi Covid-19, Perang telekomunikasi dalam pandemi,COVID-19,handsanitizer,pjj (pembelajaran jarak jauh),Work From Home (WFH),zoom cloud meetings,Google Meet

Tanyakan 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Obat

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 10:21 WIB

Obat memang bisa menjadi khasiat, ketika penggunaannya tepat. Namun, obat pun bisa menjadi racun ketika berlaku sebalikn...

Netizen, Tanyakan 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Obat, obat generik,khasiat obat,obat paten,komposisi yang terkandung dalam obat,dosis dan aturan pakai obat

Terburgh Mengusulkan Sistem Terpisah

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 10:02 WIB

Sistem terpisah ini merupakan buah dari percobaan yang dilalukan Terburgh selama bertahun-tahun saat dia berdinas di Jaw...

Netizen, Terburgh Mengusulkan Sistem Terpisah, J. Th. Terburgh,vaksinasi cacar di Pulau Jawa,sistem sirkuler,riwayat hidup J. Th. Terburgh

Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah

Netizen Kamis, 21 Januari 2021 | 17:03 WIB

Makanan seperti seblak, nasi rames, sayur masak, mi tektek, milk bobba, thai thea, dan lain sebagainya ternyata begitu m...

Netizen, Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah, Kuliner gang di Kota Bandung,Kuliner di masa pandemi,Kuliner gang di Ciroyom Bandung,potensi bisnis kuliner gang di kota Bandung

Bukan Jalan Belakang Factory

Netizen Kamis, 21 Januari 2021 | 11:41 WIB

Secara resmi, nama Jl Belakang Factory belum ditulis dalam buku Perubahan Nama Djalan-djalan di Bandung yang diterbitkan...

Netizen, Bukan Jalan Belakang Factory, Jl Belakang Factory,Sejarah Jl Belakang Factory.,Sejarah Jl Belakang Factory Kota Bandung,Sejarah Kota Bandung,T Bachtiar,Perubahan nama jalan di Bandung,Nama Jalan di Bandung Baheula

Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda

Netizen Rabu, 20 Januari 2021 | 15:21 WIB

Jalan Veteran Kota Bandung yang menyediakan berbagai macam sepeda dan segala perlengkapan pendukungnya.

Netizen, Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda, Jalan Veteran Bandung,Kawasan toko sepeda Jalan Veteran Bandung,Komunitas sepeda Jalan Veteran Bandung,toko sepeda di Bandung,Onderdil sepeda di Bandung

Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?

Netizen Selasa, 19 Januari 2021 | 12:47 WIB

Pemberian uang yang tidak terkonsep ini atau dapat dikatakan diberikan secara cuma-cuma, justru akan memberikan dampak y...

Netizen, Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?, Uang jajan dan dampaknya,Uang jajan,Makna uang jajan untuk anak,uang jajan sebagai imbalan,uang jajan sebagai hadiah,uang jajan sebagai kewajiban

Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata

Netizen Senin, 18 Januari 2021 | 09:59 WIB

Di kompleks situs prajurit Terakota,  di Xian, China terdapat satu bangunan permanen yang berwarna keabu-abuan.

Netizen, Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata, Toilet,pariwisata,sumber pendapatan

artikel terkait

dewanpers