web analytics
  

Pantun Sudah Diakui UNESCO, Selajutnya?

Kamis, 7 Januari 2021 12:00 WIB Netizen Yupiter Sulifan
Netizen, Pantun Sudah Diakui UNESCO, Selajutnya?, pantun,UNESCO

Ilustrasi. (Pixabay)

Yupiter Sulifan

Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo

AYOBANDUNG.COM -- Tradisi pantun telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda tanggal 17 Desember 2020 oleh UNESCO. Ini adalah momentum sebagai langkah awal untuk melestarikan tradisi Pantun agar tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.

Seperti kita ketahui, pantun memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu bukan hanya sebagai alat komunikasi sosial namun juga kaya akan nilai-nilai yang menjadi panduan moral. Pesan yang disampaikan melalui pantun umumnya menekankan keseimbangan dan harmoni hubungan antarmanusia.

Pantun menyediakan wadah untuk menuangkan ide, menghibur, atau berkomunikasi antarmanusia, tanpa membedakan ras, kebangsaan, atau agama. Tradisi pantun mendorong rasa saling menghormati antarkomunitas, kelompok, dan individu.

Dalam komunitas Melayu, pantun memiliki peran penting sebagai instrumen komunikasi sosial dan bimbingan moral yang menekankan keseimbangan, harmoni, dan fleksibilitas hubungan dan interaksi antarmanusia dalam syairnya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b). Tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi. Pantun juga bisa disebut bahasa sindiran menurut KBBI.

Untuk itulah pantun mempunyai ciri khas tersendiri diantara bentuk puisi lama lainnya. Jika diubah maka tidak bisa lagi disebut pantun. Melainkan akan menjadi seloka, gurindam atau bentuk puisi lama lainnya.
Pantun adalah bentuk syair Melayu yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan emosi yang di dalamnya terdapat seni penyampaian metaforis menggunakan bahasa halus dan sopan. Sebagai sebuah tradisi lisan, Pantun diajarkan oleh para tetua dan pemuka adat kepada generasi yang lebih muda melalui aktivitas kehidupan sehari-hari, maupun melalui jalur ritual dan adat yang lebih formal.

Bagaimana dengan kondisi saat ini? Ketika UNESCO sudah mengakui Pantun sebagai warisan budaya dunia, apakah ada kemauan bangsa Indonesia untuk melestarikannya? Tatkala nasihat orang tua sudah mulai banyak ditinggalkan anak-anaknya, masih relevankah Pantun digunakan sebagai media untuk menyampaikan nasihat? 

Padahal dalam pantun nasihat memiliki isi yang bertujuan menyampaikan pesan moral dan didikan. Pantun nasihat biasanya memiliki pesan-pesan bijak yang mengajak untuk berbuat baik.

Contohnya :

Jalan-jalan ke kota Blitar,

jangan lupa beli sukun.

Jika kamu ingin pintar,

belajarlah dengan tekun.

Selama ini kita mengenal pantun ketika ada prosesi perjaka melamar gadis. Ya, walaupun hanya sebagai simbolis tapi sang perjaka harus mengucapkan pantun yang akan dibalas oleh pihak gadis. Misalnya:

Walaupun hanya seruas temu,

Tetapi masih bisa diramu.

Walaupun kita jarang ketemu,

Cintaku murni hanya untukmu.

Satu pertanyaan, akankah pantun akan bisa menyatu dalam kehidupan sehari-hari kita? Bila jawabnya, Bisa! Maka yang harus dilakukan adalah memberikan teladan, terutama kepada pejabat publik ketika membuka rapat atau memberikan kata sambutan dalam sebuah acara publik.

Pantun diselipkan dalam naskah sambutannya, baik di pembuka acara ataupun di akhir acara. Tak terkecuali profesi guru yang selalu berhadapan dengan banyak murid. Tidak salah bila dalam proses mengajar, diselipkan pantun, entah pantun nasehat, pantun jenaka ataupun pantun yang ada kaitannya dengan materi yang sedang disampaikan. Bisa juga Pantun dijadikan ice breaking tatkala proses belajar sudah berlangsung beberapa lama. Umpamanya:

Kalau tuan muda taruna,

pakai seluar dengan gayanya.

Kalau tuan bijak laksana,

biji di luar apa buahnya?

Dan, sungguh tidak bijksana bila saya menulis artikel tentang pantun ini, tapi tidak memberikan satu pantun penutup di akhir tulisan saya. Silah simak Pantun penutup dari saya berikut ini;

Beli cumi dapat gurita,

Dimasak oseng dengan oncom.

Bila Anda ingin berita,

Jangan lupa buka ayobandung.com.

Salam sehat, bahagia dan penuh semangat.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Peran Aktif Industri Telekomunikasi dalam Masa Pandemi Covid-19

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 13:33 WIB

Covid-19 mengubah semua kebiasaan yang dilakukan masyarakat di seluruh dunia.

Netizen, Peran Aktif Industri Telekomunikasi dalam Masa Pandemi Covid-19, Perang telekomunikasi dalam pandemi,COVID-19,handsanitizer,pjj (pembelajaran jarak jauh),Work From Home (WFH),zoom cloud meetings,Google Meet

Tanyakan 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Obat

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 10:21 WIB

Obat memang bisa menjadi khasiat, ketika penggunaannya tepat. Namun, obat pun bisa menjadi racun ketika berlaku sebalikn...

Netizen, Tanyakan 5 Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Obat, obat generik,khasiat obat,obat paten,komposisi yang terkandung dalam obat,dosis dan aturan pakai obat

Terburgh Mengusulkan Sistem Terpisah

Netizen Jumat, 22 Januari 2021 | 10:02 WIB

Sistem terpisah ini merupakan buah dari percobaan yang dilalukan Terburgh selama bertahun-tahun saat dia berdinas di Jaw...

Netizen, Terburgh Mengusulkan Sistem Terpisah, J. Th. Terburgh,vaksinasi cacar di Pulau Jawa,sistem sirkuler,riwayat hidup J. Th. Terburgh

Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah

Netizen Kamis, 21 Januari 2021 | 17:03 WIB

Makanan seperti seblak, nasi rames, sayur masak, mi tektek, milk bobba, thai thea, dan lain sebagainya ternyata begitu m...

Netizen, Kuliner Gang, Tren Penggugah Selera dengan Harga Murah, Kuliner gang di Kota Bandung,Kuliner di masa pandemi,Kuliner gang di Ciroyom Bandung,potensi bisnis kuliner gang di kota Bandung

Bukan Jalan Belakang Factory

Netizen Kamis, 21 Januari 2021 | 11:41 WIB

Secara resmi, nama Jl Belakang Factory belum ditulis dalam buku Perubahan Nama Djalan-djalan di Bandung yang diterbitkan...

Netizen, Bukan Jalan Belakang Factory, Jl Belakang Factory,Sejarah Jl Belakang Factory.,Sejarah Jl Belakang Factory Kota Bandung,Sejarah Kota Bandung,T Bachtiar,Perubahan nama jalan di Bandung,Nama Jalan di Bandung Baheula

Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda

Netizen Rabu, 20 Januari 2021 | 15:21 WIB

Jalan Veteran Kota Bandung yang menyediakan berbagai macam sepeda dan segala perlengkapan pendukungnya.

Netizen, Jalan Veteran Bandung, Surganya Pesepeda, Jalan Veteran Bandung,Kawasan toko sepeda Jalan Veteran Bandung,Komunitas sepeda Jalan Veteran Bandung,toko sepeda di Bandung,Onderdil sepeda di Bandung

Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?

Netizen Selasa, 19 Januari 2021 | 12:47 WIB

Pemberian uang yang tidak terkonsep ini atau dapat dikatakan diberikan secara cuma-cuma, justru akan memberikan dampak y...

Netizen, Uang Jajan, Wajibkah untuk Anak?, Uang jajan dan dampaknya,Uang jajan,Makna uang jajan untuk anak,uang jajan sebagai imbalan,uang jajan sebagai hadiah,uang jajan sebagai kewajiban

Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata

Netizen Senin, 18 Januari 2021 | 09:59 WIB

Di kompleks situs prajurit Terakota,  di Xian, China terdapat satu bangunan permanen yang berwarna keabu-abuan.

Netizen, Memperbaiki Toilet, Terobosan Baru di Sektor Pariwisata, Toilet,pariwisata,sumber pendapatan
dewanpers