web analytics
  

Tata Cara Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Hari H, Penerima Harus Melewati 4 Meja

Kamis, 7 Januari 2021 09:41 WIB Andres Fatubun
Umum - Nasional, Tata Cara Pelayanan Vaksinasi Covid-19 di Hari H, Penerima Harus Melewati 4 Meja, Vaksin Covid-19,Data Vaksin Covid-19,Relawan uji vaksin Covid-19,Berita Vaksin Covid-19

Simulasi Vaksinasi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara massal akan dilakukan secara serempak mulai 13 Januari.

Aturan teknis vaksinasi tersebut termaktub dalam keputusan direktur jenderal pencegahan dan pengendalian penyakit nomor hk.02.02/4/ 1 /2021 tentang petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi corona virus disease 2019 (covid-19).

Pada hari H pelaksanaan vaksinasi, penerima vaksinasi harus melalui empat meja pelayanan.

Meja 1 - Verifikasi

Petugas akan melakukan verifikasi kepada penerima vaksinasi. Di meja petugas memanggil sasaran penerima vaksinasi ke sesuai dengan nomor urutan kedatangan. Selanjutnya

petugas memastikan sasaran menunjukkan nomor tiket elektronik (e-ticket) dan/atau KTP untuk dilakukan verifikasi sesuai dengan tanggal pelayanan vaksinasi yang telah ditentukan. Verifikasi data ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi Pcare Vaksinasi (pada komputer/laptop/HP) atau secara manual yaitu dengan menggunakan daftar data sasaran yang diperoleh melalui aplikasi Pcare Vaksinasi yang sudah disiapkan sebelum hari H pelayanan (data sasaran pada aplikasi Pcare diunduh kemudian dicetak/print).

Meja 2 - Pemeriksaan Kesehatan

Setelah verifikasi selesai, penerima vaksinasi dipersilakan untuk pindah ke meja 2. Petugas kesehatan melakukan anamnesa untuk kesehatan, melihat kondisi kesehatan dan mengidentifikasi kondisi penyerta (komorbid) serta melakukan pemeriksaan fisik sederhana. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh dan tekanan darah.

Vaksinasi Covid-19 tidak diberikan pada sasaran yang memiliki riwayat konfirmasi Covid-19, wanita hamil, menyusui, usia di bawah 18 tahun dan beberapa kondisi komorbid yang telah disebutkan.

Data skrining tiap sasaran langsung diinput ke aplikasi Pcare Vaksinasi oleh petugas menggunakan komputer/laptop/HP. Bila tidak memungkinkan untuk menginput data langsung ke dalam aplikasi (misalnya akses internet tidak ada atau sarana tidak tersedia), maka hasil skrining dicatat di dalam format skrining untuk kemudian diinput ke dalam aplikasi setelah tersedia koneksi internet.

Berdasarkan data yang dimasukkan oleh petugas, aplikasi akan mengeluarkan rekomendasi hasil skrining berupa: sasaran layak divaksinasi (lanjut), ditunda atau tidak diberikan.  Jika diputuskan pelaksanaan vaksinasi harus ditunda, maka petugas menyampaikan kepada sasaran bahwa akan ada notifikasi ulang melalui sms blast atau melalui aplikasi peduli lindungi untuk melakukan registrasi ulang dan menentukan jadwal pengganti pelaksanaan vaksinasi.

Dilanjutkan dengan pengisian keputusan hasil skrining oleh Petugas di dalam aplikasi Pcare Vaksinasi.

a. Ketika pada saat skrining dideteksi ada penyakit tidak menular atau dicurigai adanya infeksi Covid-19 maka pasien dirujuk ke Poli Umum untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut

b. Sasaran yang dinyatakan sehat diminta untuk melanjutkan ke Meja 3.

c. Petugas memberikan penjelasan singkat tentang vaksin yang akan diberikan, manfaat dan reaksi simpang (KIPI) yang mungkin akan terjadi dan upaya penanganannya.

Meja 3 -  Vaksinasi

Pada meja 3 dilakukan penyuntikan vaksin. Penerima vaksin diminta duduk dalam posisi yang nyaman.

Untuk vaksin mutidosis petugas menuliskan tanggal dan jam dibukanya vial vaksin dengan pulpen/spidol di label pada vial vaksin. Petugas memberikan vaksinasi secara intra muskular sesuai prinsip penyuntikan aman.

Petugas menuliskan nama sasaran, NIK, nama vaksin dan nomor batch vaksin pada sebuah memo. Memo diberikan kepada sasaran untuk diserahkan kepada petugas di Meja 4.

Selesai penyuntikan, petugas meminta dan mengarahkan sasaran untuk ke Meja 4 dan menunggu selama 30 menit

Meja 4 - Pencatatan

Setelah disuntik, petugas di meja 4 akan menerima memo yang diberikan oleh petugas di meja 3. Petugas memasukkan hasil vaksinasi yaitu jenis vaksin dan nomor batch vaksin yang diterima masing-masing sasaran ke dalam aplikasi Pcare Vaksinasi.

Bila tidak memungkinkan untuk menginput data langsung ke dalam aplikasi (misalnya akses internet tidak ada atau sarana tidak tersedia), maka hasil pelayanan dicatat di dalam format pencatatan manual yang sudah disiapkan sebelum hari H pelayanan untuk kemudian diinput ke dalam aplikasi setelah tersedia koneksi internet.

Petugas wajib memberikan kartu vaksinasi, manual dan/atau elektronik, serta penanda kepada sasaran yang telah mendapat vaksinasi.

Petugas dapat mencetak kartu vaksinasi elektronik melalui aplikasi Pcare Vaksinasi. Kartu tersebut ditandatangi dan diberi stempel lalu diberikan kepada sasaran sebagai bukti bahwa sasaran telah diberikan vaksinasi.

Petugas mempersilakan penerima vaksinasi untuk menunggu selama 30 menit di ruang observasi dan diberikan penyuluhan dan media KIE tentang pencegahan Covid-19 melalui 3M dan vaksinasi Covid-19.

Penerima vaksinasi disarankan tidak berpergian ke luar kota setelah menerim vaksin.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Ini Permintaan Maaf Jokowi Karena Larang Mudik Lebaran

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 20:47 WIB

Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah/2021 masih dilalui umat muslim di tengah pandemi sehingga upaya pencegahan penyebaran...

Umum - Nasional, Ini Permintaan Maaf Jokowi Karena Larang Mudik Lebaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.363 Kasus Baru

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 20:25 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.594.722 kasus.

Umum - Nasional, Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.363 Kasus Baru, kasus baru Covid-19,total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia,Pandemi Covid-19,Indonesia

Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 17:02 WIB

Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang naik kelas masih sangat kecil. Sebab itu, pemerintah tengah berusaha...

Umum - Nasional, Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil, UMKM Naik Kelas,Menkop UKM Teten Masduki,UMKM,KUR

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 16:48 WIB

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Umum - Nasional, BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara, vaksin nusantara,vaksin nusantara terawan,vaksin nusantara dihentikan,penelitian vaksin nusantara,penelitian vaksin nusantara dihentikan,Kepala BPOM RI Penny K. Lukito,BPOM

Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 15:18 WIB

Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai target Presiden Joko Widodo (Jokowi) memva...

Umum - Nasional, Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis, Target Vaksinasi Nasional,target vaksinasi,Target Vaksinasi Covid-19,Presiden Jokowi,Target vaksinasi jokowi,target vaksin,Vaksin Covid-19,vaksin corona,Vaksinasi Covid-19

Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:22 WIB

Habib Rizieq Shihab (HRS) akhirnya menyelesaikan Program Doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dari balik j...

Umum - Nasional, Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq Shihab Pendidikan Doktoral,Pendidikan Doktor Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq

Ada Layanan Derek Gratis, Jangan Panik Mobil Mogok di Jalan Tol

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:15 WIB

Ada syarat dan ketentuan berlaku bila pemilik kendaraan mendapatkan layanan gratis tersebut.

Umum - Nasional, Ada Layanan Derek Gratis, Jangan Panik Mobil Mogok di Jalan Tol, jalan tol,Layanan Derek Gratis,Mobil Mogok di Jalan Tol,Jasa Marga

Pakar Wanti-wanti Masyarakat yang Maksa Mudik

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:11 WIB

Pelarangan mudik saat pandemi Covid-19 dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, jika memaksakan mudik di saat kondi...

Umum - Nasional, Pakar Wanti-wanti Masyarakat yang Maksa Mudik, memaksakan mudik,pelarangan mudik,kebijakan pelarangan mudik lebaran,Pandemi Covid-19,lonjakan kasus positif,Penularan Covid-19,potensi penularan covid-19,memaksakan diri untuk mudik

artikel terkait

dewanpers