web analytics
  

Kasus Bayi Jeong-In, Artis Korea Ramai Minta Maaf

Rabu, 6 Januari 2021 21:44 WIB
Umum - Internasional, Kasus Bayi Jeong-In, Artis Korea Ramai Minta Maaf, Jeong-In,Artis Korea,Korea Selatan

Ilustrasi -- Bayi Jeong-In. (Pixabay)

SEOUL, AYOBANDUNG.COM -- Kemarahan publik Korea Selatan (Korsel) terus berlanjut atas kematian bayi berusia 16 bulan bernama Jeong-in karena dugaan kekerasan. Banyak selebritas dari Negeri Ginseng membagikan unggahan untuk meningkatkan kesadaran tentang kasus kekerasan anak.

Mereka turut mengungkapkan kemarahan dan kesedihan atas peristiwa memilukan itu. Pada 2 Januari, acara investigasi SBS "Unanswered Questions" menayangkan sebuah episode yang membahas kisah Jeong-in. Dia diadopsi saat berusia sekitar tujuh bulan oleh orang tua angkatnya. Namun, Jeong-in meninggal di ruang gawat darurat rumah sakit pada 13 Oktober 2020, setelah serangan jantung.

Dilansir di Soompi, staf medis menjelaskan bahwa tubuh Jung-in penuh memar dan luka, termasuk perutnya yang penuh darah dari organ yang robek. Menurut laporan autopsi, penyebab kematiannya adalah luka di perut, akibat tekanan dari luar. Tekanan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada pankreas.

Cedera lain, termasuk patah tulang di lengan, tulang selangka, dan kaki. Ibu angkat Jeong-in mengeklaim kematian anaknya itu disebabkan kecelakaan.

Tim medis mencurigai luka-luka itu akibat pelecehan anak, bukan kecelakaan. Kemudian, mereka melaporkan orang tua angkat Jeong-in ke polisi. Saat ini, ibu angkatnya telah didakwa penuntutan atas dugaan pelecehan anak yang mengakibatkan kematian.

Ayah angkatnya telah didakwa atas kecurigaan, termasuk penelantaran. Kemarahan lebih lanjut dipicu setelah terungkap bahwa ada tiga laporan pelecehan anak yang dibuat tentang Jeong-in pada Mei, Juni, dan September, tetapi tidak ada tindakan yang diambil.

Program "Unanswered Questions" dan Asosiasi Pencegahan Pelecehan Anak Korea menyarankan tantangan daring untuk membuat tren frasa "Jeong-in, maafkan saya" di media sosial. Publik mengambil bagian dalam kampanye tersebut hingga frasa itu mencapai nomor satu di portal pencarian utama, sementara beberapa ribu unggahan telah dibagikan di Instagram. Banyak juga yang menulis petisi menyerukan hukuman keras bagi pelaku.

Jimin BTS turut mengunggah kampanye itu di komunitas penggemar di WeVerse pada 3 Januari. Dia berpartisipasi dalam kampanye itu dengan mengunggah "Jung-in, aku minta maaf".

Seventeen berbagi unggahan dengan tagar dan teks, "Kami akan mengubahnya". Shin Ae-ra, yang mengadopsi dua anak perempuan pada 2005 dan 2008 ikut ambil bagian dengan mengunggah di Instagram, "Jeong-in, maafkan saya. Kami akan mengubahnya".

"Orang tua biologis. Orang tua angkat. Orang tua tunggal. Banyak orang menjadi orang tua dengan mudah. Tapi berapa banyak orang yang memenuhi syarat untuk menjadi orang tua," Shin menulis.

Dia berbagi keprihatinannya tentang anak-anak lain seperti Jeong-in yang mengalami hal serupa. "Berapa banyak rasa sakit yang mereka alami. Betapa takutnya mereka. Ini tanggung jawab kami. Ini tanggung jawab saya. Apa yang harus saya lakukan," kata Shin.

Han Hye-jin bergabung dalam kampanye dengan tagar dan menulis bahwa dia tidak dapat mempercayai apa yang dilihat ketika dia menonton "Unanswered Questions". "Bagaimana bisa manusia begitu jahat," kata dia.

Setelah itu, Han Hye-jin mengalami kesulitan tidur karena marah dan sedih atas pelecehan itu. Sepanjang hari, dia menangis membaca artikel tentang Jeong-in.

"Sayang, maafkan saya. Saya sangat menyesal orang dewasa tidak dapat melindungi Anda. Di surga, di tempat tanpa rasa sakit, saya harap Anda makan dan tertawa sepuasnya," ujar Han.

Uhm Jung-hwa mengambil bagian dengan tagar dan mendorong semua orang untuk berpartisipasi. "Orang-orang dengan kejam menganiaya dan membunuh malaikat muda ini, yang hanya pantas mendapatkan cinta. Anak-anak yang tidak bersalah sedang sekarat, bahkan setelah beberapa laporan mengatakan tidak ada bukti," kata Uhm.

Dia mempertanyakan mengapa undang-undang tersebut begitu ringan. Padahal menurut dia, kehidupan anak-anak harus dilindungi dan semua kekerasan harus dicegah.

Lee Min-jung berbagi gambar sketsa dengan tulisan, "Maaf, Jeong-in" yang ditandatangani oleh putranya Jun-ho. "Saya harap Anda sehat dan bahagia di tempat itu. Orang dewasa yang tidak bisa melindungimu minta maaf," tulisnya. Dia memberi keterangan unggahan itu dengan harapan peristiwa serupa tak boleh terjadi lagi.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi

terbaru

RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapa...

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 16:55 WIB

Bisakah undang-undang yang telah resmi di Australia ini diberlakukan di Indonesia?

Umum - Internasional, RESMI: Google dan Facebook Wajib Bayar Media untuk Konten Berita, Kapan di Indonesia?, facebook,Google,Media,Konten Berita

Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:50 WIB

Pembunuhan yang telah berlangsung pada 28 dan 29 November 2020.

Umum - Internasional, Ratusan Warga Etiopia Diduga Telah Dibunuh oleh Tentara Eritrea, Pembunuhan Massal,Etiopia

Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 14:16 WIB

Saat ini, Maroko sebetulnya masih melarang keras produksi dan pemakaian ganja.

Umum - Internasional, Ganja Berpeluang Dilegalkan di Maroko, Ganja,Legal,Maroko,keperluan medis,terapeutik

China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 13:46 WIB

Aktivis dan pakar hak asasi manusia mengatakan setidaknya satu juta Muslim ditahan di kamp-kamp di wilayah barat terpenc...

Umum - Internasional, China Dianggap Telah Lakukan Genosida Muslim Uighur, Muslim Uighur,China

Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:45 WIB

Karena wilayah Utara, yang merupakan lokasi Kota Tabuk, sudah terbiasa turun salju.

Umum - Internasional, Bukan Tanda Kiamat, Turun Salju di Arab Saudi Hanya Hal Normal, salju,Arab Saudi

Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 11:25 WIB

Malaysia pada Selasa (23/2/2021) mengirim 1.086 warga Myanmar kembali pulang dengan ke tiga kapal angkatan laut yang dik...

Umum - Internasional, Malaysia Pulangkan Warga Myanmar saat Kudeta Militer, EU dan AS Kecewa, Myanmar,Kudeta Militer,Malayasia,Uni Eropa (UE),Amerika Serikat

Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 10:04 WIB

Seorang PSK di Negara Bagian Ebonyi, Nigeria berniat menjual bayinya yang berusia 4 bulan untuk modal bisnis bir. Karena...

Umum - Internasional, Kisah Pilu PSK Jual Bayi untuk Modal Bisnis Miras, PSK,Bayi dijual,Jual Bayi,Bayi PSK,Kisah PSK,Kisah pilu PSK

Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?

Internasional Jumat, 26 Februari 2021 | 09:27 WIB

Jagat media sosial diramaikan dengan salju yang turun di wilayah Tabuk, Arab Saudi belum lama ini. 

Umum - Internasional, Heboh Salju Turun di Tabuk Arab Saudi, Pertanda Kiamat?, Salju arab,hujan salju arab saudi,salju tabuk arab,tanda kiamat salju di arab,salju,Tanda kiamat,kiamat
dewanpers