web analytics
  

Catatan Hotel di Jawa Barat

Rabu, 6 Januari 2021 09:16 WIB Netizen Neneng Apipatul Latipah, S.Si
Netizen, Catatan Hotel di Jawa Barat, BPS,Hotel,Jawa Barat,Pandemi Covid-19

Perkembangan TPK Hotel Bintang dan Non Bintang di Jawa Barat Oktober 2019-Oktober 2020 (BPS)

Neneng Apipatul Latipah, S.Si

Statistisi pertama BPS Kota Bogor

AYOBANDUNG.COM – Usaha perhotelan sangat dipengaruhi situasi ekonomi, politik, sosial, hingga masalah kesehatan yang berada di wilayah hotel berdiri.

Pemasukan usaha perhotelan yang tak kenal masa libur juga sangat dipengaruhi jumlah kunjungan tamu.

Berdasarkan hal itu, adanya pandemi covid-19 jelas membawa dampak bagi usaha-usaha perhotelan dikarenakan kelangsungan usahanya sangat dipengaruhi oleh kedatangan tamu yang berkunjung ke hotel.

Dalam berita resmi statistik yang dirilis Badan Pusa Statistik tanggal 1 Desember 2020 terlihat bahwa pada awal pandemi Covid-19 di Indonesia, atau Maret 2020, grafik tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jawa Barat—baik hotel bintang dan nonbintang—mengalami penurunan yang tajam.

Kemudian, bulan berikutnya (April), TPK hotel di Jawa Barat ini mengalami puncak penurunan.

Kondisi tersebut memicu banyaknya hotel yang tutup sementara dan berimbas pada dirumahkannya para karyawan hotel.

Secara y-o-y, pada bulan Oktober 2020, terjadi penurunan TPK sebesar 13.34 poin. Penurunan TPK untuk hotel bintang mengalami penurunan TPK sebesar 12.5 poin dan TPK hotel nonbintang menurun 10.94 poin.

Pengurangan tamu hotel ini disebabkan oleh keputusan pribadi tamu itu sendiri untuk terlindung dari pandemi. Selain itu, kebijakan yang dikeluarkan instansi guna melindungi pegawai dari ancaman penyebaran pandemi juga menjadi alasan lainnya. Salah satu kebijakan yang dilakukan di antaranya tidak melaksanakan penyelenggaraan kegiatan rapat, pelatihan, dan kegiatan teknis lainnya di hotel.

Berbagai upaya dilakukan oleh pengusaha hotel untuk bangkit kembali dari kondisi tersebut, namun tidak semua hotel mampu melakukannya. Bahkan sampai akhir tahun 2020, masih ada hotel yang belum bisa beroperasi kembali seperti sedia kala. Salah satunya karena besarnya modal recovery untuk bangkit masih belum sesuai dengan banyaknya tamu yang datang.

Akhir Tahun merupakan high season time bagi usaha perhotelan, sehingga tidak salah bila para pengusaha berharap untuk dapat menaikan jumlah kedatangan tamu di waktu tersebut. Namun adanya pandemi yang masih terus meningkat menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan peraturan baru mengenai pembatalan pemberian cuti bersama selama 3 hari yaitu 28, 29 dan 30 Desember yang sebelumnya diberikan sebagai pengganti cuti bersama Idulfitri.

Keadaan ini memang menambah sukar para pengusaha untuk dapat bangkit dan memulihkan kondisi kesehatan finansial usahanya tersebut, sehingga tidak dielakkan lagi kalau kebijakan ini tentunya menimbulkan kekecewaan bagi pihak pengusaha. Namun demikian, demi menjaga dan meminimalisasi penyebaran pandemi ini butuh kerja sama dari semua pihak.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai

Netizen Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:13 WIB

Akhir-akhir ini di berbagai daerah, masyarakat mengeluhkan melambungnya harga cabai rawit merah hingga Rp.120.000, samp...

Netizen, Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai, Harga Cabai Naik,Harga Cabai Tanjung Naik,BPS

Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi

Netizen Jumat, 5 Maret 2021 | 09:25 WIB

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia genap berusia setahun. Sejak ditemukan kasus perdana di awal Maret tahun 2020, h...

Netizen, Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi, Infokom,COVID-19,PSBB

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

artikel terkait

dewanpers