web analytics
  

Perkembangan Transportasi Pada Masa Pendemi Covid-19 di Jawa Barat

Senin, 4 Januari 2021 12:51 WIB Netizen Sapto Prayogo, S.P.
Netizen, Perkembangan Transportasi Pada Masa Pendemi Covid-19 di Jawa Barat, Pandemi Corona,BPS,Perkembangan Transportasi,Transportasi Jawa Barat

Penumpang menuruni pesawat di Bandara Husein Sastranegara, Cicendo, Kota Bandung, Kamis (10/9/2020). Bandara Husein Sastranegara kembali kembali mengoperasikan penerbangan pesawat jet komersial sebanyak 6 rute penerbangan domestik. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Sapto Prayogo, S.P.

Statitisi Ahli Pertama di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cianjur.

AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 masih menghantui Indonesia, khususnya Jawa Barat. Bahkan Covid-19 ini sekarang semakin mengganas dan memiliki varian baru. Hal ini menambah “ketakutan” masyarakat.

Selama kurang lebih 10 bulan, pendemi ini hampir menghancurkan segala bidang kehidupan. Mulai dari bidang pendidikan, bidang keagamaan, bidang olahraga, bidang ekonomi, bidang pariwisata, bidang perdagangan, bidang industri, bidang ketenagakerjaan, bidang transportasi, dan bidang-bidang lainnya.

Menurut data BPS, perkembangan transportasi angkutan udara di Jawa Barat bisa diamati dari aktivitas di 5 bandara udara yaitu Husein Sastranegara, Kertajati, Cakrabhuwana Penggung, Nusawiru, dan Wiriadinata. Jumlah penumpang penerbangan domestik selama bulan Oktober 2020 adalah 18.027 orang.

Angka ini jika dibandingkan dengan bulan September 2020 (M-to-M) mengalami kenaikan sebesar 20,96 persen. Dan apabila dibandingkan dengan Oktober 2019 (Y-on-Y) mengalami penurunan sebesar 69.91 persen. Begitupun apabila dibandingan antara Januari-Oktober 2020 dengan Januari-Oktober 2019 juga mengalami penurunan sebesar 79,00 persen.

Berbeda dengan jumlah penumpang penerbangan domestik, untuk jumlah muat barang, bagasi, pos/paket pada penerbangan domestik selama bulan Oktober 2020 adalah sebesar 643,91 ton. Angka tersebut jika dibandingkan dengan September 2020 (M-to-M) mengalami peningkatan sebesar 41,29 persen. Dan apabila dibandingkan dengan Oktober 2019 (Y-on-Y) juga masih mengalami peningkatan sebesar 81,40 persen. Akan tetapi apabila dibandingkan antara bulan Januari-Oktober 2020 dengan Januari-Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 76,58 persen.

Adapun perkembangan transportasi angkutan laut di Jawa Barat bisa diamati dari aktivitas di 7 pelabuhan yaitu Balongan, Cirebon, Eretan, Indramayu, Pamanukan, Pangandaran, dan Ratu. Volume barang dan peti kemas domestik di bulan Oktober 2020 sebanyak 196.370 ton. Angka tersebut jika dibandingkan dengan bulan September 2020 (M-to-M) menunjukkan kenaikan 76,05 persen. Dan apabila dibandingkan dengan Oktober 2019 (Y-on-Y) juga mengalami kenaikan sebesar 8,49 persen. Tetapi, jika dibandingkan antara bulan Januari-Oktober 2020 dengan Januari-Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar16,88 persen.

Sementara itu, volume barang dan peti kemas internasional selama bulan Oktober 2020 sebesar 33.210 ton. Angka tersebut jika dibandingkan dengan bulan September 2020 (M-to-M) menunjukkan penurunan sebesar 43,37 persen.  Begitupun jika dibandingkan dengan Oktober 2019 (Y-on-Y) juga mengalami penurunan sebesar 48,39 persen. Tetapi, jika dibandingkan antara bulan Januari-Oktober 2020 dengan Januari-Oktober 2019 mengalami peningkatan sebesar 24.42 persen.

Sedangkan perkembangan transportasi angkutan kereta api di Jawa Barat bisa diamati dari aktivitas di 2 DAOP yaitu DAOP 2 Bandung dan DAOP 3 Cirebon. Jumlah penumpang kereta api pada bulan Oktober 2020 sebanyak 693.850 orang. Angka tersebut jika dibandingkan dengan bulan September 2020 (M-to-M) menunjukkan kenaikan 10,24 persen. Dan apabila dibandingkan dengan Oktober 2019 (Y-on-Y) juga mengalami kenaikan sebesar 10,32 persen. Tetapi, jika dibandingkan antara bulan Januari-Oktober 2020 dengan Januari-Oktober 2019 mengalami penurunan sebesar 34,54 persen.

Lain halnya dengan volume barang yang diangkut oleh kereta api selama bulan Oktober 2020 sebesar 73.230 ton. Angka tersebut jika dibandingkan dengan bulan September 2020 (M-to-M) menunjukkan kenaikan sebesar 8,12 persen.  Begitupun jika dibandingkan dengan Oktober 2019 (Y-on-Y) juga mengalami kenaikan sebesar 7,96 persen. Dan juga jika dibandingkan antara bulan Januari-Oktober 2020 dengan Januari-Oktober 2019 mengalami peningkatan sebesar 4,40 persen.

Data-data di atas menggambarkan bahwa perkembangan transportasi udara, kapal laut, dan kereta api di Jawa Barat dari Bulan September 2020 ke Bulan Oktober 2020 dari hari ke hari semakin membaik. Hal ini disebabkan oleh masyarakat yang sudah tidak takut lagi dengan Covid-19. Masyarakat telah memiliki kesadaran akan protokol kesehatan. Masyarakat ingin bangkit dari keterpurukan dan beraktifitas kembali seperti sediakala.

Data-data tersebut menggambarkan juga kondisi masyarakat Jawa Barat selama masa pendemi Covid-19 sangat mengurangi perjalanan keluar kota atau keluar daerah. Bahkan selama masa pendemi Covid-19 jumlah penumpang pesawat domestik turun drastis sampai 79 persen. Hal ini disebabkan oleh protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat oleh perusahaan-perusahaan penerbangan dan bebarapa kepala daerah di Indonesia yang menerapkan lockdown di wilayahnya.

Selain itu, data-data tersebut juga menggambarkan mulai menggeliatnya sektor perdagangan online di Jawa Barat. Hal tersebut terlihat dari volume muat barang, bagasi, pos/paket, dan peti kemas domestik yang semakin meningkat di masa pendemi Covid-19 ini.    

Demikian ulasan singkat mengenai perkembangan transportasi udara, kapal laut, dan kereta api di Jawa Barat. Selanjutnya, agar perkembangan transportasi di Jawa Barat ini membaik maka pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama menanggulangi mengganasnya Covid-19. Semua pihak harus terus menerapkan protokol kesehatan. Mudah-mudahan masyarakat Jawa Barat sehat, makmur, dan sejahtera. Semoga.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen Jumat, 14 Mei 2021 | 08:43 WIB

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen, Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?, leuwipanjang,Terminal Leuwipanjang,leuwi,sejarah leuwipanjang,leuwipanjang adalah

Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:30 WIB

Sejatinya, agama (Islam) dan budaya (tradisi) hadir tidak untuk dipertentangkan (dibenturkan).

Netizen, Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran, Tradisi,Lebaran,Idulfitri,Sejarah,Islam,budaya

Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:05 WIB

Pamali atau pemali adalah pantangan atau larangan (berdasarkan adat dan kebiasan).

Netizen, Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda, Pamali,Pemali,Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda,Sunda,Budaya,Tradisi,Takhayul

Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja

Netizen Rabu, 12 Mei 2021 | 16:53 WIB

Bataviaasch Handelsblad dan Java-Bode edisi 8 Mei 1883 antara lain memuat kabar pelelangan barang-barang milik Raden Kar...

Netizen, Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja, raden kartawinata,belanda,suriaatmaja,kabupaten sumedang

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Menguatkan Literasi Ramadan

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:05 WIB

Di bulan Ramadan pula, kita membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar kita kembali menguatkan literasi kita.

Netizen, Menguatkan Literasi Ramadan, Al-Qur'an,Islam,Literasi,Ramadan

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

artikel terkait

dewanpers