web analytics
  

Apakah Anda Penerima Vaksin Corona? Ini Cara Mengeceknya

Sabtu, 2 Januari 2021 04:00 WIB
Umum - Nasional, Apakah Anda Penerima Vaksin Corona? Ini Cara Mengeceknya , Aplikasi Peduli Lindungi,Vaksin Covid-19,Data Vaksin Covid-19,Berita Vaksin Covid-19,Golongan penerima vaksin corona,Penerima vaksin covid-19,Penerima Vaksin Pertama

Cara cek daftar nama penerima vaksin Corona juga dapat dilakukan melalui laman Aplikasi Peduli Lindungi?  (Aplikasi Peduli Lindungi? )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah menjanjikan distribusi vaksin akan berlangsung pada pertengahan Januari ini.

Namun, penerima vaksin yang terlebih dahulu akan menerima ialah mereka yang berada pada garda depan baik pencegahan dan pengobatan penyebaran virus covid 19, seperti tenaga kesehatan.

Dengan begitu, para tenaga kesehatan ini dapat mulai melakukan pengecekan melalui aplikasi Peduli Lindungi yang dapat diunduh di Google Play Store bagi pengguna Android atau AppStore bagi para pengguna IOS.

Kemudian selain melalui aplikasi, cara cek daftar nama penerima vaksin Corona juga dapat dilakukan melalui laman https://pedulilindungi.id. Pengecekan ini dapat dilakukan dengan cara memasukkan NIK.

Apa Itu Aplikasi Peduli Lindungi? 
Aplikasi Peduli Lindungi telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kominfo Nomor 171 tahun 2020 sebagai dasar penyelenggaraan tracing, tracking dan fencing melalui infrastruktur, sistem dan juga aplikasi telekomunikasi mendukung Surveilans Kesehatan melengkapi Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika sebelumnya yaitu Keputusan Menteri Kominfo Nomor 159 Tahun 2020.

Selain memberikan informasi terkait terdaftar atau tidaknya sebagai calon penerima vaksin Corona, aplikasi Peduli Lindungi juga dapat mengidentifikasi orang-orang yang pernah berada dalam jarak dekat dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan ODP (Orang Dalam Pengawasan). Selain itu juga dapat membantu mengingat riwayat perjalanan dan dengan siapa melakukan kontak secara langsung.

Bagi Anda yang ingin melakukan pengecekan, maka Anda perlu memasukkan NIK. Setelah memasukan NIK sesuai dengan KTP, maka nantinya akan timbul informasi apakah nama Anda telah atau belum terdaftar sebagai calon penerima vaksin kelompok pertama.

Namun, bagi tenaga kesehatan atau tenaga penunjang yang ada di fasilitas pelayanan kesehatan yang belum mendapatkan SMS, atau namanya belum terdaftar saat melakukan cek NIK, maka segera mengirimkan email ke vaksin@pedulilindungi.id.

Seperti itulah cara cek daftar nama penerima vaksin corona via aplikasi dan website. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Sempat Ngaku-ngaku Anggota, Polisi Abal-abal Pukul Perawat

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 22:46 WIB

Pria pelaku penganiayaan perawat di RS Siloam Palembang, Kamis, 15 April 2021, dengan mengaku polisi ternyata bukan seor...

Umum - Nasional, Sempat Ngaku-ngaku Anggota, Polisi Abal-abal Pukul Perawat, Pemukulan Terhadap Perawat,Polisi Abal-abal,Polisi Palsu,Penganiayaan Perawat,RS Siloam Palembang

Ini Permintaan Maaf Jokowi Karena Larang Mudik Lebaran

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 20:47 WIB

Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriah/2021 masih dilalui umat muslim di tengah pandemi sehingga upaya pencegahan penyebaran...

Umum - Nasional, Ini Permintaan Maaf Jokowi Karena Larang Mudik Lebaran, Presiden Joko Widodo (Jokowi),jokowi,jokowi mudik,Larangan Mudik,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik Lebaran 2021,mudik,mudik,Mudik Lebaran,COVID-19

Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.363 Kasus Baru

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 20:25 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.594.722 kasus.

Umum - Nasional, Covid-19 di Indonesia Bertambah 5.363 Kasus Baru, kasus baru Covid-19,total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia,Pandemi Covid-19,Indonesia

Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 17:02 WIB

Jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang naik kelas masih sangat kecil. Sebab itu, pemerintah tengah berusaha...

Umum - Nasional, Jumlah UMKM Naik Kelas Masih Sangat Kecil, UMKM Naik Kelas,Menkop UKM Teten Masduki,UMKM,KUR

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 16:48 WIB

BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara

Umum - Nasional, BPOM Tak Beri Izin Uji Klinis Lanjutan Vaksin Nusantara, vaksin nusantara,vaksin nusantara terawan,vaksin nusantara dihentikan,penelitian vaksin nusantara,penelitian vaksin nusantara dihentikan,Kepala BPOM RI Penny K. Lukito,BPOM

Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 15:18 WIB

Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai target Presiden Joko Widodo (Jokowi) memva...

Umum - Nasional, Target Vaksin 70 Juta Jiwa Sampai Juli Dianggap Tidak Realistis, Target Vaksinasi Nasional,target vaksinasi,Target Vaksinasi Covid-19,Presiden Jokowi,Target vaksinasi jokowi,target vaksin,Vaksin Covid-19,vaksin corona,Vaksinasi Covid-19

Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:22 WIB

Habib Rizieq Shihab (HRS) akhirnya menyelesaikan Program Doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dari balik j...

Umum - Nasional, Habib Rizieq Selesaikan Pendidikan Doktor dari Balik Penjara, Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq Shihab Pendidikan Doktoral,Pendidikan Doktor Habib Rizieq Shihab,Habib Rizieq

Pakar Wanti-wanti Masyarakat yang Maksa Mudik

Nasional Jumat, 16 April 2021 | 13:11 WIB

Pelarangan mudik saat pandemi Covid-19 dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, jika memaksakan mudik di saat kondi...

Umum - Nasional, Pakar Wanti-wanti Masyarakat yang Maksa Mudik, memaksakan mudik,pelarangan mudik,kebijakan pelarangan mudik lebaran,Pandemi Covid-19,lonjakan kasus positif,Penularan Covid-19,potensi penularan covid-19,memaksakan diri untuk mudik

artikel terkait

dewanpers