web analytics
  

Jangan Minum Miras Jika Mau Divaksin

Jumat, 1 Januari 2021 08:04 WIB
Umum - Internasional, Jangan Minum Miras Jika Mau Divaksin, Vaksin Covid-19 Bandung,Vaksin Covid-19,Berita Vaksin Covid-19

Petugas bersama relawan dalam kegiatan Simulasi Pelayanan Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Puskesmas Balai Kota, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Rabu (23/12/2020). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menggelar simulasi vaksinasi Covid-19 guna mengetahui kendala saat proses vaksinasi yang akan dilakukan pada Januari 2021 mendatang. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Seorang ilmuwan Rusia yang terlibat dalam pengembangan vaksin Sputnik V mengingatkan masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksinasi saat berada di bawah pengaruh alkohol.

Kepala Pusat Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gamaleya di Moskow, Dr Alexander Gintsburg, mengatakan hal tersebut kepada New Scientist.

"Kami sangat menyarankan masyarakat untuk menahan diri dari alkohol selama tiga hari setelah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19," kata Gintsburg, seperti dilansir laman The Sun.

Pejabat di Rusia telah meminta warganya untuk menghentikan minuman keras jika mereka ingin disuntik vaksin. Rusia adalah salah satu negara pertama yang mengumumkan vaksin, yang dinamai berdasarkan satelit Uni Soviet yang menjadi benda buatan manusia pertama di luar angkasa.

Kabar diumumkan sebelum memulai uji klinis terakhir dan tetap tidak bersertifikat. Sementara itu, dalam pengujian tahap ketiga, mereka melibatkan sekitar 40.000 sukarelawan.

Vaksin Sputnik V membutuhkan waktu 42 hari untuk menjadi efektif. Selama waktu itu orang harus berhenti minum, menurut Wakil Perdana Menteri Rusia Tatiana Golikova.

Kepala Layanan Federal Rusia untuk Pengawasan tentang Perlindungan Hak Konsumen dan Kesejahteraan Manusia, Dr Anna Popova, yang membantu mengoordinasikan tanggapan Rusia terhadap Covid-19, menyarankan untuk berhenti minum-minum selama dua pekan sebelum suntikan pertama dan selama tiga pekan setelah yang suntikan kedua.

Mengingat ada tiga pekan antara dua suntikan tersebut, Popova menyarankan warga berhenti dari minuman keras selama sekitar delapan pekan. Gintsburg, mengatakan ini sebenarnya terlalu ketat, dan menyarankan "pembatasan yang masuk akal" daripada "larangan total".

Menurut Gintsburg, Segelas sampanye selama periode perayaan seharusnya baik-baik saja, tetapi sesi pesta minuman keras kemungkinan besar memiliki efek negatif.

"Penting untuk dipahami bahwa konsumsi alkohol yang berlebihan dapat secara signifikan mengurangi kekebalan dan oleh karena itu mengurangi efektivitas vaksinasi atau bahkan membuatnya tidak berarti," ujar Gintsburg.

Kadar alkohol tinggi, menurut Gintsburg, dapat menekan antibodi, yaitu protein dalam darah yang membantu menyerang virus. Ia mengungkapkan bahwa aturan ini tidak hanya untuk Sputnik V, tetapi juga untuk vaksin lainnya.

Dia mengatakan cukup jelas untuk menghindari minuman keras untuk vaksin Covid-19, meskipun sejauh ini tidak ada tim peneliti lain yang memperingatkannya. Sudah diketahui umum alkohol dalam jumlah banyak dapat membuat sistem kekebalan tubuh lebih lemah, karena pecandu alkohol lebih mungkin terkena infeksi.

"Peminum berat memiliki banyak masalah dan fungsi kekebalan yang buruk adalah salah satunya," kata ahli imunologi Eleanor Riley dari Universitas Edinburgh.

Dr Popova memperingatkan alkohol akan mengurangi kemampuan tubuh untuk membangun kekebalan terhadap Covid-19 karena itu membebani tubuh.

“Jika kita ingin sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat, jangan minum alkohol,” katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Cina Bikin Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Buruk?

Internasional Senin, 12 April 2021 | 15:35 WIB

Antony Blinken menilai kegagalan Cina bertanggung jawab atas pandemi Covid-19 yang lebih buruk daripada yang seharusnya.

Umum - Internasional, Cina Bikin Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Buruk?, Cina,Pandemi Covid-19,Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken,Amerika Serikat,Asal-usul Virus Corona

Tidak Ada Upacara Kenegaraan untuk Pangeran Philip, Ini Alasannya

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 07:42 WIB

Mendiang suami Ratu Inggris Elizabeth, Pangeran Philip, tidak akan dimakamkan dengan upacara kenegaraan karena pembatasa...

Umum - Internasional, Tidak Ada Upacara Kenegaraan untuk Pangeran Philip, Ini Alasannya, Pangeran Philip,Pangeran Philip meninggal,Ratu Inggris Elizabeth,Ratu Elizabeth II,Upacara Kenegaraan,Upacara Pemakaman Pangeran Philip,Kerajaan Inggris

Ini Profil Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 06:32 WIB

Kabar duka datang dari Istana Buckingham Inggris, Pangeran Philip yang merupakan suami Ratu Elizabeth II meninggal dunia...

Umum - Internasional, Ini Profil Pangeran Philip, Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia, Pangeran Philip meninggal,Profil Pangeran Philip,Biodata Pangeran Philip,Ratu Elizabeth II

Belanda Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia

Internasional Sabtu, 10 April 2021 | 05:30 WIB

Pembatasan penggunaan vaksin AstraZeneca dilakukan sejumlah negara dunia, usai ditemukannya efek samping langka pembekua...

Umum - Internasional, Belanda Batasi Penggunaan Vaksin AstraZeneca untuk Lansia, vaksin AstraZeneca,Belanda,Vaksinasi Lansia,Vaksin Covid-19

Inggris Berduka, Pangeran Philip Meninggal

Internasional Jumat, 9 April 2021 | 18:35 WIB

Berita Duka datang dari Kerajaan Inggris. Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth meninggal di usia 99 tahun.

Umum - Internasional, Inggris Berduka, Pangeran Philip Meninggal, Inggris Berduka,Berita Duka Kerajaan Inggris,Kerajaan Inggris,Pangeran Philip,Pangeran Philip meninggal,Ratu Elizabeth,Duke of Edinburgh,Berita Duka,Penyebab meninggal Pangeran Philip

Umrah Tanpa Izin Saat Ramadan Dikenakan Denda 10 Ribu Riyal

Internasional Jumat, 9 April 2021 | 12:36 WIB

Siapa pun yang ditemukan berusaha melakukan umroh selama bulan suci Ramadhan tanpa memiliki izin resmi akan didenda 10 r...

Umum - Internasional, Umrah Tanpa Izin Saat Ramadan Dikenakan Denda 10 Ribu Riyal, umrah ramadan,umrah tanpa izin,umrah ilegal,Ramadan 2021,Arab Saudi

Kartu Pos Awak Titanic Akan Dilelang dengan Harga Rp200 Juta

Internasional Kamis, 8 April 2021 | 17:50 WIB

Sebuah kartu pos yang ditulis oleh seorang awak kapal RMS Titanic akan dilelang dan harga ditaksir mencapai Rp 200 juta...

Umum - Internasional, Kartu Pos Awak Titanic Akan Dilelang dengan Harga Rp200 Juta, kartu pos awak titanik,kartu pos awak titanik dilelang,awak titanik,kartu pos titanik

Hijrah dari Alfabet Kiril, Uzbekistan Akan Gunakan Aksara Latin

Internasional Kamis, 8 April 2021 | 11:30 WIB

Setelah merdeka dari Uni Soviet, Uzbekistan menggunakan aksara kiril atau cyrilic.

Umum - Internasional, Hijrah dari Alfabet Kiril, Uzbekistan Akan Gunakan Aksara Latin, alfabet,Latin,Kiril,cyrilic,Uzbekistan

artikel terkait

dewanpers