web analytics
  

Perut Bayi Buncit, Normal atau Berbahaya?

Rabu, 30 Desember 2020 16:25 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Perut Bayi Buncit, Normal atau Berbahaya?, bayi,Perut Buncit,Kesehatan,ginjal

[Ilustrasi] Bayi umumnya memiliki perut buncit karena sistem pencernaannya belum optimal. Namun orang tua perlu waspada jika perut bayi terus membesar bahkan agak keras saat diraba. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Bayi umumnya memiliki perut buncit karena sistem pencernaannya belum optimal. Namun orang tua perlu waspada jika perut bayi terus membesar bahkan agak keras saat diraba.

Dokter spesialis anak dr Ina Zarlina Sp. A(K) mengatakan, kondisi perut bayi buncit bisa jadi gejala kelainan ginjal pada anak.

"Mulai antisipasi normal atau tidak dengan bayi perut membuncit. Bukan gemuk tapi perutnya saja yang membesar. Misalnya saat memandikan ada yang keras, perlu disadari normal atau tidak karena bisa saja perut membuncit pada bayi karena pembesaran ginjal yang terjadi karena kelainan saat lahir," kata Ina dikutip dari podcast kesehatan Kementerian Kesehatan, Minggu (27/12/2020).

Dia menjelaskan, bayi yang mengalami kelainan pembentukan ginjal umumnya telah mengalami pembengkakan saat masih di dalam kandungan. Kondisi itu terjadi karena bayi tidak bisa buang air kecil.

"Bayi normal secara fisiologis dalam kandungan buang air kecil. Sehingga urinenya akan keluar di air ketuban kemudian dia akan meminum lagi, jadi seperti siklus," ucap Ina.

Namun, jika ada sumbatan di saluran kemih maka bayi tidak bisa buang air kecil. Ina memaparkan, normalnya urine yang diproduksi ginjal akan keluar ke kantung kemih kemudian menjadi buang air kecil. Sayangnya, sumbatan pada saluran kemih itu membuat urine tertahan di ginjal.

"Mengakibatkan ginjalnya membesar karena urine tidak bisa keluar. Sehingga menimbul dipermukaan perut," katanya.

Namun, perut buncit bukan satu-satunya gejala kelainan ginjal pada bayi. Ina menyampaikan, gejala lainnya bisa berupa demam yang hilang timbul selama beberapa hari tapi tidak ada perbaikan. Atau warna urine yang berubah hingga tekanan darah yang tiba-tiba menjadi tinggi.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers