web analytics
  

Dua Sisi Dampak Revisi Cuti Bersama

Rabu, 30 Desember 2020 10:43 WIB Netizen Heri Susanto, S.Si.
Netizen, Dua Sisi Dampak Revisi Cuti Bersama, cuti bersama,Kasus Covid-19,Klaster Baru Covid-19,cuti bersama akhir tahun,Maulid Nabi Muhammad SAW

Ilustrasi (Heri Susanto)

Heri Susanto, S.Si.

Statistisi di BPS Kota Banjar

AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah kembali melakukan revisi cuti bersama. Pada revisi keempat ini, pemerintah mengurangi jumlah hari cuti bersama sebanyak tiga hari. Adapun penyebab pengurangan jumlah cuti adalah masih tingginya kasus Covid-19 dan pencegahan kemungkinan timbulnya klaster baru Covid-19.

Pemerintah semula menambah hari cuti bersama akhir tahun untuk mengembalikan gairah ekonomi, khususnya pariwisata di Indonesia. Sejak bulan juni tahun 2020 yaitu sejak dimulainya adaptasi kebiasaan baru (new normal), sektor pariwisata mulai menggeliat. Para pelaku pariwisata kembali membuka destinasi wisatanya setelah beberapa bulan sempat terhenti.

Pariwisata mempunyai peranan penting dalam meningkatkan perekonomian negara, khususnya dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan produktivitas ekonomi. Sektor pariwisata menciptakan permintaan konsumsi maupun investasi, yang pada akhirnya akan menimbulkan kegiatan ekonomi berupa produksi barang dan jasa. Kegiatan ekonomi yang muncul dari sektor pariwisata di antaranya adalah industri transportasi, industri restoran, industri perhotelan, industri  komunikasi, industri kerajinan, dan lain-lain.

Pada masa pandemi covid-19, industri perhotelan menjadi salah satu sektor usaha yang mengalami dampak cukup berat. Hal ini terlihat dari tingkat hunian kamar hotel yang menurun drastis. Namun sejak dimulainya adaptasi kebiasaan baru, tingkat hunian kamar hotel mulai menunjukkan peningkatan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat hunian kamar hotel (Tingkat Penghunian Kamar) di Jawa Barat, sejak bulan Juni 2020 sampai dengan bulan Oktober 2020 menunjukkan tren meningkat. Pada bulan Juni 2020, tingkat hunian kamar hotel hanya mencapai 19,13 persen. Tingkat hunian kamar hotel terus mengalami kenaikan, dan pada Bulan Oktober 2020 tingkat hunian kamar di Jawa Barat mencapai 37,02 persen. Adanya Libur nasional dan cuti bersama yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu penyebab meningkatnya tingkat hunian kamar pada bulan Oktober 2020.

Tren peningkatan tingkat hunian kamar hotel terjadi pada hotel bintang maupun nonbintang. Menurut data BPS, tingkat hunian kamar hotel bintang pada bulan Oktober 2020 sebesar 43,57 persen, naik 6,14 poin dibandingkan bulan September 2020 yang mencapai 37,43 persen. Tingkat hunian kamar hotel tertinggi menurut kelas hotel bintang tercatat pada hotel bintang 5 sebesar 58,13 persen, sedangkan terendah terjadi pada hotel bintang 1 sebesar 27,86 persen. Tingkat hunian kamar hotel nonbintang pada bulan Oktober 2020 sebesar 20,39 persen, naik 0,41 poin dibandingkan bulan September 2020 yang tercatat 19,98 persen. Tingkat hunian kamar tertinggi untuk hotel nonbintang terjadi pada hotel dengan kelompok kamar 10 sampai dengan 24 kamar yaitu sebesar 22,58 persen. Sedangkan yang terendah sebesar 10,67 persen terjadi pada hotel dengan kelompok kamar kurang dari 10 kamar.

Untuk rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di Jawa Barat pada bulan Oktober 2020 tercatat selama 1,42 hari. Rata-rata lama menginap ini lebih singkat dibandingkan bulan September 2020 yang tercatat selama 1,65 hari.  Kalau dibandingkan, rata-rata lama menginap tamu asing di jasa akomodasi tercatat selama 2,70 hari sedangkan tamu Indonesia tercatat  selama 1,41 hari.

Pemangkasan hari libur yang dilakukan pemerintah tentunya dapat berdampak negatif pada sektor pariwisata khususnya industri perhotelan. Tidak hanya Jawa Barat sebagai salah satu daerah destinasi pariwisata, daerah lain pun tentunya akan mengalami dampak dari pemangkasan hari libur tersebut. Masyarakat tentunya harus melakukan penjadwalan ulang dan bahkan mungkin akan membatalkan rencana perjalanan wisatanya ke suatu daerah.

Di sisi lain, ada dampak positif keputusan pemangkasan hari libur yang dilakukan oleh pemerintah. Selain dampak kesehatan, yaitu mencegah meluasnya penularan virus covid-19 dan terbentuknya kluster baru covid-19, pelaku usaha di luar sektor pariwisata menyambut baik keputusan pemerintah tersebut. Menurut pelaku usaha di luar sektor pariwisata, libur yang terlalu lama dianggap tidak baik bagi perusahaan tertentu dikarenakan mesin produksi harus tetap beroperasi selama 24 jam. Perusahaan terkadang harus menanggung beban lebih besar, karena harus membayar biaya lembur kepada pegawainya di saat libur panjang.

Dengan adanya pemangkasan hari libur, kegiatan ekonomi di luar sektor pariwisata diharapakan tetap berjalan. Hal ini tentunya, menjadi salah satu jalan menjaga tren positif mulai pulihnya kegiatan ekonomi seperti yang terjadi pada triwulan III tahun 2020. Seperti diketahui bahwa walaupun Ekonomi Jawa Barat triwulan III 2020 terhadap triwulan III 2019 (year on year) mengalami kontraksi sebesar 4,08 persen, namun secara triwulanan mengalami pertumbuhan sebesar 3,37 persen.

Adanya pertumbuhan sebesar 3,37 persen tersebut tentu harus membuat kita semakin optimis, perekonomian nasional dapat kembali pulih. Kebijakan pemerintah dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi covid-19 harus didukung oleh seluruh komponen bangsa. Semoga pandemi covid-19 segera berlalu, dan ekonomi Indonesia kembali bangkit.   

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 10:54 WIB

Wawacan berjudul ‘Putri Sekar Arum’ jadi penanda utama bahwa, bahasa, sastra, dan budaya Sunda masih hidup

Netizen, Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum , Putri Sekar Arum,Bahasa Sunda,Wawacan,Puisi Sunda

“Beberes" Solusi Atasi Kekumuhan Menjadi Keindahan

Netizen Senin, 1 Maret 2021 | 15:25 WIB

Salah satu problematika yang dihadapi warga Kota Bandung adalah soal sampah.

Netizen, “Beberes" Solusi Atasi Kekumuhan Menjadi Keindahan, Beberes,Kekumuhan,Bandung,Sampah,Keindahan

[Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Ayobandung.com Edisi Februari 2021

Netizen Senin, 1 Maret 2021 | 11:15 WIB

Selamat untuk 6 netizen yang tulisannya terpopuler pada edisi Februari 2021!

Netizen, [Ayo Netizen] 6 Tulisan Terpopuler Ayobandung.com Edisi Februari 2021, Ayo Netizen,AyoBandung,Tulisan Terpopuler

artikel terkait

dewanpers