web analytics
  

5 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Terendam Banjir di Akhir 2020

Selasa, 29 Desember 2020 15:46 WIB Erika Lia
Umum - Regional, 5 Kecamatan di Kabupaten Cirebon Terendam Banjir di Akhir 2020, banjir Cirebon,Banjir Susukan,BPBD Kabupaten Cirebon

Banjir merendam permukiman penduduk di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

SUSUKAN, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan orang terdampak banjir di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, hingga harus mengungsi, Selasa (29/12/2020). Selain di Susukan, banjir juga merendam 4 kecamatan lainnya.

Banjir setidaknya merendam permukiman penduduk di 2 desa di kecamatan itu, masing-masing Desa Susukan, Blok Dusun Keramat dan Panjunna, dan Desa Bojong Kulon, Blok Karang Nunggal dan Blok Ranca.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan menyebutkan, 336 rumah di Desa Susukan dan 100 rumah di Desa Bojong Kulon, terdampak banjir. Banjir terjadi sebagai imbas limpasan Sungai Uwanganayam.

"Ada 650 jiwa di Desa Susukan dan 580 jiwa di Desa Bojong Kulon sebagai korban terdampak," katanya.

Selain rumah, banjir juga merendam fasilitas umum (fasum) di ke 2 desa. Sebanyak 2 SD terendam air di Desa Susukan, sedangkan di Desa Bojong Kulon 3 musala juga terkena banjir.

Akibat kejadian itu, 15 jiwa dari Desa Bojong Kulon terpaksa mengungsi. Namun, dia memastikan, saat ini para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

"Air di Desa Bojong Kulon telah surut," ujarnya.

Sementara itu, di Desa Susukan air perlahan mulai surut, dengan tinggi muka air berkisar 30-40 cm. Banjir di Kecamatan Susukan terjadi setelah hujan berintensitas tinggi turun sejak sekitar Senin (28/12/2020) siang.

Selain di Kecamatan Susukan, bencana serupa pula dialami warga di beberapa kecamatan lain se-Kabupaten Cirebon, sejak Senin petang. Di Desa Kebarepan, Kecamatan Plumbon, 171 jiwa dari Blok Desa dan Blok Ciasem terdampak banjir.

"Di Desa Kebarepan, 21 rumah di Blok Desa dan 8 rumah di Blok Ciasem terendam banjir," tuturnya.

Hujan deras membuat Sungai Pulasaren meluap. Senin malam, air perlahan mulai surut.

Di Kecamatan Mundu, air masuk ke sebagian pemukiman warga di Desa Suci pada waktu yang sama. Banjir terutama berdampak pada 240 jiwa di Perumahan Mundu Regency, Blok Tenggelam, dengan tinggi muka air 25-35 cm.

Banjir di Desa Suci terjadi setelah saluran air atau drainase di kawasan sekitar meluap sebab tak lancarnya pembuangan air hujan. Air pun berangsur surut pada Senin malam.

Selain itu, banjir juga berdampak pada ratusan warga di 3 perumahan di Desa Gamel, Kecamatan Plered. Sebanyak 360 jiwa di Perumahan Telaga Pelangi dan 180 jiwa di Perumahan Nirwana Village terdampak dengan tinggi muka air 20-30 cm.

Selain di 2 perumahan itu, 489 jiwa di Perumahan Cahaya Permai pula terdampak banjir. Di perumahan ini, tinggi muka air 60-80 cm

"Hujan berdurasi 4 jam menyebabkan Sungai Cikenanga meluap sehingga air mulai naik pada Senin petang sampai malam hari," kata Alex.

Selain luapan sungai, banjir terjadi akibat tanggul jebol. Pihaknya sempat mengevakuasi warga yang rumahnya terendam sampai kemudian air surut pada Senin malam.

Hujan juga menyebabkan Sungai Cikuprit dan Sungai Kedungpane meluap pada Senin petang hingga membuat puluhan warga di Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, terdampak banjir. Selain masuk ke pemukiman warga, air juga mengganggu akses jalan di Jalan Kertasari.

Banjir dengan tinggi muka air 30-100 cm di Desa Sutawinangun membuat 10 jiwa dari RT 1/4 mengungsi, termasuk 2 balita di rumah ketua RW setempat. Beruntung, sejauh ini air telah surut.

Dari banjir yang mengepung sejumlah kecamatan di Kabupaten Cirebon, Alex memastikan tak ada korban jiwa. Lebih jauh, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat masa ini memasuki puncak musim hujan.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Hotel Termegah di Semarang Semasa Kolonial Itu Sudah Tak Ada

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 22:30 WIB

Menurut ceritanya, Hotel Jansen pernah menjadi tempat menginap Mata Hari, yang dituduh jadi mata-mata ganda saat Perang...

Umum - Regional, Hotel Termegah di Semarang Semasa Kolonial Itu Sudah Tak Ada, Hotel Jansen,Mata-Mata Mata Hari,semarang,Sejarah,Kota Lama,Hotel Termegah,Perang Dunia I

Ketua PWI Jabar Tinjau Ponpes dan Jalan Rusak Wilayah Cianjur Selatan

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 22:00 WIB

Rombongan yang dipimpin langsung Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat, sesampainya di halaman Ponpes Assyukur langsung disamb...

Umum - Regional, Ketua PWI Jabar Tinjau Ponpes dan Jalan Rusak Wilayah Cianjur Selatan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI),Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Hilman Hidayat,Cianjur,Bantuan sosial

Bukit Panyangrayan, Spot Asik Berfoto dari Ketinggian

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 17:30 WIB

Dengan tiket Rp2.000 per orang, pengunjung mendapatkan keindahan dan kenikmatan yang mumpuni.

Umum - Regional, Bukit Panyangrayan, Spot Asik Berfoto dari Ketinggian, Bukit Panyangrayan,Tasikmalaya,wisata alam

HPN 2021, PWI-Perhutani Cianjur Tanami Pohon Seluas 5 Hektar

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 17:00 WIB

Penanaman pohon tersebut merupakan ramgkaian kegiatan dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021.

Umum - Regional, HPN 2021, PWI-Perhutani Cianjur Tanami Pohon Seluas 5 Hektar, Hari Pers Nasional (HPN) 2021,Persatuan Wartawan Indonesia (PWI),KPH Perhutani,Cianjur

Pulang Senam Aerobik, Puluhan warga Puspahiang Terpapar Covid-19

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 16:00 WIB

Nekat melakukan perjalanan luar kota, puluhan anggota club senam sehat di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, t...

Umum - Regional, Pulang Senam Aerobik, Puluhan warga Puspahiang Terpapar Covid-19, Pasien Positif Virus Corona,COVID-19,Tasikmalaya,Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi

Tolak Izin Tambang, Warga Tasik Laporkan Pemalsuan Tanda Tangan

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 14:40 WIB

Masyarakat mengaku tidak pernah membubuhkan tanda tangan pemberian izin lokasi tambang.

Umum - Regional, Tolak Izin Tambang, Warga Tasik Laporkan Pemalsuan Tanda Tangan, Tasikmalaya,Tambang Pasir,Ilegal,tanda tangan,Pemalsuan

Bulan Depan, 1.115 Guru PPPK di Bogor Terima Gaji Setara PNS

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 08:04 WIB

Bupati Bogor, Ade Yasin memastikan, 1.115 guru honorer yang telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian...

Umum - Regional, Bulan Depan, 1.115 Guru PPPK di Bogor Terima Gaji Setara PNS, Guru Honorer Bogor,Guru PNS Bogor,Guru PPPK,Guru PPPK Bogor

400 Kasus Covid-19 dalam Sehari Terjadi di Karawang

Regional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:56 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Acep Jamhuri menyatakan kasus positif Covid-19 di daerah itu meningkat hingga terja...

Umum - Regional, 400 Kasus Covid-19 dalam Sehari Terjadi di Karawang, Kasus Covid-19 Karawang,positif Covid-19 Karawang
dewanpers