web analytics
  

Bawaslu Jabar Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Pilkada Serentak

Selasa, 29 Desember 2020 12:07 WIB
Umum - Regional, Bawaslu Jabar Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Pilkada Serentak, Klaster Pilkada Jabar,Klaster Pilkada serentak,Pilkada Jawa Barat,Pilkada Serentak 2020

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menggunakan seragam sekolah melayani warga saat pemungutan suara di TPS 03 Kampung Cikondang, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalenhan, Kabupaten Bandung, Rabu (9/12/2020). (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Kekhawatiran terhadap munculnya klaster baru Covid-19 usai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Provinsi Jawa Barat tak terbukti.

Berdasarkan hasil evaluasi, setelah lebih dari dua pekan tidak ditemukan adanya bukti kuat munculnya klaster pilkada di delapan kabupaten/kota yang menggelar Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Jabar.

Delapan kabupaten/kota di Jabar yang menggelar pilkada, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Kota Depok.

"Ini menjadi satu hal positif, kami pastikan tidak ada klaster pilkada," ujar Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar, Abdullah Dahlan dalam kegiatan Bawaslu Jabar Forum Senin petang (28/12/2020).

Abdullah mengatakan, berdasarkan hasil pengawasan Bawaslu Jabar, seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 umumnya patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (proses) pencegahan Covid-19 dalam setiap tahapan hingga hari H pemungutan suara.

"Baik pemilih maupun penyelenggara tertib (menerapkan prokes). Bisa kami katakan pelaksanaan, Pilkada 2020 di Jabar berjalan sesuai dengan prokes dan tidak ada klaster baru. Tidak ada terkonfirmasi klaster baru, baik di penyelenggara pilkada ataupun pemilih," paparnya.

Sementara menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Rifqi Alimubarok, pihaknya tidak menerima laporan adanya klaster baru Covid-19 pascapelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di Jabar.

"Kalau hitungan (pilkada) 9 Desember, sekarang sudah 14 hari penyebarannya di delapan daerah. Pengumuman dari Satgas Covid-19 tidak ada (daerah yang menggelar pilkada) yang masuk zona merah (ketika itu). Hanya Kota Depok dan Kabupaten Karawang, yang lain tidak," paparnya.

Rifqi mengatakan, partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2020 juga meningkat dibandingkan Pilkada Serentak 2015 lalu dengan rata-rata partisipasi pemilih mencapai 69% atau naik 9% dibandingkan Pilkada Serentak 2015 lalu.

"Kalau dirinci, (partisipasi masyarakat) paling tinggi itu Pangandaran 88%, yang paling rendah Sukabumi sekitar 68%. Kalau target yang bisa dipenuhi hanya Pangandaran, yang lainnya tidak memenuhi target," katanya.

Meski belum memenuhi target, kata Rifki, tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada Serentak 2020 di delapan kabupaten/kota di Jabar yang menggelar pilkada rata-rata meningkat.

Rifki menjelaskan, Pilkada Serentak 2015 rata-rata 60 persen angka partisipasinya, sekarang meningkat, seperti Sukabumi yang naik dari 58 persen ke angka 60 persen, lalu Kabupaten Bandung dari 63 persen ke 72 persen, dan Pangandaran dari 77 persen ke 83 persen. "Itu yang hari membuat terkejut, ternyata masyarakat kita bisa hadir (mencoblos)," katanya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers