web analytics
  

Setop Stigma!, Mari Sebar Cinta

Senin, 28 Desember 2020 16:31 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Nasional, Setop Stigma!, Mari Sebar Cinta, Satgas Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo,Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB),Stigma pasien Covid-19,Stigma Covid-19

talkshow “Stop Stigma: Sebar Cinta Saat Pandemi” Senin (28/12/2020) dari Media Center Graha BNPB – Jakarta. (BNPB)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Munculnya stigma terhadap pasien Covid-19 dan penyintas secara nyata telah merusak hubungan sosial dan mendorong pengucilan yang bersifat kontraproduktif terhadap upaya deteksi dan pencegahan penularan Covid-19 di Indonesia.

Seorang penyintas asal Samarinda, Nia Oktavia Aksara, mengungkapkan betapa beratnya mendapat stigma tersebut. Nia yang sudah dinyatakan sembuh masih mendapatkan perlakukan berbeda dari lingkungan sekitarnya. 

"Stigma itu seperti walaupun saya sudah sembuh, mereka meminta saya untuk tetap tinggal dalam rumah. Keluarga juga menjadi takut keluar rumah karena banyak omongan yang tidak mengenakan. Mengubah stigam itu sulit," katanya dalam talkshow “Stop Stigma: Sebar Cinta Saat Pandemi” Senin (28/12/2020) dari Media Center Graha BNPB – Jakarta.

Akibat stigma itu juga, Nia harus bolak-balik ke psikolog karena ia masih merasa dirinya bisa menularkan. 

Pengajar KSM Psikiatri FKUI/RSCM Psikiatri Komunitas - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, Dr. dr. Hervita Diatri, Sp.KJ(K), menjelaskan apa yang dialami Nia adalah bukti kongret dari stigma.

Ia menjelaskan stigma itu muncul pada seseorang karena penyakitnya atau sesuatu yang berbeda dari yang bersangkutan sehingga kita menjaga jarak. 

"Masalahnya bukan cuma menjaga jarak, tapi juga bisa membuat seseorang marah, komunikasi terputus, dan membuat yang terstigma sulit untuk menceritakan apa yang dia alami," jelas Herviati. 

Pendapat yang sama dikuatkan oleh Anggota Sub Bidang Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19/Pengajar Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas – FKUI, Dr. dr. Retno Asti Werdhani. 

Asti menceritakan, berdasarkan pengalamannya di lapangan, banyak yang terinfeksi Covid-19 enggan menyebutkan orang-orang yang berkontak erat dengannya akibat stigma ini.

"Padahal mereka yang berkontak erat ini berpotensi menyebarkan virus lainnya. Bagi yang pernah berkontak erat pun, akibat stigma, mereka ketakutan untuk mengakui pernah berkontak dengan pasien positif," jelasnya. Akibatnya tracing untuk memutus penyebaran berjalan kurang optimal.

Ia mengatakan lebih lanjut, tracing terhadap kontak erat ini tujuannya bukan untuk mengungkap identitas, tapi untuk menelusuri rantai penyebaran Covid-19. Dengan keterbukaan informasi akan membantu petugas tracing menelusuri kontak erat di suatu lingkungan. 

Harveti dan Asti sepakat stigma ini muncul karena ketidaktahuan atau informasi yang salah.

Harveti mengatakan masih ada sekelompok masyarakat yang tidak percaya dengan pandemi Covid-19 dan masyarakat yang percaya bahwa dia tidak akan tertular. "Menurut data BPS, mereka berada di kisaran usia 17-29 dan golongan dengan pendidikan dan ekonomi yang rendah," jelasnya.

Salah satu solusinya, menurut Harveti, adalah melibatkan tokoh yang suaranya didengar oleh masyarakat seperti tokoh agama. Selain itu, suara penyintas yang pernah merasakan pengalaman langsung terkena virus Corona akan sangat membantu.  

Sedangkan Asti, peran media center seperti acara talkshow ini, bisa mereduksi hoaks dan meluruskan informasi kepada masyarakat.

"Sebagai individu, seseorang juga bisa membantu meluruskan informasi melalui media sosial. Apalagi WA grup yang bisa disebar kemana-mana," jelasnya 

Hidup sebagai orang yang terstigma memang tidak mudah. Namun ada solusinya.

Harveti menjelaskan kita tidak bisa mengubah apa yang ada di luar diri sendiri. "Yang bisa kita lakukan adalah mengenal diri sendiri dulu, membuat diri kita sendiri happy dan tetap positif, dan ketika kita berada di atas situasi tersebut kita bisa menjadi penolong," katanya.  

Di akhir dialog yang dipandu presenter Amanda Dasrul, Nia meminta agar masyarakat menghentikan stigma terhadap pasien dan penyintas. Sebaliknya mereka membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar. 

Marilah kita menjadi pahlawan dengan cara menghentikan stigma, budayakan sikap menolong, dan tetap disiplin dengan 3M; memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir. 


 

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Daftar Sekolah Kedinasan 2021 yang Bakal Dibuka April 2021

Nasional Minggu, 7 Maret 2021 | 19:14 WIB

Ini daftar sekolah ikatan dinas 2021

Umum - Nasional, Daftar Sekolah Kedinasan 2021 yang Bakal Dibuka April 2021, sekolah kedinasan,pendaftaran sekolah kedinasan 2021,CPNS

Gatot Ungkap Pernah Tolak Tawaran untuk Kudeta Demokrat

Nasional Minggu, 7 Maret 2021 | 14:19 WIB

Ajakan tersebut muncul sebelum Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) ditetapkan sebagai ketua umum versi kongres luar bi...

Umum - Nasional, Gatot Ungkap Pernah Tolak Tawaran untuk Kudeta Demokrat, Gatot Nurmantyo,Moeldoko,Kudeta Partai Demokrat,Moeldoko Kudeta Partai Demokrat,Kisruh Kudeta Partai Demokrat,Partai Demokrat

Gara-gara Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Tunda Penerbangan

Nasional Minggu, 7 Maret 2021 | 13:23 WIB

Gara-gara Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Tunda Penerbangan

Umum - Nasional, Gara-gara Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Tunda Penerbangan, wings air,jendela darurat,Penumpang Pesawat

AHY Sebut Moeldoko Tak Cinta, tapi Ingin Miliki Demokrat

Nasional Minggu, 7 Maret 2021 | 12:14 WIB

AHY pun menyindir senior, kader, hingga mantan kader yang tiba-tiba mencintai Partai Demokrat dan mengusung Moeldoko seb...

Umum - Nasional, AHY Sebut Moeldoko Tak Cinta, tapi Ingin Miliki Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),Ketua Umum Partai Demokrat Agus Yudhoyono,Partai Demokrat,Kudeta Partai Demokrat,Moeldoko Kudeta Partai Demokrat,Kisruh Kudeta Partai Demokrat

Mahfud MD: Pengurus Resmi Demokrat Saat Ini Adalah AHY. Belum Ada Lapo...

Nasional Minggu, 7 Maret 2021 | 04:01 WIB

Sementara terkait Kongres Luar Biasa PD Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum, belum...

Umum - Nasional, Mahfud MD: Pengurus Resmi Demokrat Saat Ini Adalah AHY. Belum Ada Laporan Hasil  KLB, Mahfud MD,Partai Demokrat,Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),Kongres Luar Biasa PD Deli Serdang,Moeldoko

Batik Air Bermasalah, Pesawat Masih di Tengah Landasan

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 22:03 WIB

Pesawat Batik Air PK-LUT Jambi-Jakarta hingga pukul 20.15 WIB, Sabtu (6/3/2021)

Umum - Nasional, Batik Air Bermasalah, Pesawat Masih di Tengah Landasan, Pesawat Batik Air,Batik Air,roda depan batik air bermasalah,batik air bermasalah

Ada Penumpang Tak Pakai Masker di Pesawat, Ini Klarifikasi Citilink

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 21:30 WIB

Maskapai Citilink memberikan klarifikasi terkait viralnya penumpang warga negara asing (WNA) yang tidak memakai masker d...

Umum - Nasional, Ada Penumpang Tak Pakai Masker di Pesawat, Ini Klarifikasi Citilink, Penumpang Citilink tanpa Masker,Pelanggaran Protokol Kesehatan,Klarifikasi,Citilink,warga negara asing (WNA),Twitter,Viral

Roda Tidak Masuk saat Mengudara, Batik Air Tujuan Jakarta Putar Balik...

Nasional Sabtu, 6 Maret 2021 | 19:06 WIB

Batik Air Tujuan Jakarta Putar Balik ke Jambi

Umum - Nasional, Roda Tidak Masuk saat Mengudara, Batik Air Tujuan Jakarta Putar Balik ke Jambi, Pesawat Batik Air,Batik Air,roda depan batik air bermasalah,batik air bermasalah,pesawat jakarta jambi,lion air grup

artikel terkait

dewanpers