web analytics
  

Sekolah Dibuka Pelajar Berkarya

Senin, 28 Desember 2020 05:30 WIB Netizen Yusup Nurohman
Netizen, Sekolah Dibuka Pelajar Berkarya, PJJ,Pendidikan

Seorang siswa yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Yoga (12), saat menyaksikan arahan tentang tahun ajaran baru dari Wali Kota Bandung Oded M Danial pada siaran langsung daring di kediamannya, Jalan Sekeloa, Kota Bandung, Senin (13/7/2020). Memasuki hari pertama sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021 yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19, mengakibatkan siswa di beberapa sekolah di Kota Bandung menerapkan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia guna meminimalisasi penyebaran pandemi Covid-19 pada lingkungan pendidikan. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Yusup Nurohman

Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga.

AYOBANDUNG.COM -- Kita telah menuju akhir tahun 2020 pada masa pandemi. Di sisi lain, para pelajar di Indonesia masih melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dengan diberlakukannya PJJ, pelajar mungkin tidak siap dengan kebiasaan baru ini. Banyak yang tidak efektif dan produktif dalam sistem PJJ. Walhasil, banyak yang menyebut tahun 2020 dengan sebutan generasi rebahan. Alasannya, sistem PJJ ini tidak hanya berdampak pada prodiktivitas belajar tetapi pada kesehatan mental dan psikis pelajar.

Tidak produktifnya pelajar dapat dilihat dari capaian belajar siswa yang menurun. Adanya perbedaan akses dan kualitas PJJ sehingga yang terjadi adalah kesenjangan capain belajar. Game online yang semakin mudah aksesnya juga membuat tidak produktif.

Data UNICEF menunjukkan 66% dari 60 juta siswa dari berbagai jenjang di Indonesia mengakui tidak nyaman belajar di rumah atau PJJ selama pandemi Covid-19. Data tersebut diambil dari survei melalui kanal U-report yang menerima 4.000 tanggapan dari siswa di 34 provinsi di Indonesia.

Saat ini pelajar melaksanakan pembelajaran dengan kurikulum darurat, yaitu dengan pemotongan standar pencapaian diturunkan 30-40% tanpa mengurangi kualitasnya. Tetapi dalam implementasinya pelajar tetap saja bosan dengan sistem yang ststis. Akhirnya tetap rebahan kembali. Hal ini sebenernya sangat berbahaya jika tidak ditindaklanjuti pemerintah. Pelajar bisa mengalami stress isolation yang permanen.

Sebagai pelajar seharusnya masa pandemi lebih bisa mengasah kemampuan diri yang dipelajari di dunia sekolah. Pelajar bisa melakukan kegiatan memasak, menulis, berkebun sampai berkarya menciptakan sesuatu yang baru. Tetapi yang terjadi sebaliknya, karena tidak adanya sosialisasi dengan teman hingga merasa kesepian pelajar akhirnya tidak produktif sehingga terjadilah lost of learning.

Keadaan ini ditindaklanjuti oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dengan melaksanakan kmembali pembelajaran tatap muka pada Januari 2021.

Bagi pelajar, hal ini menjadi kabar yang sedikit. Walaupun hal ini masih menjadi pro dan kontra bagi sejumlah pihak. Mengingat jumlah korban Covid-19 masih bertambah.

Adaptasi harus dilakukan sebagai langkah awal pelajar dalam pembelajaran tatap muka.

Tahun 2021 menjadi awal bagi para pelajar untuk berinovasi dan berkarya kembali. Dengan diterapkanya tatap muka kembali pelajar harus bisa lebih produktif. Selama pandemi tentu masih ada pelajar yang menggunakan waktunya dengan melakukan kegiatan yang mengasah skill. Seperti halnya memasak, menulis, berkebun, dan mengasah hobi masing-masing.

Kita harus sejenak berpikir dan mengevalusi tahun 2020. Banyak hal yang terbuang sisa-sia dari waktu yang telah dilewati. Tahun 2021 harus bisa kita balas dendam dengan karya kita setelah pandemi panjang kita ciptakan pelajar yang lebih berinovasi dan berkarakter. Karya anak bangsa adalah investasi bangsa yang harus didukung dan dikembangkan lebih maju.

Kita juga berharap baik dari masyarakat dan pemerintah saling bersinergi dan mengevaluasi setiap bidang yang terkena dampak pandemi. Khususnya pendidik dan peserta didik yang harus serius dalam melaksanakan langkah-langkah yang baik dan benar. Kita tidak bisa mengharapkan semuanya pada pemerintah pusat, tetapi juga soal mental kita (sense of education) dalam menanggapi kebutuhan kita mengenai pendidikan.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Urgensi Integrasi Data

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 15:52 WIB

“Kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif”. Kegundahan Presiden Joko Widodo atas progres Pemberlakuan Pembatasan...

Netizen, Urgensi Integrasi Data, PPKM,Integrasi data,BPS Jabar

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 09:29 WIB

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen, Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran, Situ Aksan,Sejarah Situ Aksan,Sin Ming,Iklan Situ Aksan,Sin Ming Hui Bandung

Penerjemah Sunda Pertama

Netizen Kamis, 25 Februari 2021 | 10:00 WIB

Raden Kartawinata menduduki posisi yang sebelumnya tidak ada dalam birokrasi kolonial di Tatar Sunda, menjadi penerjemah...

Netizen, Penerjemah Sunda Pertama, Penerjemah Sunda,raden kartawinata,K.F. Holle

Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?

Netizen Senin, 22 Februari 2021 | 15:08 WIB

Cerita ini terinspirasi dari pertanyaan, mengapa orang India mampu menduduki posisi-posisi penting di perbankan,  lembag...

Netizen, Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?, India,sukses,ekonomi

Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 17:59 WIB

Beberapa waktu lalu, Indonesia disebut-sebut sebagai produsen sampah nomor dua terbesar di dunia.

Netizen, Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara, Sampah,Indoensia,Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Sekolah di Sumedang

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:54 WIB

Pada 5 Juli 1867, Bupati Sumedang R.A. Soeria Koesoema Adinata alias Pangeran Sugih membuka sekolah yang diupayakan oleh...

Netizen, Sekolah di Sumedang, pengeran sugih,sekolah di sumedang,sejarah sekolah,kartawinata,pendopo sumedang,kabupaten sumedang

Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:17 WIB

Manfaat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai diragukan setelah Uni Soviet bubar, juga ketika negara-negara pecah...

Netizen, Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China, NATO,Pakta Pertahanan Atlantik Utara,Joe Biden,Amerika Serikat,Australia,china,Presiden Cina Xi Jinping

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:54 WIB

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen, Mencegah Kebakaran Sejak  Dini, mencegah kebakaran,dinas kebakaran,cara mencegah kebakaran

artikel terkait

dewanpers