web analytics
  

Prospek Pembukaan Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

Minggu, 27 Desember 2020 13:08 WIB Netizen Sjarifuddin Hamid
Netizen, Prospek Pembukaan Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel, Indonesia,Israel,Palestina,Diplomasi

Seniman Bandung, Gusjur Mahesa saat melakukan aksi kemanusiaan di Depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (8/6/2020). Aksi kemanusiaan yang diselnggarakan oleh dirinya sendiri tersebut guna menolak rasisme yang terjadi beberapa waktu lalu di Amerika Serikat serta kekerasan kemanusiaan yang menimpa warga Palestina. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Sjarifuddin Hamid

Lulusan Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI. Pernah bekerja pada beberapa surat kabar nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Apa manfaat yang diperoleh bila Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel?

Israel menguasai teknologi tinggi di bidang pertanian, penyulingan air laut, teknologi informasi, serta berbagi informasi terorisme. Itulah jawaban yang sayup-sayup terdengar.

Ada tambahan lagi. Adam Boehler di Yerusalem, Israel pada 21 Desember 2020 menyatakan pihaknya akan memberi tambahan dukungan finansial sebesar US$1 miliar kepada Indonesia. Syaratnya, Jakarta harus membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Kepala Pembangunan Internasional Untuk Kerjasama Keuangan AS tersebut menyebut sudah membicarakan tawaran itu kepada pihak Indonesia. Boehler pada Januari dan Oktober lalu berkunjung ke Jakarta. Dia dan pejabat-pejabat Indonesia membahas investasi di Sovereign Wealth Fund Indonesia.

US IDFC merupakan lembaga pembiayaan investasi yang dibentuk atas mandat Kongres Amerika Serikat (AS) yang berfokus pada investasi di negara-negara berkembang. Adapun Sovereign Wealth Fund Indonesia tampaknya akan menjadi perangkat penting untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.

SWF lazimnya merupakan tempat menampung kelebihan pendapatan negara hasil perolehan pajak, ekspor dan sebagainya. Sekalian pendapatan itu menjadi modal dasar.

Di sejumlah negara, SWF kemudian diinvestasikan dengan membeli obligasi, saham dan sebagainya. Tujuannya adalah untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan nilai intrisik uang yang disimpan dalam SWF.

SWF digunakan bila negara dalam keadaan darurat dan harus membeli sesuatu untuk kepentingan rakyat. Singapura menggunakan dana dalam SWF untuk membeli vaksin Pfizer-BioNTech, Moderna dan Sinovac.

Tidak ada Niat

Simpati Palestina kepada Indonesia ditandai dengan pernyataan Mufti Agung Yerussalem Syekh Muhammad Amin Al-Husseini yang secara terbuka memberi ucapan selamat setelah Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara Muhammad Ali Taher menyerahkan semua simpanannya di Bank Arabiya untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Dengan demikian persaudaraan dalam hubungan kedua negara sudah terbina sejak awal. Apalagi diantara negara-negara dan pergerakan yang hadir dalam KAA di Bandung tahun 1955, hanya Palestina yang belum merdeka. Indonesia seperti punya ‘janji’ memerdekakan Palestina. Selain itu pembukaan UUD 1945 juga menegaskan, kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

Terkait dengan kabar tentang pembukaan hubungan diplomatik dengan Israel, juru bicara Kemlu Teuku Faizasyah beberapa waktu lalu menegaskan pemerintah Indonesia tidak memiliki niatan untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Pernyataan Faizasyah itu segaris dengan Menlu Retno L.P. Marsudi yang mengatakan, Indonesia mendukung perjuangan bangsa Palestina.

Secara riil, Indonesia mendukung berbagai resolusi terkait Palestina. Misalnya Resolusi yang dikeluarkan Dewan Keamanan PBB yakni resolusi no 251. 252 267 271, 298 dan lain-lain. Juga Resolusi yang dikeluarkan Majelis Umum PBB dan UNESCO.

Resolusi yang paling terkenal adalah resolusi Dewan Keamanan nomor 242 yang meminta Israel menarik diri dari daerah yang didudukinya sejak perang tahun 1967.

Sementara Duta Besar Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Andy Rachmianto menegaskan Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina meskipun kondisi geopolitik Timur Tengah terus berubah.

Dukungan itu merupakan amanah konstitusi dan wujud kesungguhan dukungan terhadap resolusi PBB terkait Palestina. Dukungan Indonesia meliputi dukungan politik, ekonomi, sosial, diplomasi kemanusiaan dan lain-lain. Juga mendukung Palestina menjadi anggota penuh PBB.

Gagasan Trump

Presiden Donald memanaskan suasana ketika pemerintahnya pada 2017 menyatakan akan memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Dia juga menyatakan Yerusalem merupakan ibu kota Israel yang tidak dapat dibagi. Palestina diberi hak mengelola Yerusalem Timur bila sudah berbentuk negara.

Pemindahan tersebut, yang direncanakan rampung dalam tiga tahun, merupakan janji kampanye Trump pada 2016. Padahal Presiden-presiden AS sebelumnya tidak mengambil langkah seperti Trump walaupun sudah berjanji ketika berkampanye.

Pernyataan itu dan dukungan Trump agar Israel diperbolehkan menguasai lagi beberapa wilayah di Tepi Barat sungai Yordan bertentangan sikap Indonesia yang menyebut pemukiman Yahudi di Tepi Barat sejak 1967 adalah tidak sah menurut hukum. Indonesia dan banyak negara juga mendorong solusi dua negara untuk menguasai Yerusalem.

Namun reaksi dunia atas keputusan Trump hanya suam-suam kuku. Kemungkinan reaksi itu menunjukkan masalah Palestina sudah merupakan masa lalu.  

Dapat Apa?

Sepertinya berbagai kalangan pragmatis di dunia Arab, makin mempertanyakan apa yang didapat dari mendukung terwujudnya kemerdekaan Palestina. Puluhan tahun mendukung rakyat Palestina ternyata hanya menghabiskan waktu, dana dan tenaga. Palestina mulai dianggap membuat repot saja.

Mengapa sejumlah negara Arab melunak terhadap Israel?

Perubahan itu sebetulnya sudah berlangsung lama, terutama sesudah Mesir (1980) dan Yordania (1984) membuka hubungan diplomatik. Perubahan itu ditandai dengan kerjasama perdagangan serta intelijen.

Kini kerjasama itu semakin jelas Bahrain (12/9/2020) dan Uni Emirat Arab (UEA, 15/9/2020.) menormalisasi hubungan. UEA-Israel pernah membuka hubungan diplomatik pada 2015.

Bahrain, UEA dan negara-negara di sekitar Selat Hormuz dan Teluk Persia lainnya, seperti Kuwait dan Arab Saudi cemas dengan pengaruh Iran, yang penduduknya mayoritas Syiah, yang makin meluas. Apalagi Iran membantu gerakan Hezbollah di Lebanon dan milisi Houthi di Yaman. Pengaruh Iran makin menguat di Irak karena pemerintah Irak tidak ingin As berlama-lama di negaranya.

Dalam perspektif sejarah, hubungan Iran dengan negara-negara Teluk nyaris tak pernah sehat. Arab Saudi cs khawatir dengan kekuatan militer Shah Iran yang akan menguasai Teluk Persia dan Selat Hormuz. Kedua jalur air ini merupakan urat nadi transportasi migas ke bagian dunia yang lain. Tetapi setelah Shah Reza Pahlevi dijatuhkan hubungan mereka tidak pernah membaik.

Kalangan sejarawan juga mengulik peranan Inggris yang mengelola perbedaan Shiah-Sunni hingga sampai ke satu tahap yang tak bisa dipertemukan.

Mengepung Iran

Amerika Serikat dan Israel berkepentingan dengan dukungan negara-negara Arab karena rencananya yang tak pernah padam untuk mengeliminir Iran. Persektuan ini membuat Teheran tersudut apalagi Israel juga membangun kerjasama dengan Nagorno-Karabakh yang mempunyai perbatasan dengan Iran.

Posisi Indonesia berbeda dengan Mesir, Yordania, Sudan, UEA, dan Bahrain. Juga dengan Maroko yang ingin menyelesaikan masalah Sahara Barat dengan dukungan Amerika Serikat dan Israel.

Indonesia berbeda pandangan dengan Israel di fora-fora multilateral. Di alam nyata, Indonesia pernah membeli 28 pesawat tempur Skyhawk dan delapan helkopter bekas AU Israel. PM Yitzak Rabin menemui Presiden Soeharto di Cendana, pada malam 16 Oktober 1993.

Konon berkat Rabin dan lobi Yahudi, Amerika Serikat tidak jadi mengembargo senjata kepada Indonesia.

Presiden Soeharto didatangi lagi oleh Rabin ketika menginap di Hotel Waldorf Astoria lantai 41 di New York, di sela-sela kesibukan menghadiri sidang Majelis Umum pada tahun 1995. Pertemuan ini, kabarnya, melandasi perdagangan tidak langsung antara kedua negara.

Jadi tanpa pembukaan hubungan diplomatik, jalinan Indonesia-Israel sudah berjalan dengan baik. Bila Jakarta akhirnya meresmikan hubungan diplomatik, maka pemerintah akan mendapat beban baru.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?

artikel terkait

dewanpers