web analytics
  

Usai Dibantai Arsenal, Frank Lampard: Saya Marah karena Pemain Chelsea Malas

Minggu, 27 Desember 2020 06:07 WIB
Olahraga - Sepak Bola, Usai Dibantai Arsenal, Frank Lampard:  Saya Marah karena Pemain Chelsea Malas , Liga Inggris,Klasemen Liga Inggris,Fakta Liga Inggris,Frank Lampard

Stadion sepakbola. (juanmaalmazan dari Pixabay )

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pelatih Chelsea, Frank Lampard, tidak bisa menutupi kemarahannya terhadap para pemainnya. Lampard menilai pemain Chelsea malas sehingga dibantai 1-3 saat bertandang ke markas Arsenal dalam laga Liga Primer Inggris pada Sabtu (26/12) malam waktu setempat.

"Saya bertanggung jawab, tapi pemain juga harus mengambil tanggung jawab," kata Lampard, seperti dikutip Sky Sports, Minggu.

"Pesannya sangat jelas. Arsenal merupakan tim berbahaya meski sedang terpuruk," ujarnya. "Ketika Anda keluar dan bermain hanya 60 atau 70 persen, maka Anda tidak akan memenangkan apapun."

Lampard merasa kesal karena Chelsea sebenarnya berpeluang menyodok ke posisi kedua klasemen. Karena Leicester City dan Manchester United yang berada di posisi kedua dan ketiga klasemen, bermain imbang 2-2 pada laga sebelumnya.

Perolehan poin Chelsea tidak bertambah di angka 25. Poinnya terpaut dekat dari Leicester City (28 poin) dan MU (27 poin).

"Saya marah karena saya ingin kami memenangkan pertandingan. Karena, itu merupakan kesempatan kami untuk masuk ke posisi kedua," keluhnya.

Lampard menilai pemain Chelsea bermain malas sehingga layak dilumat Arsenal. 

"Kami malas sehingga memberikan penalti, malas untuk memberi tendangan bebas yang dia (Granit Xhaka) menempatkannya di pojok atas. Saya benar-benar sangat kecewa dengan permainan kami di babak pertama, karena hal tersebut di sepak bola adalah hal mendasar," katanya.

"Ini bukan soal taktik atau sistem. Ini soal apakah Anda mau berlari, kembali ke belakang membantu rekan Anda," sebut Lampard.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers