web analytics
  

Alasan Keluar dari Grup WhatsApp

Sabtu, 26 Desember 2020 13:52 WIB Netizen Sam Edy Yuswanto
Netizen, Alasan Keluar dari Grup WhatsApp, WhatsApp,Grup WhatsApp

Ilustrasi. (Antonbe/Pixabay )

Sam Edy Yuswanto

Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Berdasarkan pengamatan saya selama ini, ada banyak alasan mengapa seseorang memilih keluar dari grup WhatsApp (WA). Salah satunya karena terjadi perdebatan yang berujung konflik dengan salah satu anggota grup. Sehingga ia memilih keluar karena merasa sudah tidak nyaman bergaul dalam grup WA tersebut.

Saya pernah mengalaminya. Suatu ketika ada seseorang yang memasukkan saya ke dalam sebuah grup WA alumni sekolah. Sebenarnya saya merasa senang karena bisa bersua di dunia maya dengan teman-teman sekolah yang sudah bertahun-tahun lamanya tak pernah bertemu.

Awalnya, sesama anggota saling bercanda, ngobrol ngalor-ngidul, dan seterusnya. Namun lama kelamaan, saya merasa ada hal yang membuat tidak nyaman, tepatnya ketika ada salah satu anggota grup yang membuat saya tak nyaman dan berujung bersitegang hanya karena persoalan yang sebenarnya remeh.

Meski saya sudah berusaha berbaikan dengannya, tapi entah mengapa suasana di grup sudah tidak nyaman sehingga akhirnya saya pun memilih keluar dari grup tersebut.

Memasukkan nomor telepon seseorang tanpa meminta izin terlebih dahulu ke dalam grup juga bisa menjadi alasan seseorang keluar dari grup WA. Menurut saya, memang tidak etis bila memasukkan nomor telepon seseorang ke dalam sebuah grup WA tanpa izin terlebih dahulu. Kita tentu sepakat, nomor telepon adalah termasuk ke dalam privasi seseorang. Artinya, setiap orang tidak akan gegabah dan sembarangan memberikan nomor selulernya kepada orang-orang. Terlebih orang yang belum dikenalnya. Oleh karenanya, bila kita memiliki sebuah grup WA dan kita ingin memasukkan nomor telepon seseorang, seyogianya kita minta izin terlebih dahulu. Karena bisa saja ia merasa keberatan dimasukkan ke dalam grup tersebut.

Banyaknya postingan yang tidak berfaedah juga dapat menjadi alasan seseorang keluar dari grup WA. Saya kerap melihat anggota grup yang kerap memposting atau menge-share berita-berita dan video yang sangat tidak penting, bahkan cenderung masuk dalam konten yang tidak pantas untuk dilihat. Hal tersebut tentu menjadikan anggota grup lain merasa risih, sebal, bahkan geram dan marah. Bisa saja dia merasa dipermalukan dengan postingan video tak pantas tersebut ketika ia secara tak sengaja membuka WA di tengah keramaian dan ada orang lain yang melihatnya. Bisa-bisa menganggapnya sebagai orang yang gemar menonton tayangan tak pantas itu. Oleh karenanya, bila kita berada dalam sebuah grup WA, pikir dan renungkan matang-matang sebelum memosting gambar, menyebarkan berita, atau membagikan video.

Tentu masih banyak alasan lain (yang tak saya uraikan dalam tulisan saya kali ini) yang menyebabkan seseorang memilih keluar dari grup WA, misalnya karena merasa tersinggung atau tersindir dengan komentar atau postingan salah satu anggota. Maka dari itu, berhati-hatilah ketika kita tergabung dalam sebuah grup. Bijaklah dalam menulis atau memberikan komentar. Hormati hak dan privasi setiap anggota. Renungi sebelum menulis, memosting gambar atau video.

Ingatlah bahwa bahasa tulisan dan lisan itu sangat jauh berbeda. Apa yang kita tulis, meski sejatinya guyonan, bisa saja membuat orang lain tersinggung. Semoga tulisan ini bermnafaat dan dapat menjadi renungan bersama. Wallahu a’lam bish-shawaab.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam'

Netizen Senin, 12 April 2021 | 18:20 WIB

Suatu bangsa yang besar itu tidak akan melupakan tradisi, pun tidak lupa budaya sendirinya.

Netizen, Merawat Tradisi Munggahan, Meneguhkan Harmoni 'Sunda-Islam', Munggahan,Tradisi Munggahan,Munggahan Ramadan,Sunda,Islam

Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango

Netizen Senin, 12 April 2021 | 16:05 WIB

Akan jauh lebih baik membiarkan gunung itu dibalut sepi, tanpa kehadiran hiruk pikuk manusia.

Netizen, Kalau Cuma Nyampah, Tak Perlu Mendaki Gede-Pangrango, Taman Nasional Gede-Pangrango,Gunung Gede,Gunung Pangrango,Sampah,Pendaki

Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 19:05 WIB

Bagaimana caranya agar kita tak mudah mengeluh saat ditimpa cobaan atau ujian hidup?

Netizen, Bersyukurlah, Jangan Mudah Mengeluh, Mengeluh,Masalah Hidup,bersyukur,Renungan

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen Jumat, 9 April 2021 | 09:20 WIB

Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung

Netizen, Penataan Dua Jalan Poros di Kota Bandung, Penataan Poros Bandung,Jalan Poros Bandung,Kota Bandung,Jalan di Bandung

Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden

Netizen Kamis, 8 April 2021 | 16:10 WIB

Tidak akan ada impor beras jadi polemik karena cadangan beras di gudang Bulog mulai menipis.

Netizen, Polemik Ketersedian Beras dan Kebijakan Presiden, Beras,impor beras,cadangan beras,Bulog,Presiden Joko Widodo,COVID-19

Menambah Penghasilan dari Budi Daya Tanaman Porang

Netizen Kamis, 8 April 2021 | 15:50 WIB

Tanaman porang atau Amorphophallus oncophyllus menjadi salah satu alternatif tanaman yang bisa beradaptasi di semua jeni...

Netizen, Menambah Penghasilan dari Budi Daya Tanaman Porang, Tanaman Porang,Amorphophallus oncophyllus,Badan Pusat Statistik,Produk Domestik Broto (PBD)

Surat Berbahasa Sunda Abad ke-19

Netizen Rabu, 7 April 2021 | 16:55 WIB

Surat Berbahasa Sunda Abad ke-19

Netizen, Surat Berbahasa Sunda Abad ke-19, raden kartawinata,kartawinata,Sunda,Bahasa Sunda

Vaksinasi Massal dan Pemulihan Ekonomi Bangsa

Netizen Selasa, 6 April 2021 | 14:35 WIB

Salah satu game charger yang dicanangkan pemerintah adalah intervensi dibidang kesehatan.

Netizen, Vaksinasi Massal dan Pemulihan Ekonomi Bangsa, Pemulihan Ekonomi Bangsa,vaksinasi massal,Pandemi Covid-19,Badan Pusat Statistik (BPS)

artikel terkait

dewanpers