web analytics
  

Budi Gunadi Bukan Berlatar Belakang Kesehatan. PKS: Beri Ia Kesempatan

Rabu, 23 Desember 2020 09:07 WIB
Umum - Nasional, Budi Gunadi Bukan Berlatar Belakang Kesehatan. PKS: Beri Ia Kesempatan, Budi Gunadi Sadikin,Menkes Budi Gunadi Sadikin,Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera,Terawan Agus Putranto

Budi Gunadi Sadikin (kiri) yang ditunjuk sebagai Menkes menggantikan Terawan. (Suara.com/Ummi Hadya Saleh)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pagi ini Jokowi rencananya akan melantik 6 menteri baru. Dari 6 menteri baru, penunjukan Budi Gunadii Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menuai cibiran. Pangkalnya, latar belakang Budi yang bukan dari bidang kesehatan menjadi tanda tanya, apakah ia mampu memimpin Kementerian Kesehatan.

Apalagi saat ini diketahui pekerjaan rumah Kemenkes sangat berat karena harus mengurus persoalan pandemi Covid-19.

Terkait hal tersebut, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera turut menyoroti langkah Presiden Jokowi menunjuk Budi. Ia memandang latar belakang Budi yang tidak ada kaitan dengan kesehatan menjadi daya tarik.

Kendati begitu, Mardani mengatakan publik harus memberi kesempatan kepada Budi membuktikan kemampuan dan kinerjanya membawahi Kemenkes dalam 100 hari kerja.

"Menkes tidak berlatang belakang kedokteran atau medis juga menarik. Beri kesempatan 100 hari ini untuk bekerja," kata Mardani kepada Suara.com, Rabu (23/12/2020).

Diketahui, Menteri Kesehatan yang baru ditunjuk Presiden Joko Widodo, Budi Gunadi, diharapkan mampu memiliki gaya kepemimpinan berbeda dalam mengurus kesehatan.

Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra mengingatkan bahwa mengatasi persoalan kesehatan sangat berbeda dengan mengurus perusahaan.

Pernyataan itu sekaligus menanggapi latar belakang Budi Gunadi yang bukan dari profesi tenaga kesehatan dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN. Menurut Hermawan, latar belakang itu yang menjadi kelemahan ditunjuknya Budi sebagai Menkes menggantikan Terawan Agus Putranto.

"Ada kelemahan iya dari segi kesehatannya. Tapi kita berharap beliau punya potensi lebih, asal tidak mengelola seperti BUMN. BUMN, seperti korporasi orientasinya pada profit. Sementara kesehatan pada humanism dan quality of life yang tidak ada hubungannya dengan profit. Ini yang harus disesuaikan dengan gaya kepemimpinan beliau ke depan," papar Hermawan saat dihubungi suara.com, Selasa (22/12/2020).

Diakui Hermawan, Budi yang juga dikenal sebagai banker dan pengalamannya di BUMN, dinilai bisa mengatasi dalam pengelolaan vaksin Covid-19 juga koordinasi lintas departemen.

Namun Hermawan mengingatkan bahwa Budi harus belajar cepat memahami kondisi kesehatan di masyarakat saat ini. Bukan hanya masalah Covid-19, tetapi juga dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat adanya pandemi.

"Dalam jangka 2021, 2022, 2023 kita akan menghadapi hal impact kesehatan dan beliau harus cepat belajar terkait dengan situasi ini. Sehingga tidak ada alasan karena beliau latar belakang non kesehatan. Khawatirnya terlambat memahami dampak kesehatan," ujarnya.

Dampak kesehatan yang dimaksud Hermawan berupa penanganan penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, diabetes dan lainnya, yang tidak terkontrol akibat adanya pandemi Covid-19. Terlebih layanan kesehatan untuk penyakit infeksi lainnya juga terganggu.

Hermawan memandang, persoalan itu akan tetap muncul meski pandemi Covid-19 telah teratasi.

"Tantangannya, menteri yang baru ditunjuk ini kan beliau dari BUMN, perbankan. Jadi mengelola kesehatan itu beda dengan tata kelola korporasi. Harapan kami menteri baru ini benar-benar belajar cepat, belajar sumber daya kesehatan yang beraneka, belajar tentang sistem kesehatan yang sangat detail tetapi pun beliau mampu mengelola koordinasi sumber daya yang beraneka," pungkasnya.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dudung Ridwan

terbaru

Update Covid-19 Indonesia Bertambah 3.080 Kasus Baru

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 17:05 WIB

Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.739.750 kasus.

Umum - Nasional, Update Covid-19 Indonesia Bertambah 3.080 Kasus Baru, Update Covid-19 Indonesia,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),3.080 Kasus Baru,total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia,kasus harian Covid-19

Khawatir Bahaya, Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 14:15 WIB

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memilih bersikap waspada dan menghentikan distribusi serta penggunaan batch CTMAV547.

Umum - Nasional, Khawatir Bahaya, Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara, vaksin AstraZeneca,Kementerian Kesehatan (Kemenkes),vaksin AstraZeneca batch CTMAV547,Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI),Distribusi Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara

Diserang Banjir, Warga di Kalimantan Utara Terpaksa Tinggalkan Rumah

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 14:05 WIB

Warga beberapa desa di Kalimantan Utara terpaksa harus mengungsi ke tempat sanak saudara untuk sementara waktu.

Umum - Nasional, Diserang Banjir, Warga di Kalimantan Utara Terpaksa Tinggalkan Rumah, Kalimantan Utara,Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB),Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),Kabupaten Malinau,Banjir

Buntut Kasus Antigen Bekas, Semua Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipe...

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 11:21 WIB

Langkah tegas diambil Kementerian BUMN yang memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD). Langkah ini diambil s...

Umum - Nasional, Buntut Kasus Antigen Bekas, Semua Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat, Penggunaan alat rapid tes antigen bekas,alat rapid test antigen bekas,Kasus Alat Tes Antigen Bekas,Menteri BUMN Erick Thohir,PT Kimia Farma Diagnostika,Direksi Kimia Farma Diagnostika Dipecat

Sederet Bukti Indonesia Tak Pernah Akui Israel sebagai Negara

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 11:05 WIB

Salah satunya saat timnas sepakbola Indonesia melewatkan kesempatan untuk lolos ke kompetisi internasional Piala Dunia p...

Umum - Nasional, Sederet Bukti Indonesia Tak Pernah Akui Israel sebagai Negara, Bela Palestina,Palestina,Israel Palestina,Israel Serang Palestina,Israel,Indonesia tak akui Israel

CEK FAKTA: Tes Sederhana Bebas Covid-19 dengan Tahan Napas 10 Detik

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 08:52 WIB

Beredar sebuah postingan di Facebook yang berisikan cara mendeteksi infeksi virus corona dengan mudah, sederhana, dan pr...

Umum - Nasional, CEK FAKTA: Tes Sederhana Bebas Covid-19 dengan Tahan Napas 10 Detik, tes Covid-19 tahan napas 10 detik,Hoaks Covid-19,tahan napas 10 detik,Hoaks,Cek Fakta,Ayobandung cek fakta

Kakorlantas: 1,5 Juta Orang Akan Kembali ke Jabodetabek

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 06:57 WIB

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, diperkirakan 1,5 juta orang bakal kembali ke...

Umum - Nasional, Kakorlantas: 1,5 Juta Orang Akan Kembali ke Jabodetabek, Kakorlantas Polri,Kakorlantas Irjen Pol Istiono,pemudik Jabodetabek,Lebaran 2021,Rapid Test Antigen Acak,Jabodetabek

6 Tewas Usai Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedung Ombo

Nasional Minggu, 16 Mei 2021 | 06:04 WIB

Koordinator Basarnas pos SAR Surakarta, Arif Sugiarto, mengatakan, penyebab terbaliknya perahu wisata tersebut lantaran...

Umum - Nasional, 6 Tewas Usai Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Waduk Kedung Ombo,perahu terbalik Waduk Kedung Ombo,wisatawan tewas Waduk Kedung Ombo,wisatawan tenggelam Waduk Kedung Ombo
dewanpers