web analytics
  

Bandung Tak Zona Merah, Cara Anda Pakai Hand Sanitizer Sudah Benar?

Rabu, 23 Desember 2020 08:30 WIB M. Naufal Hafizh
Bandung Raya - Bandung, Bandung Tak Zona Merah, Cara Anda Pakai Hand Sanitizer Sudah Benar?, Hand sanitizer,Bandung,zona merah,corona,COVID-19

Hand sanitizer. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Kota Bandung diumumkan tak lagi masuk zona merah Covid-19 pada Selasa (22/12/2020).

Di Jawa Barat, meski kasus Covid-19 masih terus meningkat, namun hanya tinggal 2 daerah yang masuk zona risiko tinggi penyebaran Covid-19 alias zona merah, yakni Kabupaten Karawang dan Kota Depok.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum. Jumlah daerah zona merah pekan ini turun drastis dibanding pekan sebelumnya yang mencapai delapan daerah.

"Syukur allhamdulillah, kemarin ada delapan yang zona risiko tinggi, sekarang tinggal dua yaitu Kabupaten Karawang dan langganan Kota Depok," Kata Uu dalam konferensi pers di Mapolda Jabar yang disiarkan secara daring, Selasa (22/12/2020).

Namun, meski Kota Bandung tak lagi zona merah, penerapan protokol kesehatan mesti terus dilakukan. Salah satunya menggunakan hand sanitizer jika situasi sedang tidak ada sabun dan air untuk mencuci tangan.

Lantas, sudah benarkah cara Anda memakai hand sanitizer?

Menurut dr. Kalisvar Marimuthu, konsultan penyakit menular senior di National Center for Infectious Diseases (NCID), dilansir oleh asiaone.com, cara terbaik melindungi diri dari virus corona adalah mencuci tangan dengan sabun dan air.

Sabun dan air bisa mengurangi jumlah kuman yang menempel di tangan. Sering mencuci tangan dan menjaganya tetap bersih bisa membantu melindungi diri dari virus corona.

Namun, orang juga bisa menggunakan hand sanitizer untuk membunuh kuman di tangan jika tidak bisa mencuci tangan pakai sabun dan air. Hand sanitizer mengandung 60 persen alkohol yang bisa membunuh kuman di tangan.

Untuk caranya sendiri, supaya lebih efektif, gosokan hand sanitizer di seluruh tangan selama 20 detik dan biarkan mengering secara alami.

Hand sanitizer dengan kandungan 60-95 persen alkohol membersihkan jauh lebih baik daripada mengandung sedikit alkohol. Namun, Pusat Pengendalian dan Pencegah Penyakit Amerika Serikat berpendapat kalau hand sanitizer tidak membersihkan kuman di tangan lebih baik daripada cuci tangan pakai air dan sabun.

Selain hand sanitizer, ada pula tisu basah antiseptik. Dokter Marimuthu mengatakan, Anda tidak bisa menggunakan tisu antiseptik untuk membersihkan tangan agar terhindar dari virus corona. Tisu basah digunakan untuk membersihkan permukaan lingkungan.

Seorang ahli virologi dari Queen Mary University of London juga melakukan penelitian pada tisu basah beberapa tahun lalu. Mereka menemukan bahwa penggunakan tisu basah justru tidak membantu menghilangkan kuman, tetapi menyebarkannya.

Supaya efektif, Anda perlu menggunakan tisu basah antiseptik dengan kandungan alkohol setidaknya 40 persen dan harus dibuang setelah mengering.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Aksi Begal di Depan Festival Citylink Terekam CCTV 

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 23:23 WIB

Aksi pembegalan terekam CCTV di Jalan Peta, tepatnya di depan Mall Festival Citylink pada hari Kamis, 15 April 2021. Kor...

Bandung Raya - Bandung, Aksi Begal di Depan Festival Citylink Terekam CCTV , Begal Bandung,Begal di Depan Festival Citylink,Begal Kota Bandung,berita kriminal bandung,Begal Terekam CCTV

Ridwan Kamil Larang ASN Jabar Mudik Idulfitri 2021

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 22:51 WIB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar mudik pada Idul...

Bandung Raya - Bandung, Ridwan Kamil Larang ASN Jabar Mudik Idulfitri 2021, ASN Jabar,ASN Jabar Dilarang Mudik,Gubernur Jabar Ridwan Kamil,Larangan Mudik,Mudik Idulfitri 2021

PWI dan IKWI Kota Bandung Bagikan Nasi Dus di Jalan Ahmad Yani

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 22:02 WIB

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Bandung membagikan nasi dus bagi m...

Bandung Raya - Bandung, PWI dan IKWI Kota Bandung Bagikan Nasi Dus di Jalan Ahmad Yani, PWI Kota Bandung,IKWI Kota Bandung,Ramadan

Ngabuburit di Rel Kereta Api Bisa Didenda Rp15 Juta

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 21:12 WIB

Di perlintasan dekat Stasiun Kiaracondong, warga nongkrong di area rel kereta api yang seharusnya tidak boleh dimasuki.

Bandung Raya - Bandung, Ngabuburit di Rel Kereta Api Bisa Didenda Rp15 Juta, Denda Ngabuburit di Rel Kereta,Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong,Ngabuburit di Rel Kereta Api

Berbahaya! Warga Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 21:02 WIB

Meski beberapa hari lalu terjadi kecelakaan pengendara motor di perlintasan kereta api Kiaracondong, warga tetap berkeru...

Bandung Raya - Bandung, Berbahaya! Warga Ngabuburit di Rel Kereta Api Kiaracondong, Ngabuburit di Rel Kereta Api,Ngabuburit Ramadan,Rel Kereta Api Kiaracondong

Pemkot Bandung Siap Populerkan Olahraga Dayung

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 19:24 WIB

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung pembinaan berbagai cabang olahraga (cabor) termasuk dayung. Terlebih jika cab...

Bandung Raya - Bandung, Pemkot Bandung Siap Populerkan Olahraga Dayung, Pemkot Bandung,Olahraga Dayung,PODSI Kota Bandung

Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Landa Bandung Raya hingga Akhir April

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 19:18 WIB

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, kejadian cuaca ekstrem itu dapat berupa hujan lebat hingga hujan es yang di...

Bandung Raya - Bandung, Cuaca Ekstrem Diperkirakan Masih Landa Bandung Raya hingga Akhir April, cuaca ekstrem 2021,cuaca ekstreme Bandung,Cuaca Bandung Hari Ini,Cuaca Bandung,cuaca Bandung BMKG,Prakiraan Cuaca Bandung,BMKG

Stok Darah Mulai Menipis, Begini Solusi dari PMI Kota Bandung

Bandung Jumat, 16 April 2021 | 17:20 WIB

Jumlah permintaan darah berbanding terbalik dengan jumlah donor yang menurun ketika Ramadan.

Bandung Raya - Bandung, Stok Darah Mulai Menipis, Begini Solusi dari PMI Kota Bandung, Stok Darah Mulai Menipis,PMI Kota Bandung,layanan jemput bola,Ketua PMI Kota Bandung Ade Koesjanto,Unit Transfusi Darah (UTD)

artikel terkait

dewanpers