web analytics
  

Tak Lazim, Perempuan di Indramayu Ini Mengaku Senang Makan Silet

Senin, 21 Desember 2020 16:11 WIB Erika Lia
Umum - Regional, Tak Lazim, Perempuan di Indramayu Ini Mengaku Senang Makan Silet, makan silet,Berita Indramayu,Indramayu Hari Ini,hobi unik

Nenti, warga Indramayu yang gemar memakan silet. (Ayocirebon.com/Erika Lia)

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM -- Seorang perempuan di Kabupaten Indramayu punya kebiasaan yang tak lazim. Hobinya memakan silet.

Nenti (50), warga Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, mampu mengonsumsi silet berjumlah besar dalam sehari. Bila tak memakannya, dia justru mengaku merasa mual dan pusing.

Bersama sang suami, Dalih, Nenti tinggal di toilet umum yang sudah tak lagi terpakai di Blok Lapang, Desa Dadap, setelah rumahnya ambruk terimbas bencana alam. Dalam kesehariannya, pasangan suami istri itu bertahap hidup dengan memulung sampah.

Sekalipun dihadapkan pada kesulitan ekonomi, Nenti lebih memilih diberi silet ketimbang uang. Baginya, silet lebih memberi energi.

Namun begitu, dia tetap harus memperhatikan kebutuhan suami yang mengonsumsi makanan sebagaimana lazimnya. Sebagai pemulung, mereka pun tak bisa memperoleh banyak, hanya cukup pada satu hari atau bahkan kurang.

Sayangnya, mereka tak bisa berbuat banyak kecuali melakoni pekerjaan yang ada. Di toilet umum itu pun, mereka kekurangan air minum.

Meski tersedia tangki air di sana, keduanya tak beroleh akses karena dianggap bukan warga setempat. Karenanya, Nenti dan Dalih terpaksa menampung air hujan sebelum meminumnya.

Nenti sendiri memang bukan warga setempat, melainkan tercatat sebagai warga Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Keberadaannya di Indramayu sebab mengikuti sang suami yang kelahiran Indramayu.

Tak diketahui pasti asal Dalih, mengingat dia enggan memberitahu. Keduanya terkesan layaknya nomaden.

Setelah rumahnya ambruk diterjang angin dan hujan, mereka sempat tinggal di area pekuburan. Mereka kemudian menemukan tempat yang dianggap lebih layak dengan atap dan lantai yang bisa ditinggali pada area toilet umum terbengkalai di Desa Dadap, sampai kini. 

Kebiasaan memakan silet berawal kala Nenti memilih profesi sebagai seniman jaran (kuda) lumping. Selain silet, seniman pada kesenian tradisional ini pula kerap memakan benda tajam lain, semisal pecahan kaca.

Untuk ini, Nenti beroleh tempaan ilmu Kanuragan, salah satunya kekebalan. Dengan begitu, dia bisa memakan apa saja sesuai perannya dalam jaran lumping, tanpa menyebabkan luka pada bagian mulutnya.

Selama sekitar 25 tahun Nenti menjalani kehidupannya sebagai seniman jaran lumping. Bersama kru-nya, dia menjelajahi tempat-tempat berbeda demi beroleh rupiah.

Setelah tak lagi terlibat dalam jaran lumping, ilmu kekebalan Nenti rupanya masih bersemayam di dalam tubuh. Dari sekedar keperluan pertunjukan, memakan silet kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dirinya.

"Saya merasa mual dan pusing kalau tak makan silet," tuturnya.

Mengonsumsi silet baginya seperti orang-orang kebanyakan yang tergantung pada nasi. Nenti menyatakan, tak berniat menghilangkan ilmu kekebalannya itu, sebab dirinya akan merasa lemah tak berdaya.

Kondisi itu, dipandang Nenti, akan merugikan kehidupan dia dan suami. Nenti tak menghendaki sang suami bekerja seorang diri.

Ketergantungan Nenti pada silet di sisi lain tak membuatnya menghadapi kemudahan dibanding orang lain dengan kebiasaan tak seekstrim dirinya. Himpitan ekonomi tetap menempatkan Nenti pada posisi sulit ketika hendak memperoleh silet.

Itu sebabnya, dia mengaku lebih suka diberi silet daripada uang. Silet bagi Nenti lebih memuaskan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara menyarankan Nenti memeriksakan diri.

"Sebaiknya dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa menyeluruh," katanya, Senin (21/12/2020).

Terlepas dari perasan yang ditimbulkan silet terhadap Nenti ketika mengonsumsinya, dia menyatakan bahayanya dapat muncul, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Dia mengingatkan, mengonsumsi sesuatu yang bukan makanan, terutama benda tajam, dapat menyebabkan luka atau infeksi di dalam organ tubuh.

Tak hanya memeriksakan kesehatan tubuhnya, Nenti pula disarankan memeriksakan kondisi kejiwaannya. Sekalipun belum mengamati langsung, dari informasi yang diterimanya sejauh ini, dia mengamati adanya kemungkinan gangguan psikososial.

"Mungkin ada yang harus diperbaiki juga dari sisi kejiwaannya karena ada gangguan psikososial," paparnya.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

HPN 2021, PWI-Perhutani Cianjur Tanami Pohon Seluas 5 Hektar

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 17:00 WIB

Penanaman pohon tersebut merupakan ramgkaian kegiatan dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021.

Umum - Regional, HPN 2021, PWI-Perhutani Cianjur Tanami Pohon Seluas 5 Hektar, Hari Pers Nasional (HPN) 2021,Persatuan Wartawan Indonesia (PWI),KPH Perhutani,Cianjur

Pulang Senam Aerobik, Puluhan warga Puspahiang Terpapar Covid-19

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 16:00 WIB

Nekat melakukan perjalanan luar kota, puluhan anggota club senam sehat di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, t...

Umum - Regional, Pulang Senam Aerobik, Puluhan warga Puspahiang Terpapar Covid-19, Pasien Positif Virus Corona,COVID-19,Tasikmalaya,Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi

Tolak Izin Tambang, Warga Tasik Laporkan Pemalsuan Tanda Tangan

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 14:40 WIB

Masyarakat mengaku tidak pernah membubuhkan tanda tangan pemberian izin lokasi tambang.

Umum - Regional, Tolak Izin Tambang, Warga Tasik Laporkan Pemalsuan Tanda Tangan, Tasikmalaya,Tambang Pasir,Ilegal,tanda tangan,Pemalsuan

Bulan Depan, 1.115 Guru PPPK di Bogor Terima Gaji Setara PNS

Regional Sabtu, 6 Maret 2021 | 08:04 WIB

Bupati Bogor, Ade Yasin memastikan, 1.115 guru honorer yang telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian...

Umum - Regional, Bulan Depan, 1.115 Guru PPPK di Bogor Terima Gaji Setara PNS, Guru Honorer Bogor,Guru PNS Bogor,Guru PPPK,Guru PPPK Bogor

400 Kasus Covid-19 dalam Sehari Terjadi di Karawang

Regional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:56 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang Acep Jamhuri menyatakan kasus positif Covid-19 di daerah itu meningkat hingga terja...

Umum - Regional, 400 Kasus Covid-19 dalam Sehari Terjadi di Karawang, Kasus Covid-19 Karawang,positif Covid-19 Karawang

Warga Kota Tasikmalaya Diminta Waspada Bencana saat Cuaca Ekstrem

Regional Jumat, 5 Maret 2021 | 22:42 WIB

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya meminta warga Kota Tasikmalaya untuk tetap waspada seiring d...

Umum - Regional, Warga Kota Tasikmalaya Diminta Waspada Bencana saat Cuaca Ekstrem, BPBD Kota Tasikmalaya,Bencana Kota Tasikmalaya,Cuaca Ekstrem Tasikmalaya

Ini Tips Anti Maling Motor Ala Kapolresta Tasikmalaya

Regional Jumat, 5 Maret 2021 | 20:36 WIB

Sepeda motor menjadi salah satu kendaraan yang banyak digunakan untuk mendukung aktivitas dalam bekerja maupun aktivitas...

Umum - Regional, Ini Tips Anti Maling Motor Ala Kapolresta Tasikmalaya, Tips Anti Maling Motor,Tips Anti Curanmor,Cara Anti Maling Motor,Cara Anti Curanmor

Sengketa Pilkada Tasikmalaya Diputus Pertengahan Maret

Regional Jumat, 5 Maret 2021 | 20:10 WIB

Mahkamah Konstitusi (MK) akan memutuskan sengketa Pilkada Kabupaten Tasikmalaya pada pertengahan Maret mendatang. Sebelu...

Umum - Regional, Sengketa Pilkada Tasikmalaya Diputus Pertengahan Maret, sengketa Pilkada Tasikmalaya,Mahkamah Konstitusi (MK),Pilkada Tasikmalaya
dewanpers