web analytics
  

Kesempatan dalam Kesempitan: ke Dufan saat Pandemi

Jumat, 18 Desember 2020 04:07 WIB Netizen Raymond Victor Setiadi
Netizen, Kesempatan dalam Kesempitan: ke Dufan saat Pandemi, Dufan,wisata,Jakarta,Corona

Berjalan-jalan saat pandemi di Dunia Kartun, Dunia Fantasi, Sabtu (13/06/2020). (Raymond Victor Setiadi)

Raymond Victor Setiadi

Mahasiswa Program Studi Televisi dan Film, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjajaran.

AYOBANDUNG.COM -- Ibu kota Indonesia, yakni Jakarta, sudah banyak berubah mengikuti perkembangan zaman di era teknologi ini. Di zaman yang sudah berkembang ini pun, banyak sekali tempat-tempat wisata baru yang viral dan trending. Contohnya, MOJA, tempat wisata berfoto yang diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Haluu World, tempat wisata berfoto juga yang pernah diadakan di Mall Plaza Indonesia.

Ketertarikan wisatawan dan masyarakat di Indonesia juga banyak berubah karena berbagai pilihan tempat wisata yang tersedia di zaman ini. Namun saja, banyak sekali orang yang tetap ingin mengunjungi dan bermain di salah satu tempat wisata terorisinal yang sudah lama terkenal di Indonesia, di Jakarta, yaitu Dunia Fantasi.

Dunia Fantasi, disingkat dan banyak dikenal sebagai Dufan, adalah tempat wisata berisi wahana-wahana bermain yang berlokasi di Taman Jaya Impian Ancol, Jakarta Utara. Wisata ini sangat ramai dan terkenal sejak resmi dibuka pada tanggal 29 Agustus 1985.

Pada awalnya Dufan hanya menyediakan wahana-wahana yang terbatas, namun seiring berkembangnya teknologi, banyak wahana-wahana baru yang dirilis sehingga varian wahana terus bertambah. Baru saja di tahun 2019 lalu, Dufan merilis Dunia Kartun yaitu bagian kecil baru di Dufan yang berisi banyak sekali wahana baru. Dunia Kartun ini dibangun karena adanya perluasan daerah tempat wisata di Dufan. Namun, sangat disayangkan, di awal tahun 2020, pandemi corona melanda Indonesia dan mengakibatkan banyak sekali wisatawan dan masyarakat yang melewatkan kesempatan mereka untuk berkunjung ke Dufan.

Seiring berjalannya pandemi corona yang dimulai dengan PSBB awal, Dufan dan banyak tempat wisata lainnya belum diizinkan untuk beroperasi. Namun, ketika PSBB transisi diterapkan pertama kalinya oleh pemerintah untuk memperkuat kembali ekonomi Indonesia, pihak internal Dufan diizinkan oleh pemerintah untuk mempersiapkan tempat wisata agar bisa kembali beroperasi dengan protokol new normal. Persiapan yang dilakukan oleh pihak internal Dufan adalah melakukan uji coba dengan cara mengundang beberapa orang untuk menjadi tes subjek agar bisa menjalankan protokol PSBB transisi yang diterapkan oleh pihak Dufan sesuai dengan anjuran pemerintah. Uji coba ini berlangsung pada tanggal 13 Juni 2020 lalu. Tiket masuk Dufan bahkan tiket masuk Ancol diberikan gratis sehingga uji coba ini tidak memungut biaya sama sekali dari para tes subjek. Dalam kesempitan di pandemi corona, inilah sebuah kesempatan besar untuk bersenang-senang bagi para orang yang diundang dan terpilih sebagai tes subjek untuk melaksanakan uji coba tersebut.

Spesifik pada satu orang beruntung yang terpilih, seorang wanita diundang oleh rekan kerja Ibunya yang bekerja di pengurusan pemerintah bagian protokol. Kebetulan, rekan kerja tersebut kekurangan beberapa orang untuk melaksanakan uji coba protokol di Dufan sebelum resmi dibuka. Wanita tersebut kemudian mengajak kekasihnya untuk melakukan uji coba bersama. Tiba di hari uji coba, dari aspek uji coba, wahana demi wahana mereka coba. Walaupun tidak semua wahana dibuka, tapi setidaknya mereka bisa mencoba lebih dari 5 wahana. Puji Tuhan, setiap wahana yang mereka uji berjalan dengan lancar dan uji coba di hari itu pun bisa dibilang berhasil.

Selain dari aspek uji coba, Dunia Fantasi serasa milik berdua karena kira-kira, tidak lebih dari 40 orang yang hadir di Dufan hari itu. Sambil menguji coba wahana, mereka pun merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena bisa bertemu kembali setelah karantina di rumah masing-masing kurang lebih 3 bulan. Walaupun hanya setengah hari uji coba itu berlangsung, mereka sangat bersyukur atas kesempatan waktu yang didapatkan pada hari itu karena itu lebih dari cukup bagi mereka.

Dengan sangat rinci bisa saya dijelaskan karena pengalaman sebelumnya adalah berdasarkan dari pengalaman pribadi saya. Di tengah pandemi ini, mungkin banyak sekali hal yang menambahkan beban dalam kehidupan kita. Tetapi, di tengah pandemi ini juga, saya yakin bahwa ada hal-hal yang juga bisa membangkitkan rasa kebahagiaan dalam diri kita masing-masing.

Berhubungan dengan Dufan, hal tersebutlah yang membuat saya merasa bahagia, bahkan sekaligus mempertemukan saya kembali dengan orang spesial dalam hidup saya yang sudah lama tidak saya jumpa. Walaupun PSBB transisi sedang berjalan saat ini dan menjalankan aktivitas sehari-hari sudah diperbolehkan, jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan tubuh dan menerapkan protokol kesehatan secara rutin ya! Ini tempatku, tempat wisata, yang melatarbelakangi kisah indahku di pandemi ini, bagaimana denganmu? Di mana tempatmu?

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi

Netizen Jumat, 5 Maret 2021 | 09:25 WIB

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia genap berusia setahun. Sejak ditemukan kasus perdana di awal Maret tahun 2020, h...

Netizen, Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi, Infokom,COVID-19,PSBB

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 10:54 WIB

Wawacan berjudul ‘Putri Sekar Arum’ jadi penanda utama bahwa, bahasa, sastra, dan budaya Sunda masih hidup

Netizen, Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum , Putri Sekar Arum,Bahasa Sunda,Wawacan,Puisi Sunda

artikel terkait

dewanpers