web analytics
  

Kursi Braga Punya Cerita

Jumat, 18 Desember 2020 05:58 WIB Netizen Ridi Nismoro
Netizen, Kursi Braga Punya Cerita, Bandung,Braga,wisata

Salah satu tampak depan kedai kopi di Jalan Braga (2/11/2019). (Ridi Nismoro)

Ridi Nismoro

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran program studi Televisi dan Film.

AYOBANDUNG.COM -- Salah satu titik tengah Kota Bandung yang menjadi ikon fenomenal yaitu Braga. Sebenarnya ini bukan tempat wisata resmi yang dimiliki oleh suatu pihak tertentu, melainkan hanya sebuah jalan lurus yang memiliki sejuta kenangan bagi tiap-tiap orang terutama orang Bandung. Buat kebanyakan orang, jalanan sempit nan kecil ini punya hal-hal unik yang menjadi cerita yang sangat berkesan.

Jalanan yang terkenal macet dan sesak ini kadang memicu emosi banyak orang, terutama ketika sore, ketika pada waktu ini menjadi jam yang sangat padat karena orang-orang melewati jalan ini untuk pulang ke rumah masing-masing, “ya” ada yang pulang sekolah ataupun pulang kerja.

Objek wisata di sini bukanlah objek wisata seperti yang biasanya orang-orang kira. Melainkan objek wisata melihat indahnya lukisan jalanan yang dibuat oleh orang-orang kreatif di sekitaran Kota Bandung.

Di sini juga terdapat banyak sekali jajanan yang menggiurkan, terutama untuk anak-anak muda, mulai dari yang murah hingga relatif mahal. Banyak juga kafe-kafe yang biasanya didatangi remaja-remaja, baik untuk bersantai ria, menggosip atau bahkan mengerjakan tugas.

Di tempat ini sering sekali dijadikan sebagai tempat shooting film, seperti beberapa production house Indonesia yang pernah membuat film di tempat ini. Tempat ini dapat menggambarkan Kota Bandung yang teduh nan indah, oleh karena itu sering dijadikan tempat untuk shooting oleh orang-orang. Tak hanya shooting film, tempat ini juga sering dijadikan tempat fotografi karena latar suasananya sangat memanjakan mata.

Fungsi lain dari Braga seperti yang sudah digambarkan diatas adalah, sebagai tempat untuk orang-orang mencari pasangan hati. “Ya” banyak sekali orang-orang berdatangan hanya untuk sekadar duduk-duduk dan menikmati suasana indahnya Braga, apalagi tempat ini dekat dengan berbagai tempat-tempat lainnya, seperti sarana olahraga, sekolah, dan bahkan terdapat mall untuk orang-orang jalan-jalan bersama pasangannya, bisa juga menonton bersama orang tercinta karena terdapat bioskop pula di sini.

Di balik fungsi-fungsi hebat tadi, terdapat juga beberapa hal yang disayangkan di objek wisata Braga ini, yaitu yang pertama macet, tempat ini sudah sangat indah sebagai tempat wisata, namun karena jalanan yang sangat macet pada objek wisata ini, agak sulit bagi orang-orang untuk parkir di sini apalagi jalanan yang dipadati oleh orang-orang berjualan membuat tempat ini menjadi sulit dilihat.

Selanjutnya yaitu dipenuhi tempat-tempat dewasa, yaitu tempat yang diperuntungkan untuk orang-orang berusia 21 tahun ke atas. Hal lain lagi yaitu rawan kecopetan, karena ketika hari-hari libur terutama pada malam minggu tempat ini sangat penuh, menjadi sasaran bagi para pencopet untuk beraksi.

Salah satu hal yang banyak orang sering lakukan disini adalah menulis, menulis di tempat ini akan menjadi suatu kesan tersendiri bagi kita terutama ketika sore hari, dikelilingi banyak lukisan dan tempat nongkrong membuat hal-hal imajinatif bermunculan.

Hal lain yang sering orang-orang lakukan disini yaitu adalah bersepeda, ya bersepeda menjadi hal yang sangat gemar dilakukan banyak orang akhir-akhir ini, tempatnya yang penuh jajajanan menjadikan tempat ini sangat cocok sebagai tempat singgah bagi orang-orang selepesa bersepeda, banyak juga kuliner enak di tempat ini yang menjadikan tempat ini cocok sebagai tempat untuk sarapan pagi selepas berolahraga

Berikut hal yang dapat disampaikan mengenai jalanan kecil berjuta cerita yaitu Braga, jika berminat mengunjungi tempat ini disarankan untuk mengunjungi tempat ini diwaktu sore hari sekitar pukul 2-an, karena udara yang sudah tidak terlalu panas, ditambah Jalanan Braga yang masih belum terlalu padat.

Catatan

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat pandemi corona.

Pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan. Roda ekonomi mulai digerakkan dan di saat yang sama, masyarakat harus lebih waspada agar penyebaran virus dapat ditekan.

Adapun pencegah virus corona yang bisa dilakukan yakni dengan:

Pertama, #pakaimasker secara benar. Masker sekali pakai, seperti masker medis, hanya digunakan sekali. Masker kain harus dicuci sebelum digunakan kembali.

Kedua, selalu #jagajarak dengan siapapun di luar rumah dan hindari kerumunan.

Ketiga, #cucitangan pakai sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Urgensi Integrasi Data

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 15:52 WIB

“Kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif”. Kegundahan Presiden Joko Widodo atas progres Pemberlakuan Pembatasan...

Netizen, Urgensi Integrasi Data, PPKM,Integrasi data,BPS Jabar

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 09:29 WIB

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen, Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran, Situ Aksan,Sejarah Situ Aksan,Sin Ming,Iklan Situ Aksan,Sin Ming Hui Bandung

Penerjemah Sunda Pertama

Netizen Kamis, 25 Februari 2021 | 10:00 WIB

Raden Kartawinata menduduki posisi yang sebelumnya tidak ada dalam birokrasi kolonial di Tatar Sunda, menjadi penerjemah...

Netizen, Penerjemah Sunda Pertama, Penerjemah Sunda,raden kartawinata,K.F. Holle

Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?

Netizen Senin, 22 Februari 2021 | 15:08 WIB

Cerita ini terinspirasi dari pertanyaan, mengapa orang India mampu menduduki posisi-posisi penting di perbankan,  lembag...

Netizen, Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?, India,sukses,ekonomi

Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 17:59 WIB

Beberapa waktu lalu, Indonesia disebut-sebut sebagai produsen sampah nomor dua terbesar di dunia.

Netizen, Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara, Sampah,Indoensia,Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Sekolah di Sumedang

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:54 WIB

Pada 5 Juli 1867, Bupati Sumedang R.A. Soeria Koesoema Adinata alias Pangeran Sugih membuka sekolah yang diupayakan oleh...

Netizen, Sekolah di Sumedang, pengeran sugih,sekolah di sumedang,sejarah sekolah,kartawinata,pendopo sumedang,kabupaten sumedang

Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:17 WIB

Manfaat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai diragukan setelah Uni Soviet bubar, juga ketika negara-negara pecah...

Netizen, Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China, NATO,Pakta Pertahanan Atlantik Utara,Joe Biden,Amerika Serikat,Australia,china,Presiden Cina Xi Jinping

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:54 WIB

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen, Mencegah Kebakaran Sejak  Dini, mencegah kebakaran,dinas kebakaran,cara mencegah kebakaran

artikel terkait

dewanpers