web analytics

Sukses dalam Perancangan Jasa

clockJumat, 18 Desember 2020 12:18 WIB user-groupNetizen Anthony Martin Tanjung
Netizen, Sukses dalam Perancangan Jasa, bisnis,marketing,Barber Shop

Sukses menjalankan jasa pangkas rambut (Pixabay/mostafa meraji)

Anthony Martin Tanjung

Mahasiswa Aktif 2018 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha.

AYOBANDUNG.COM -- Salah satu materi yang terdapat dalam pembelajaran manajemen pemasaran adalah bagaimana suatu perusahaan dapat merancang dan mengelola layanan yang dimilikinya dengan baik.

Setiap perusahaan berupaya untuk mengembangkan kinerja unggul agar bisa bersaing dengan perusahaan lain.

Penulis membuat penelitian yang bertujuan mengetahui perancangan dan pengelolaan layanan berdasarkan pendekatan 4P, mengetahui konsep pemasaran produk dan jasa perbankan, dan mengetahui layanan sektor jasa pemasaran.

Penelitian ini membahas sektor jasa pemasaran yang di dalamnya ada permasalahan mengenai pelayanan jasa tidak berwujud.

Hasil dari penelitian ini adalah pelayanan sektor jasa pemasaran dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan, sehingga pelanggan loyal terhadap perusahaan.

Perancangan dan pengelolaan layanan dalam perusahaan harus memiliki pendekatan 4P yaitu Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat), dan Promotion (Promosi).

Pertama, pendekatan produk dilakukan dengan cara pemilik perusahaan harus memperhatikan barang dan jasa yang ditawarkan kepada target pasar. Kedua, pendekatan harga berasal dari sejumlah uang yang harus dibayarkan oleh pelanggan untuk memperoleh produk atau layanan jasa. Ketiga, pendekatan tempat biasanya suatu perusahaan harus menetukan lokasi mana yang lebih strategis atau lebih mudah dijangkau oleh konsumen. Keempat, pendekatan promosi berupa aktivitas penyampaian iklan produk atau jasa perusahaan yang bertujuan untuk membujuk pelanggan untuk membelinya. Pendekatan ini dilakukan untuk merancang strategi pemasaran dalam mengelola layanan jasa. Dalam memasarkan produk dan jasa, maka perusahaan berusaha memuaskan pelanggannya agar tidak berpaling pada pesaing.

Di dalam konsep pemasaran produk dan jasa perbankan, dikenal istilah Triangle Marketing, yaitu meliputi berbagai kegiatan pemasaran, yang satu dan lainnya saling berinteraksi secara optimal. Kegiatan pemasaran yang saling berinteraksi digolongkan menjadi tiga yaitu internal marketing (pemasaran internal), interactive marketing (pemasaran interaktif), dan external marketing (pemasaran eksternal).

Pertama, pemasaran internal memiliki hubungan antara karyawan dengan perusahaan jasa. Biasanya bank harus memberikan sosialisasi kepada karyawannya tentang produk dan jasa bank apa saja yang dapat dipasarkan kepada nasabah. Dengan demikian, para karyawan bank dapat memahami semua produk dan jasa yang ditawarkan sehingga dapat membantu memberikan informasi kepada nasabah.

Kedua, pemasaran interaktif memiliki hubungan antara karyawan dengan pelanggan. Setelah karyawan mendapatkan training dari bank, karyawan seharusnya dapat menerapkannya langsung kepada nasabah melalui survei, video interaktif, bahkan penghargaan untuk nasabah yang loyalitasnya tinggi. Penerapan dari training ini bisa dinamakan strategi pemasaran yaitu bentuk pelayanan yang dilakukan karyawan kepada nasabah.

Ketiga, pemasaran eksternal memiliki hubungan antara perusahaan jasa dengan konsumen. Biasanya pihak bank melalui customer service akan berusaha memberikan penjelasan tentang produk dan jasa bank secara terperinci. Namun, berhasil atau tidaknya nasabah membeli produk dan jasa bank sangat dipengaruhi dari hasil pelayanan customer service.

Jasa adalah kinerja yang dapat ditawarkan oleh perusahaan kepada pelanggan yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak dapat mengakibatkan kepemilikan apapun. Perusahaan jasa yang unggul pada praktiknya harus memiliki sebuah konsep strategi, riwayat komitmen manajemen puncak terhadap mutu, standar tinggi, teknologi swalayan, sistem untuk memantau kinerja layanan dan keluhan pelanggan, bahkan tekanan pada kepuasan karyawan. Bidang jasa pemasaran masuk kedalam beberapa sektor yaitu sektor pemerintah, sektor nirlaba swasta, sektor bisnis, bahkan sektor produksi.

Pada sektor pemerintah yang bergerak pada bidang jasa meliputi: kantor pengadilan, kantor pelayanan ketenagakerjaan, rumah sakit, kantor pos, dan kantor lembaga pendidikan. Pada sektor nirlaba swasta yang bergerak pada bidang jasa meliputi: museum, rumah ibadah, dan yayasan.

Pada sektor bisnis yang bergerak pada bidang jasa meliputi: perusahaan penerbangan, bank, hotel, dan perusahaan asuransi.

Pada sektor produksi yang bergerak pada bidang jasa meliputi: staf hukum, operator komputer, bahkan iklan yang dimuat dalam majalah maupun surat kabar.

Karakteristik jasa bersifat tidak berwujud, tidak terpisahkan, bervariasi, dan mudah lenyap. Karakteristik ini membawa tantangan dan memerlukan strategi tertentu. Pemasar harus menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas penyedia jasa dan mutu jasa yang disediakan, bahkan pemasar harus menyesuaikan pasokan jasa dengan permintaan pasar. Jasa yang tidak berwujud misalnya jasa barber shop. Pelanggan akan khawatir dengan hasil akhir dari pelayanan tersebut, apalagi kondisi pandemi di Indonesia akhir tahun ini semakin memburuk. Itulah tantangan perusahaan barber shop yang memberikan jasa yang tak berwujud. Pemilik barber shop harus memikirkan bagaimana cara untuk meyakinkan pelanggan bahwa lingkungannya sehat, peralatannya aman, dan harganya juga terjangkau.

Pelanggan berperan penting dalam memberikan kritik dan saran layanan jasa suatu perusahaan agar perusahaan tersebut dapat mengevaluasi dan mengelola mutu layanan menjadi lebih baik.

Kepuasan dan keluhan pelanggan itu dirasa penting untuk mengelola kualitas layanan dalam menjalankan suatu bisnis. Mengelola kualitas layanan membutuhkan konsep yang strategis untuk memulainya, yakni perusahaan harus memberikan kepuasan terhadap pelanggan tersebut.

Perusahaan perlu mengembangkan dan menerapkan sistem dimana mereka dapat memantau bahkan mengaudit sistem kepuasan pelanggan dalam melihat keluhan pelanggan dan mengatasinya dengan cepat. Karyawan dalam suatu perusahaan berperan sebagai pelanggan internal, dimana karyawan tersebut bekerja harus merasakan kepuasan dan termotivasi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Jika suatu pelayanan dalam suatu perusahaan dinilai kurang berkenan bagi pelanggan tertentu, maka pelanggan tersebut bisa saja beralih ke perusahaan lain demi pelayanan yang lebih baik.

Jika suatu pelayanan dalam suatu perusahaan dinilai berkenan bagi banyak pelanggan, maka pelanggan tersebut bisa saja loyal terhadap layanan jasa perusahaan kita.

Kunci keberhasilan lainnya dari perusahaan jasa adalah mampu melakukan inovasi terhadap produk-produknya agar selalu sesuai dengan kebutuhan pasar. Perubahan kebutuhan pasar yang berubah-ubah membuat produk menjadi memiliki siklus hidup yang tidak bisa diprediksi. Dan juga yang harus kita perhatikan dari pemberian layanan jasa kita adalah apa pengaruhnya terhadap biaya operasional dan layanan yang diterima pelanggan.

Jadi, hubungan antara pelanggan dengan pelayanan dalam suatu perusahaan itu sangat penting agar tujuan perusahaan bisa tercapai.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

510 Hari Minus Sentuhan

Netizen Jumat, 23 Juli 2021 | 21:35 WIB

Kesakralan sentuhan tak lagi ada selama masa pandemi Covid-19.

Netizen, 510 Hari Minus Sentuhan, sentuhan,Pandemi Covid-19,Jaga Jarak,Sosial,Dampak Pandemi Covid-19

Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan...

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:30 WIB

Di Cekungan Bandung, sedikitnya ada 8 nama geografi yang berhubungan dengan harimau.

Netizen, Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan dengan Harimau, Toponimi,Harimau,cekungan bandung,Kota Bandung

Jangan Berhenti pada Kata Maaf

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:00 WIB

Akhirnya ada perwakilan pemerintah yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait dengan penanganan pandemi Cov...

Netizen, Jangan Berhenti pada Kata Maaf, Kata Maaf,Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan,PPKM Jawa-Bali,pemerintah Indonesia

Mengatasi Over Kapasitas Lapas

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 21:15 WIB

Hukuman penjara, meskipun menjadi mekanisme yang penting untuk menghukum pelaku, bukanlah merupakan “obat”.

Netizen, Mengatasi Over Kapasitas Lapas, Over Kapasitas,Lapas,Hukuman Penjara,Masalah Kejahatan,Kriminalitas

Di Tengah Pandemi: Apakah Politik Bebas Aktif Indonesia Menjadi Penyel...

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 20:00 WIB

Masyarakat dunia menghadapi dua masalah yang sangat menganggu.

Netizen, Di Tengah Pandemi: Apakah Politik Bebas Aktif Indonesia Menjadi Penyelamat?, Politik Bebas Aktif,Indonesia,Politik Luar Negeri,Ketergantungan,dependent

Kesehatan Anak Indonesia

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 18:15 WIB

Mengkhawatirkan, 1 dari 8 pasien Covid-19 di Indonesia ternyata anak-anak.

Netizen, Kesehatan Anak Indonesia, Kesehatan,Anak,Indonesia,pasien Covid-19,Case fatality rate,Hari Anak Nasional

Memaknai ‘Memanusiakan Manusia’ di Tengah Pandemi

Netizen Selasa, 20 Juli 2021 | 22:30 WIB

Kata-kata “Memanusiakan Manusia” nampaknya sangat berkaitan erat dengan kondisi pandemic yang saat ini kita alami.

Netizen, Memaknai ‘Memanusiakan Manusia’ di Tengah Pandemi, Memanusiakan Manusia,Pandemi,Renungan,Sosial,Si tou timou tumou tou

Anak Punk Juga Manusia

Netizen Selasa, 20 Juli 2021 | 22:15 WIB

Anak punk merupakan fenomena sosial yang kerap kali masih kita temui di pinggir jalan.

Netizen, Anak Punk Juga Manusia, Anak Punk,Sosial,identitas bangsa,Krisis Identitas

artikel terkait

dewanpers
arrow-up