web analytics
  

Di Rancabentang, Langit Malam Pindah ke Atas Telaga

Jumat, 18 Desember 2020 11:42 WIB Netizen T Bachtiar
Netizen, Di Rancabentang, Langit Malam Pindah ke Atas Telaga, Rancabentang,Kota Cimahi,Kota Bandung,Leuweunggede,Danau Bandung Purba

Rancabentang. (T Bachtiar)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

AYOBANDUNG.COM -- Bintang-gemintang bercermin di permukaan rawa. Rawanya menjadi terlihat begitu dalam, setinggi langit yang dibalik. Tak perlulah tengadah ke langit untuk melihat bintang, cukup menunduk, di sana akan terlihat langit yang membentang luas dengan kerlip cahaya bintang. Inilah nama geografi yang indah dan romantis, Rancabentang. Para karuhun di kawasan itu begitu damai, melihat bentangan alam yang indah, inikah yang membuat para karuhun menjadi putis dan imajinatif dalam memberikan nama tempat?

Nama geografi Rancabentang ada di Kota Cimahi dan di Kota Bandung. Di sanalah ketika nama itu diberikan, masih terdapat rawa yang sangat luas, sehingga langit malam pindah ke atas telaga. Pada malam hari, ketika cahaya lampu sangat redup, bahkan cenderung gelap, membuat malam menjadi hening tak benderang. Itulah yang menyebabkan pesona malam menjadi begitu indah untuk disaksikan. Banyak permainan anak-anak di Jawa Barat yang memanfaatkan terang bulan sebagai lampu penerangnya.

Rancabentang di Kota Cimahi, Jawa Barat inilah yang dibahas dalam tulisan ini. Di tepian selatan, rawa ini berbatasan dengan hutan yang lebat dan luas, sehingga masyarakat saat itu menyebutnya Leuweunggede, hutan yang luas, seperti tergambar dalam Peta Topografi Lembar Cimahi yang terbit tahun 1904. Di sebelah barat kawasan ini mengalir Ci Mindi, dan di sekitarnya sudah ada beberapa perkampungan, seperti Cimindi dan Cibeureum di bagian utara, Rancabentang, Leuweunggede, Cimindi Hilir, dan Melong. Bila peta tersebut ditampalkan ke dalam peta tahun 2020, akan terlihat jalan masuk ke kawasan ini dari utara, dari Jl Raya Cibeureum, dapat dicapai melalui Jl Kebonjeruk dan Jl Kebonkopi.

Banyak ranca yang tersebar di sekitar séké, sumber air, yang pada saat survei pembuatan peta awal abad ke-20 ini masih banyak mengalir, karena hutannya masih terjaga, sehingga rawa sangat luas tersebar di dasar Cekungan Bandung.

Fauzia Rahmawati (November, 2020), sudah melakukan pengukuran luas situ, ranca, dan leuwi yang ada dalam Peta Lembar Tjimahi yang terbit tahun 1931. Menurutnya, luas keseluruhan Ranca Bentang adalah 110.538,03 m 2. Bila diurutkan dari utara ke selatan, Ranca Bentang 1 luasnya 25.353,56 m2, Ranca Bentang 2 = 2387,70, Ranca Bentang 3 = 6587,77, dan Ranca Bentang 4 = 762,09m2. Kini, rawa-rawa itu sudah dikeringkan, ditimbun menjadi kawasan terbangun, dan namanya menjadi Rancabentang.

Ranca Bentang dan rawa-rawa lainnya di dasar Cekungan Bandung, merupakan jejak adanya Danau Bandung Purba. Paras air danau tertinggi mencapai +725 m dpl. Danau raksasa yang membentang dari Cicalengka di timur sampai Rajamandala di barat. di utara mulai dari sekitar Jl LL RE Matadinata sampai Majalaya, Ciparay, dan Soreang di selatan.

Selama Danau Bandung Purba tergenang, dasar Cekungan Bandung yang bergelombang, ada perbukitan, ada lembah, berubah menjadi dasar Danau Bandung Purba. Lumpur dari lereng gunung, abu letusan gunungapi yang jatuh di permukaan danau kemudian mengendap, maka dasar danau berubah menjadi datar, menjadi rata.

Sebagai gambaran kedalaman air danau di Rancabentang, di pertigaan Jl Kebonkopi dengan Jl Rancabentang kedalaman danau 3 m, dan di selatan Leuweunggede kedalaman danau antara 23-24 m.

Danau Bandung Purba terbentuk karena letusan Gunung Sunda 105.000 tahun yang lalu. Lahar dan material aliran lainnya membendung Ci Tarum purba di utara Padalarang. Setelah tergenang menjadi danau selama 90.000 tahun, pada 16.000 tahun yang lalu, Danau Bandung Purba Timur bobol, secara perlahan air danau menyusut, menyisakan rawa yang tersebar luas.

Lereng dan punggungan perbukitan di sekeliling Cekungan Bandung mulai dihuni penduduk. Kawasan hunian terus meluas, turun ke tekuklereng yang subur air. Ketika penduduk terus bertambah, mereka mulai menghuni bekas dasar Danau Bandung Purba. Bekas danau yang menjadi lahanbasah, kemudian dijadikan persawahan dan tempat yang lebih tinggi dijadikan kebun, kemudian didirikan permukiman.

Pepohonan mulai tumbuh membentuk hutan yang luas di lahanbasah dan di sekeliling rawa. Ketika manusia datang dan melihat keadaan hutan yang rapat dan luas, kemudian kawasan itu dinamai Leuweunggede, hutan yang luas. Di seputar Leuweunggede itu berupa rawa yang sangat luas.

Ketika beberapa kawasan hutan di sana beralih fungsi menjadi kebun kopi yang luas, sekarang namanya abadi menjadi Kebonkopi, dan di sisi yang lain menjadi kebun jeruk, sehingga namanya abadi menjadi Kebonjeruk. Di sisi timur dan baratnya, saat itu masih berupa rawa yang luas, kemudian dioleh menjadi persawahan.

Ketika kawasan itu mulai dihuni, ketika warga mengaso selepas kerja, mereka melihat keindahan di atas rawa yang penuh dengan bintang-gemintang. Maka, ranca tempat bintang bercermin, dinamailah Rancabentang. Nama yang indah dan romantis.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Netizen Senin, 14 Juni 2021 | 22:15 WIB

Lalu apa saja peran yang dapat dilakukan oleh Psikolog Forensik saat melakukan pendampingan anak korban kekerasan seksua...

Netizen, Peran Psikolog Forensik dalam Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Psikolog Forensik,Kasus,kekerasan seksual,Anak,anak di bawah umur

Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi...

Netizen Jumat, 11 Juni 2021 | 13:05 WIB

Pada Oktober 2014, sebuah laporan menyatakan ada penemuan paket diduga bom di Jatinegara, Jakarta Timur.

Netizen, Menolak Lupa, Paket Album Super Junior Mamacita yang Dicurigai Berisi Bom, Paket Album Super Junior,Mamacita,Bom,Super Junior,ELF

Menurunkan Angka Kematian Ibu

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 17:15 WIB

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berkaitan dengan kaum ibu adalah masih tingginya angka kematian ibu...

Netizen, Menurunkan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Ibu,AKI,Ibu

Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek

Netizen Kamis, 10 Juni 2021 | 14:40 WIB

Penggantian nama jalan Tol Japek (Jakarta— Cikampek) jadi hal yang patut diperdebatkan.

Netizen, Menyoal Penggantian Nama Jalan Tol Japek, Penggantian Nama Jalan Tol Japek,Tol Japek,Tol Japek (Jakarta— Cikampek),Jalan Layang Syeikh Mohammed Bin Zayed,Jalan Tol Layang Japek

Menikahkan Anak

Netizen Rabu, 9 Juni 2021 | 13:55 WIB

Dua tahun setelah diangkat menjadi zelfstandig patih Sukabumi, Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya.

Netizen, Menikahkan Anak, Raden Kartawinata,Raden Kartawinata mulai menikahkan anak-anaknya,Raden Soeria Karta Negara,Soeria Karta Legawa

Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Ki...

Netizen Selasa, 8 Juni 2021 | 15:15 WIB

Sinetron adalah impian tertinggi masyarakat kita. Sinetron juga gambaran realitas yang ada di masyarakat.

Netizen, Sinetron Televisi Indonesia: Antara Impian dan Kenyataan Masyarakat Kita, Sinetron Televisi Indonesia,Sinetron,Badan Pusat Statistik (BPS),Garis Kemiskinan (GK),Hasil survei BPS,Impian,Kenyataan

Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan

Netizen Senin, 7 Juni 2021 | 11:29 WIB

Menlu Mochtar Kusumaatmadja terbaring sakit. Segera terbayang wajah pejabat dengan latar belakang akademisi yang mumpun...

Netizen, Menlu Mochtar Kusumaatmadja dalam Kenangan, Mochtar Kusumaatmadja,Mochtar Kusumaatmadja wafat,dubes ri

Monyet Emas

Netizen Sabtu, 5 Juni 2021 | 17:42 WIB

Monyet Emas

Netizen, Monyet Emas, lutung,monyet emas,hewan,Hewan Langka

artikel terkait

dewanpers