web analytics
  

Cibadak Culinary Night! Destinasi Kuliner Malam yang Wajib Dicoba di Bandung

Jumat, 18 Desember 2020 02:11 WIB Netizen Metta Filiana
Netizen, Cibadak Culinary Night! Destinasi Kuliner Malam yang Wajib Dicoba di Bandung, Cibadak Culinary Night,street food,Berita Bandung

Cibadak Culinary Night. (Metta Filiana)

Metta Filiana

mahasiswa Universitas Padjajaran, Jurusan Televisi dan Film, hobi travelling.

AYOBANDUNG.COM -- Hai para warga Bandung! Bagi para warga Bandung pastinya sangat mengenal Cibadak Culinary Night yang ada di Kota Bandung. Keduanya merupakan street food yang cukup besar dan sangat terkenal di Bandung. Bahkan banyak sekali pendatang dari luar kota yang mendatangi tempat ini setiap mereka mengunjungi Bandung. Cibadak Culinary Night merupakan salah satu tempat wisata kuliner yang cukup diminati.

Untuk warga luar Bandung yang masih merasa asing dengan tempat wisata kuliner ini, kali ini akan dijelaskan pada artikel ini. Semoga bermanfaat!

Cibadak Culinary Night terletak pada Jalan Cibadak, Bandung. Dengan mengetik keyword Cibadak Culinary Night”, maka maps akan langsung mengarahkan kita pada tempat ini. Letaknya pun cukup strategis dan cukup dekat dengan alun-alun Kota Bandung. setiap harinya, tempat ini dapat dikatakan sebagai tempat yang cukup aktif dimana banyak sekali aktivitas yang ada di Jalan Cibadak ini.

Pada siang hari, toko-toko yang ada di Jalan Cibadak ini buka. Mereka banyak yang menjual barang grosir maupun satuan. Banyak sekali barang yang dapat ditemukan di Jalan Cibadak ini saat siang hari. Bahkan tempat ini bisa dijadikan pilihan yang tepat untuk mereka yang membutuhkan barang grosir dengan harga murah karena harga toko di sana sangatlah strategis.

Memasuki jam 16.00 WIB, para tenant penjual makanan mulai buka. Mereka buka setiap hari kecuali hari Kamis. Cibadak Culinary Night ini akan semakin ramai saat malam tiba. Banyaknya pembeli yang membeli makanan dan juga para juru masak yang memasak hidangan untuk para pembelinya membuat suasana Cibadak Culinary Night ini tampak sangat hidup saat malam hari. Selain itu, saat malam tiba, banyak lampion-lampion yang ada di atas Jalan Cibadak dan lampu-lampu jalan yang mulai menyala tentunya membuat Cibadak Culinary Night ini terlihat sangat indah.

Konsep dari Cibadak Culinary ini sendiri adalah pedagang kaki lima, semua tenant yang berjualan menggunakan gerobak dalam menjajakan dagangan mereka. Kita juga duduk pada kursi dan meja yang ada di trotoar Jalan Cibadak. Biarpun begitu, makanan yang dijajakan tidaklah kalah rasanya dengan makanan di restoran. Karena itulah, Cibadak Culinary Night ini menjadi destinasi utama yang wajib dicoba di Bandung. Makanannya pun sangatlah beragam.

Selain itu, Cibadak Culinary Night bisa dikatakan sebagai Pecinan Bandung. Selain itu, makanan yang ada di tempat tersebut banyak sekali yang non-halal. Ada baiknya untuk ditanyakan dulu kehalalannya sebelum membeli. Sekalipun bertemakan kebudayaan Tiongkok, jangan takut kalau semua makanannya non-halal ya! Ada banyak sekali stan makanan yang menjual makanan halal di daerah ini.

Sejarah dari Cibadak Culinary Night ini berawal dari Bandung Culinary Night. Awalnya berada di Jalan Braga dengan nama Braga Culinary Night pada Januari 2014. Pada Februari 2014, Bandung Culinary Night ini kemudian diperluas ke Jalan cibadak dengan nama Cibadak Culinary Night. Awalnya hanya ada setiap hari Sabtu jam 18.00-00.00 WIB. Suasana yang diusung dari Cibadak Culinary Night ini adalah suasana Tiongkok yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Seiring berjalannya waktu, tempat ini menjadi destinasi orang-orang yang lapar saat malam hari. Bahkan turis juga banyak yang datang ke tempat ini. Semakin hari, mulai banyak makanan-makanan lokal yang dijual di Cibadak Culinary Night ini, mulai dari batagor, wedang ronde, nasi goreng, dan lainnya.  Tidak heran kalau tempat ini masih saja ramai hingga saat ini dan juga terkenal.

Banyak juga makanan-makanan yang sangat terkenal dan wajib dicoba di Cibadak Culinary Night. Pertama, ada Wedang Ronde Alkateri. Wedang ronde ini sangat terkenal di Cibadak Culinary Night bahkan sampai mengantri untuk makan wedang ronde ini. Wedang ronde ini sangat cocok dimakan saat dingin dan juga malam hari karena sangat menghangatkan tubuh. Harganya pun cukup terjangkau yaitu Rp10.000,00 per mangkuk.

Selanjutnya ada Kobe Teppanyaki. Kobe Teppanyaki bisa dibilang sebagai restoran keluarga yang sangat terkenal. Bahkan restoran ini selalu sibuk setiap saatnya. Selalu banyak pengunjung yang berdatangan. Berbeda dengan tenant yang lain, Kobe Teppanyaki memiliki kiosnya sendiri dan sangat besar. Makanan yang dijual di Kobe Teppanyaki ini juga sangatlah beragam. Tidak hanya 1 macam masakan. Mereka menjual masakan dari Cina, Jepang, Amerika, Korea, Indonesia, dan lainnya. Bisa dikatakan bahwa menu di

Kobe Teppanyaki ini sangat lengkap dengan porsi yang cukup besar. Sangat cocok untuk makan bersama keluarga, kerabat, dan juga teman. Harga dari Kobe Teppanyaki juga tidaklah begitu mahal, bahkan masih terbilang murah. Harga makanan yang ada di Kobe Teppanyaki ini berkisar di bawah Rp 50.000,00 per orangnya.

Untuk datang ke Cibadak Culinary Night ini, sangat disarankan untuk menggunakan ojek online ataupun taksi. Hal itu disebabkan karena tempat ini sangatlah ramai. Sangat sulit untuk mendapatkan tempat parker di Cibadak Culinary Night ini, apalagi jika menggunakan mobil karena lahan parkir yang terbatas. Tempat parkir yang disediakan untuk pengunjung hanyalah sepanjang Jalan Cibadak tersebut saja.

Sekian artikel mengenai Cibadak Culinary Night. Semoga bermanfaat!

Catatan

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat pandemi corona.

Pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan. Roda ekonomi mulai digerakkan dan di saat yang sama, masyarakat harus lebih waspada agar penyebaran virus dapat ditekan.

Adapun pencegah virus corona yang bisa dilakukan yakni dengan:

Pertama, #pakaimasker secara benar. Masker sekali pakai, seperti masker medis, hanya digunakan sekali. Masker kain harus dicuci sebelum digunakan kembali.

Kedua, selalu #jagajarak dengan siapapun di luar rumah dan hindari kerumunan.

Ketiga, #cucitangan pakai sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 10:54 WIB

Wawacan berjudul ‘Putri Sekar Arum’ jadi penanda utama bahwa, bahasa, sastra, dan budaya Sunda masih hidup

Netizen, Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum , Putri Sekar Arum,Bahasa Sunda,Wawacan,Puisi Sunda

“Beberes" Solusi Atasi Kekumuhan Menjadi Keindahan

Netizen Senin, 1 Maret 2021 | 15:25 WIB

Salah satu problematika yang dihadapi warga Kota Bandung adalah soal sampah.

Netizen, “Beberes" Solusi Atasi Kekumuhan Menjadi Keindahan, Beberes,Kekumuhan,Bandung,Sampah,Keindahan

artikel terkait

dewanpers