web analytics
  

Wisata Komplet di Taman Kota Bandung

Jumat, 18 Desember 2020 01:21 WIB Netizen Tarisa Nurul Salimi
Netizen, Wisata Komplet di Taman Kota Bandung, Kiara Artha Park,wisata,Bandung

Tiga orang remaja sedang melihat hasil foto salah satu dari mereka di depan gerbang Kampung Korea di Taman Kiara Artha Park, Kota Bandung (16/11/19). (Tarisa Nurul Salimi)

Tarisa Nurul Salimi

Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi, Program Studi Televisi dan Film, Universitas Padjadjaran

AYOBANDUNG.COM -- “Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi.” Kalimat itu diungkapkan oleh seorang musisi juga penulis ternama asal Bandung, Pidi Baiq. Dari kalimat yang dibuat ayah, panggilan akrab Pidi Baiq, secara tersirat mengartikan Bandung itu bukan hanya sebuah kota yang strategis karena letak geografisnya, tetapi juga strategis untuk membuat kenangan-kenangan indah bersama kerabat. Menjadikan Kota Bandung menjadi Kota Kenangan bagi siapapun yang pernah menginjakkan kaki di kota ini.

Iklim yang dimiliki Bandung ini dapat menarik wisatawan dari berbagai macam kota lain tiap tahunnya. Wisatawan ini memilih Bandung tidak lain dan tidak bukan untuk mencari udara yang lebih segar dan lebih dingin. Menjadikan Bandung dijadikan destinasi wisata yang bersifat wajib bagi beberapa orang hanya sekedar untuk mencari kesejukkan dari hirup pikuknya dalam menjalani pekerjaan yang sedang dijalani orang tersebut.

Kenaikkan wisatawan ini membuat Ridwan Kamil, yang dahulunya adalah seorang Wali kota Bandung, memfokuskan pada perbaikan fasilitas-fasilitas yang ada di Kota Bandung. Sejak dirinya menjabat memimpin Kota Kembang ini, sudah banyak sekali spot-spot di kota ini yang ia ‘percantik’. Mulai dari mempercantik taman-taman kota, membangun sebuah pusat pengembangan seni dengan desain gedung yang ciamik, juga fasilitas-fasilitas yang menghias sisi jalan Kota Bandung. Ia sangat ingin mengubah Kota Bandung ini menjadi destinasi wisata yang tidak hanya karena suasana dinginnya, tetapi juga karena keindahan tempat-tempatnya.

Di sekitar tahun 2019, sebuah taman kota hadir di tengah Kota Bandung. Bernama Kiara Artha Park, taman ini memiliki luas sekitar 2,6 hektare. Namanya itu  sendiri diambil dari gabungan nama jalan yang mengelilingi taman tersebut, yaitu Jalan Kiaracondong dan Jalan Jakarta. Dari pusat Kota Bandung, taman ini dapat ditempuh sekitar 17 menit menggunakan mobil.

Di tengah taman ini, terdapat area yang dibangun untuk memperingati Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan di Bandung pada tahun 1955. Area ini berdiri patung-patung setengah badan dari para inisiator KAA dan tiang-tiang dari negara peserta KAA.  Selain itu, taman ini memiliki danau air mancur yang dapat menari sambil memancarkan warna–warni dari lampu yang gerakannya senada dengan lantunan musik yang dimainkan. Atraksi dari tarian air mancur ini disebut dancing fountain.

Dancing Fountain, Air mancur yang dapat bergerak sesuai alunan lagu di Taman Kiara Artha Park. (16/11/19). (Tarisa Nurul Salimi)

 

Atraksi Dancing Fountain di Kiara Artha Park ini membuat kita para penonton dapat merasakan seperti menyaksikan nuansa laser show di Marina Bay Sands Singapura. Untuk menonton disini, pengunjung bisa beridiri di anak tangga yang dibuat mengitari danau. Atraksi ini bisa ditonton secara gratis setiap Senin s/d Jumat pada pukul 18.30 dan 19.30 WIB. Serta saat weekend pada pukul 18.30, 19.30, dan 20.30 WIB.

Selain yang sudah disebutkan di atas, terdapat juga kawasan yang dipenuhi kesan kental perkampungan Korea, karena seluruh ornamen-ornamen yang ada di kawasan ini dibuat khusus agar sama menyerupai negeri ginseng tersebut. Kampung Korea, kawasan khusus yang ada di taman Kiara Artha Park ini dapat dikunjungi secara gratis. Setiap pengunjung bisa bebas mengekpresikan diri dengan cara berfoto selfie di kampung korea Kiara Artha Park. Ditambah, pengunjung pun bisa menyewa pakaian adat dari Korea yaitu Hanbok. Namun, untuk menyewa Hanbok, pengunjung perlu merogoh kocek sekitar Rp100.000 per jam.

Kawasan Kampung Korea ini terbagi menjadi dua area, yaitu tradisional dan modern. Kampung Korea memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mencicipi suasana Korea melalui arsitektur, kuliner, serta budaya yang ditampilkan.

Tiga remaja sedang bercengkrama di jembatan depan gerbang istana Korea. (16/11/19). (Tarisa Nurul Salimi)

 

Ini adalah salah satu ornamen yang ada di Kampung Korea, yaitu jembatan kayu yang akan menghipnotis pengunjung seolah sedang menginjakkan kaki di halaman istana di Korea Selatan. Kampung Korea menawarkan pengalaman penuh untuk merasakan suasana Korea. Jika ingin mengabadikannya pun, tersedia jasa foto profesional yang bisa mengarahkan pengunjung untuk bergaya dengan latar belakang terbaik.

Sudah sangat lengkap berbagai macam atraksi yang ada di taman ini, tetapi itu semua belum selesai. Terdapat atraksi baru yang mengisi halaman parkir Kiara Artha Park ini yang sepi pengunjung akibat sedang pandemi. Drive-In Senja, atraksi baru yang membuat penonton bisa nobar (nonton bareng) dari dalam mobil di waktu dan tempat yang sama. Untuk membeli tiket Drive-In Senja ini, terdapat beberapa variasi yang dapat pengunjung booking lewat Go-Tix di aplikasi Go-Jek.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 10:54 WIB

Wawacan berjudul ‘Putri Sekar Arum’ jadi penanda utama bahwa, bahasa, sastra, dan budaya Sunda masih hidup

Netizen, Mengenal Wawacan dan Putri Sekar Arum , Putri Sekar Arum,Bahasa Sunda,Wawacan,Puisi Sunda

“Beberes" Solusi Atasi Kekumuhan Menjadi Keindahan

Netizen Senin, 1 Maret 2021 | 15:25 WIB

Salah satu problematika yang dihadapi warga Kota Bandung adalah soal sampah.

Netizen, “Beberes" Solusi Atasi Kekumuhan Menjadi Keindahan, Beberes,Kekumuhan,Bandung,Sampah,Keindahan

artikel terkait

dewanpers