web analytics
  

Toxic Relationship: Racun dalam Hubungan

Kamis, 17 Desember 2020 17:58 WIB Netizen Alifiah Nurul Rahmania
Netizen, Toxic Relationship: Racun dalam Hubungan, Toxic people,Toxic Relationship,Asmara,Cinta

[Ilustrasi] Toxic Realtionship. (Freepik)

Alifiah Nurul Rahmania

Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad

AYOBANDUNG.COM -- Toxic Relationship. Istilah toxic relationship rasanya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat pada umumnya. Toxic relationship ini dapat terjadi pada hubungan antar orang tua, pertemanan, lingkungan pekerjaan, maupun dalam hal percintaan. Dalam menjalin hubungan percintaan alangkah indahnya jika suatu hubungan tersebut dapat membuat nyaman dan juga bahagia. Namun, apa jadinya jika dalam hubungan tersebut sudah tercampur “racun” yang membuat hubungan itu tidak sehat lagi.

Seorang ahli komunikasi Lillian Glass, pada bukunya yang berjudul Toxic people mengatakan bahwa istilah toxic relationship ini mengacu pada seseorang yang beracun dalam suatu hubungan yang beracun pula. Dalam istilah ini biasanya salah satu pihak, baik pihak laki-laki maupun pihak perempuan melakukan sebuah tindakan yang tidak wajar dan cenderung menyerang atau merugikan pasangannya. Toxic relationship sendiri dapat menyebabkan timbulnya konflik batin dalam diri kita sendiri yang nantinya konflik tersebut dapat merujuk kepada depresi, amarah, dan kecemasan.

Bentuk-bentuk dari toxic relationship ini dapat berupa dalam bentuk kekerasan verbal maupun kekerasan fisik. Bentuk kekerasan verbal ini biasanya berupa menghina pasangan di depan umum, mengintimidasi, ketika marah ia melontarkan kata-kata kasar, membuat tuduhan-tuduhan yang tidak mendasar dan merusak barang-barang.

Kemudian ada bentuk kekerasan fisik. Biasanya bentuk kekerasan fisik yang dilakukan adalah saat sedang marah ia memukul, menendang, membenturkan kepala pasangan ke suatu benda atau melemparkan barang ke arah pasangannya. Orang-orang yang melakukan bentuk kekerasan fisik merupakan orang yang mempunyai latar belakang trauma yang ia rasakan dari perlakuan kasar orang tua, pernah mendapatkan bentuk penyiksaan dan pola asuh yang keras.

Hubungan yang mulai tidak sehat bukan semata-mata hanya ditandai dengan kekerasan verbal dan fisik saja. Terdapat beberapa tanda- tanda yang membuat suatu hubungan sudah tidak sehat. Tanda- tanda tersebut bisa dilihat adanya rasa cemburu yang berlebihan dan pasangan mulai menunjukan sikap overprotective yang mana hal itu dapat menghambat untuk melakukan sesuatu yang disukai. Rasa cemburu yang berlebihan biasanya timbul jika suatu hubungan itu sudah berjalan sejak lama.

Suatu hubungan harus didasari oleh rasa percaya antar kedua belah pihak. Namun, jika timbulnya rasa cemburu yang berlebihan menandakan tidak adanya rasa percaya yang kemudian muncul sifat rasa kecurigaan yang tinggi. Saat pasangannya sudah mulai mengontrol semua kegiatan sehari-hari, hal itu dapat termasuk ke dalam tanda- tanda bahwa hubungan percintaan sudah tidak sehat. Jika pasangan sudah mulai mengontrol kegiatan kita, melarang melakukan kegiatan yang menjadi hobi, bahkan untuk bertemu teman saja dilarang, ini dapat menjadi hal yang merugikan dan dapat membuat kita jauh dari dari lingkungan sekitar.

Toxic relationship tidak akan berakhir jika salah satu dari pasangan tidak ada yang mau “keluar” dari hubungan yang tidak sehat ini. Biasanya orang yang sedang dalam Toxic relationship tidak menyadari bahwa hubungan percintaan mereka sudah tidak sehat bagi keduanya. Lebih parahnya lagi sebagian orang masih ingin mempertahankan hubungan ini. Beberapa orang yang masih ingin mempertahankan hubungan ini, biasanya mempunyai beberapa alasan.

Terdapat beberapa alasan jika seseorang tidak ingin mengakhiri hubungan seperti ini. Biasanya jika hubungan ini sudah berjalan sejak lama, salah satu pihak akan memaklumi perilaku-perilaku menjadi toxic dan menyayangkan jika hubungan ini usai. Alasan lainnya adalah adanya rasa keinginan untuk menjadi menjadi pahlawan yang dapat merubah kebiasaan pasangannya yang dapat memicu hubungan tersebut menjadi toxic relationship.

Karena rasa cinta yang lebih besar inilah yang membuat sebagian orang masih bertahan dalam hubungan yang tidak sehat ini. Padahal jika dilanjutkan hubungan tersebut masih saja dilanjutkan, akan merugikan bagi diri mereka sendiri. Jadi, jika kalian sedang dalam toxic relationship alangkah baiknya jika kalian keluar dari hubungan ini dan mulai mencari kebahagiaan yang lain karena ini juga tidak baik untuk kesehatan mental dan fisik.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai

Netizen Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:13 WIB

Akhir-akhir ini di berbagai daerah, masyarakat mengeluhkan melambungnya harga cabai rawit merah hingga Rp.120.000, samp...

Netizen, Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai, Harga Cabai Naik,Harga Cabai Tanjung Naik,BPS

Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi

Netizen Jumat, 5 Maret 2021 | 09:25 WIB

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia genap berusia setahun. Sejak ditemukan kasus perdana di awal Maret tahun 2020, h...

Netizen, Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi, Infokom,COVID-19,PSBB

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun
dewanpers