web analytics
  

Ingin Menghabiskan Waktu Luang saat di Bekasi? Marakash Adalah Solusi

Kamis, 17 Desember 2020 13:02 WIB Netizen M Ragazzo Roshan
Netizen, Ingin Menghabiskan Waktu Luang saat di Bekasi? Marakash Adalah Solusi, Marakash,Bekasi,protokol kesehatan covid-19

Danau Marakash Bagian Depan (11/11/2020). (Muhammad Ragazzo Roshan)

M Ragazzo Roshan

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Univesitas Padjajaran.

AYOBANDUNG.COM -- Gemercik air, canda tawa, dan suara hentakkan sepatu. Tiga hal itulah yang bisa Anda rasakan ketika berkunjung ke Marakash.

Marakash adalah sebuah tempat yang berbentuk kotak dan luas. Di sisinya dibatasi oleh bangunan-bangunan yang tinggi menjulang dan di atas bangunan tersebut dihiasi seperti kubah.

Marakash terletak di Pondok Ungu Permai Sektor V, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Bekasi Utara. Marakash bukan hanya sekadar bangunan kosong yang tidak terurus, melainkan di sana Anda dapat melakukan kegiatan atau aktivitas apapun

Marakash merupakan tempat yang paling sering dikunjungi untuk berbagai kegiatan. Mulai dari joging, nongkrong, memancing, bermain skate, berjualan,  berolahraga, pegelaran wayang, hingga perlombaan kicau love bird.

Selain itu, Marakash bukan hanya bangunan luas dan berbentuk kota, melainkan juga di area Marakash terdapat sebuah danau yang biasanya digunakan untuk memancing. Di tengah Marakash tersebut juga ada panggung yang biasanya digunakan untuk pegelaran wayang atau perlombaan, seperti lomba menari, mewarnai, menggambar, dll.

Para pengunjung Marakash ini mencakup berbagai kalangan umur. Bahkan, bisa dibilang tidak ada kelompok umur yang pasti dalam mengunjungi Marakash, Artinya, semua kalangan umur ada dalam Marakash. Dari anak kecil, remaja, orang dewasa, hingga lansia datang untuk berbagai kepentingan yang mereka miliki.

Biasanya anak kecil mengunjungi Marakash tersebut untuk berolahraga, seperti bermain bola, bulu tangkis, dsb. Para remaja atau anak muda, mereka datang ke Marakash tersebut untuk sekadar nongkrong bersama teman-teman dan banyak juga anak muda yang melakukan joging mengelilingi Marakash. Sedangkan, orang dewasa mengunjungi Danau Marakash tersebut untuk menghabiskan waktu luangnya dengan memancing.

Untuk memasuki  Marakash Anda hanya perlu mengeluarkan kocek dua ribu rupiah untuk membayar parkir. Setelah itu, Anda bebas ingin melakukan kegiatan apapun. Namun, tempat atau spot yang paling ramai dikunjungi adalah danaunya.

Danau Marakash ini paling sering dikunjungi untuk kegiatan memancing. Apalagi ketika sore menjelang malam. Banyak para pemancing yang berjejer sepanjang tepian untuk menunggu umpannya disambut ikan yang terdapat pada danau tersebut. Pemancingan di danau tersebut tidak dipungut biaya. Hanya dibutuhkan kesabaran dan teknik untuk mendapatkan ikan karena memang banyak sekali pemancing yang melepas umpannya.

Ikan yang terdapat di dalam danau tersebut, meliputi ikan mujair, ikan nila, dan ikan lele. Bosan dan lapar pasti menghantui pemancing saat menunggu umpan yang dilempar disantap ikan. Eitss… namun, jangan khawatir di sekeliling danau menyediakan banyak jajanan untuk mengenyangkan dan mengganjal perut para pemancing sambil menunggu kail yang sudah dilempar bergerak. Jadi, para pengunjung danau tidak perlu risau jika lapar mulai  melanda.

Di sekeliling danau banyak pedagang yang berjejer dengan rapih. Di tepi danau tersebut telah disiapkan banyak meja dan kursi untuk menyantap makanan dari pedagang tersebut. Semua orang bisa menghabiskan waktunya untuk sekadar bersantai sambil menyantap jajanan-jajanan yang terdapat di sekeliling danau tersebut.

Makanan ringan hingga berat terdapat di area Danau Marakash tersebut. Uniknya, makanan yang terdapat di sekeliling danau tersebut berasal dari daerah yang berbeda-beda.

Mulai dari cilok, kerang hijau, papeda, kerak telor, hingga nasi padang semua dijual di sekeliling danau tersebut. Anda tidak perlu khawatir jika bosan dalam memilih makanan karena makanan yang terdapat di sana sangat bervariasi. Menariknya adalah jajanan itu cocok sekali untuk Anda yang sedang bokek!. Makanan tersebut dijual dengan harga yang cenderung murah meriah. Ditambah dengan suasana danau yang tenang bisa membuat Anda lebih relax saat menyantap makanan. ’

Jika berbicara tentang suasana danau tersebut saya menyarankan kepada Anda untuk mengunjungi Marakash beserta areanya pada pagi, sore atau malam hari. Bisa kita ketahui bersama cuaca Bekasi yang cenderung selalu panas setiap waktu. Para pedagang menjual aneka daganannya mulai dari sore hingga malam hari. Saya sarankan juga jika Anda suka dengan suasana yang ramai bisa datang pada waktu weekend. Saat Sebagian besar warga Pondok Ungu Permai menghabiskan waktu luangnya di Marakash. Kadangkala pada jangka waktu satu minggu dalam satu bulan sekali biasanya diadakan pasar malam. Di dalamnya terdapat bermacam-macam aneka permainan, seperti kora-kora, jungkat-jungkit, dan rumah hantu.

Cocok sekali untuk Anda warga Bandung yang sedang berada di Bekasi untuk mengunjungi Marakash. Terutama, saat Anda mengunjungi Marakash saat weekend pada waktu pagi dan sore hari. Tempat ini bisa mengingatkan Anda kepada Gasibu sebelum direnovasi. Hiburan, seperti kuda yang bisa ditumpangi dan banyaknya jajanan mungkin bisa mengingatkan Anda tentang memori Gasibu sebelum renovasi. Perbedaanya hanya cuaca yang terjadi di Bandung dan Bekasi sangatlah berbeda, namun dalam segi penggunaan tempat mungkin bisa dibilang hampir serupa.

3M

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat pandemi corona.

Pandemi COVID-19 telah mengubah tatanan kehidupan. Roda ekonomi mulai digerakkan dan di saat yang sama, masyarakat harus lebih waspada agar penyebaran virus dapat ditekan.

Adapun pencegah virus corona yang bisa dilakukan yakni dengan:

Pertama, #pakaimasker secara benar. Masker sekali pakai, seperti masker medis, hanya digunakan sekali. Masker kain harus dicuci sebelum digunakan kembali.

Kedua, selalu #jagajarak dengan siapapun di luar rumah dan hindari kerumunan.

Ketiga, #cucitangan pakai sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai

Netizen Sabtu, 6 Maret 2021 | 20:13 WIB

Akhir-akhir ini di berbagai daerah, masyarakat mengeluhkan melambungnya harga cabai rawit merah hingga Rp.120.000, samp...

Netizen, Penyebab Makin Pedasnya Harga Cabai, Harga Cabai Naik,Harga Cabai Tanjung Naik,BPS

Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi

Netizen Jumat, 5 Maret 2021 | 09:25 WIB

Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia genap berusia setahun. Sejak ditemukan kasus perdana di awal Maret tahun 2020, h...

Netizen, Sektor Infokom Tumbuh Pesat di Tengah Pandemi, Infokom,COVID-19,PSBB

Kapan Situ Aksan Ada?

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 14:25 WIB

Dalam Peta Topografi tahun 1904-1905, tempat yang kemudian menjadi Situ Aksan, masihlah perkampungan kecil.

Netizen, Kapan Situ Aksan Ada?, Sejarah,Kota Bandung,Topografi,Desa,Abad ke-20,Bandung Baheula

Tiga Terjemahan Pertama

Netizen Kamis, 4 Maret 2021 | 10:20 WIB

Pada 1872, Raden Kartawinata sudah bisa menerbitkan tiga judul terjemahan dari bahasa Belanda.

Netizen, Tiga Terjemahan Pertama, raden kartawinata,Sunda,Jawa,Bahasa,Penerjemah,Belanda,R.H. Moeh. Moesa,K.F. Holle,buku,Literatur,Literasi

Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 14:15 WIB

Ada yang bilang bahwa industri dosa sejatinya merupakan usaha mentransfer dana publik ke tangan swasta dengan cara yang...

Netizen, Mencabut Industri Dosa Berkedok Perpres Investasi Miras, Minuman Keras (Miras),Perpres investasi miras,Presiden Joko Widodo,Indonesia,Investasi,World Health Organization (WHO),Papua,minuman beralkohol

Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif

Netizen Rabu, 3 Maret 2021 | 13:40 WIB

Pada era tahun 90-an, jalan-jalan atau gang-gang kecil di daerah Cicadas juga terkenal dengan sebutan gang "sarebu punte...

Netizen, Gang 'Sarebu Punten' Itu Disulap Jadi Kampung Kreatif, Cicadas,Desa Kreatif,Bandung,Gang ,Kampung Kreatif

Khawatir Kini Kina Tinggal Nama

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 15:00 WIB

Pohon kina peninggalan tahun 1855 itu sudah sangat tua, keadaannya sudah dalam posisi bungkuk atau miring, dan kini suda...

Netizen, Khawatir Kini Kina Tinggal Nama, Kina,Pohon,Bandung,Chincona,Chincon,Franz Wilhelm Junghuhn,Karl Justus Hasskarl

Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru

Netizen Selasa, 2 Maret 2021 | 13:50 WIB

Kita tidak boleh hanya menekankan kebenaran berbahasa yang diukur oleh kebakuan KBBI, tetapi harus memperhatikan situasi...

Netizen, Virtual Police, Polisi Bahasa Gaya Baru, Polisi,Bahasa,Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),Santun

artikel terkait

dewanpers