web analytics
  

Bisakah Bandung Bebas Rokok?

Rabu, 16 Desember 2020 16:53 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Bisakah Bandung Bebas Rokok?, Bandung,Rokok,Kesehatan

Ilustrasi. (Pixabay)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

AYOBANDUNG.COM -- Satu persoalan klasik yang sejak dulu selalu menjadi trending topik adalah soal merokok. Kita bisa melihat berdasarkan referensi yang ada, semua orang sudah mengetahui bahaya rokok tersebut, bukan saja bagi perokok aktif tetapi akan lebih bahaya kepada perokok pasif.

Namun begitu, dari hari ke hari sepertinya jumlah perokok bukannya berkurang tetapi malah bertambah. Jadi hal ini menjadi masalah tersendiri di Kota Bandung yang belum tertangani secara optimal.

Bandung sebagai salah satu kota yang berusaha untuk menekan angka efek rokok yang ditimbulkan oleh para perokok, tentu merupakan pekerjaan rumah yang tak mudah untuk dilakukan. Persoalannya, ternyata menciptakan kesadaran untuk tidak merokok di tempat umum belumlah berjalan secara efektif dan berhasil karena di tempat-tempat umum seperti taman dan angkutan kota pun masih saja ada yang merokok dan kebiasaan itu ternyata sulit untuk dihilangkan. Ketika yang bersangkutan ditegur malah berbalik akan memerahi yang menegur.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung Sony Adam mengatakan tingkat kepatuhan warga Kota Bandung terhadap Perwal Kawasan Tanpa Rokok (KTR) tahun ini hanya 20%. Padahal pihaknya menargetkan tingkat kepatuhan hingga 70%.

Hal ini menunjukkan jika untuk persoalan merokok ini tidak saja menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kota, instansi kesehatan, komunitas anti rokok, melainkan sudah seharusnya menjadi perhatian masyarakat secara luas. Sebagai pembanding, penulis ketika berbincang dengan lima orang teman ternyata semuanya perokok dan penulis sendiri yang tidak merokok. Bahkan penulis menjadi bahan olok-olokan dirayu untuk merokok. Jadi artinya, mau tidak mau realitanya Kota Bandung tentu saja dikepung oleh para perokok.

Penegakan hukum bagi perokok yang terkena razia di tempat terbuka sebenarnya sudah mungkin dioptimalkan oleh petugas di lapangan. Hanya saja tingkat kesadaran masyarakat sendiri—khususnya perokok itu sendiri sepertinya tak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Merokok sendiri adalah sebuah kenikmatan yang mungkin sensasinya dapat dirasakan luar biasa oleh penikmat rokok. Hanya mereka tidak sadar ketika merokok  sesungguhnya mereka menciptakan lingkungan yang tidak sehat dengan menyebarnya asap rokok. Realitanya mereka senang sendiri tanpa mempedulikan keadaan orang lain.

Menurut American Cancer Society, asap rokok dapat membuat darah menjadi lebih lengket dan meningkatkan kolesterol LDL yang dapat merusak lapisan pembuluh darah. Akhirnya, perubahan ini meningkatkan risiko mengalami serangan jantung dan stroke. Ketika seseorang mengisap sebatang rokok, maka sebagian asap tidak akan masuk ke paru-paru. Asap rokok ini menyebar ke udara dan tanpa sengaja terhirup oleh orang-orang di sekitarnya. Ini sebabnya, paparan asap rokok yang mengenai anak-anak dan orang-orang yang tidak merokok lainnya akan berbahaya untuk kesehatan.

Bahkan ketika saya berobat ke dokter banyak orang yang karena sakit disarankan agar tidak merokok supaya penyakitnya tidak kambuh lagi. Namun pada kenyataannya setelah sembuh mereka justeru kembali merokok. Alih-alih merasa khawatir dengan keadaan dirinya, tampaknya merokok baginya adalah hal yang merugikan jika ditinggalkan. Benar saja, untuk mengingatkan tentang bahaya rokok kepada orang lain ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Rumah penulis pun yang sudah ditempeli stiker dilarang merokok tak menjadi tamu yang suka merokok taat kepada hal itu. Ternyata realitanya malah tetap saja nyelonong sambil merokok.

Dengan melihat kenyataan ini, tentu saja realita Kota Bandung bebas dari asap rokok sepertinya akan jauh dari harapan. Banyaknya perokok yang tidak menyadari jika asap rokoknya berbahaya bagi orang lain menjadi persoalan bagi warga Bandung itu sendiri. Justru dengan adanya perintah penggunaan masker setidaknya hal ini bisa memungkinkan  akan mengurangi bahaya asap rokok itu sendiri. Sehingga jika kesadaran dari perokok minim maka tentu saja siapapun sepertinya lebih menjaga daripada harus terpapar asap rokok itu.

Secara ideal untuk menghentiukan semua ini adalah dengan menutup pabrik rokoknya sehingga tidak ada lagi penjualan rokok. Tetapi hal itu mustahil untuk dilakukan, selain cukai tembakau menjadi pemasukanyang cukup besar bagi Pemerintah juga jika pabrik rokok ditutup tentu banyak orang yang harus menganggur karenanya. Dilematis memang, tetapi tidak pula kita lantas harus berputus asa. Kampanye anti rokok atau paling tidak kampanye untuk tidak merokok di tempat umum harus digalakkan melalui poster atau selebaranyang dibagikan atau dapat dilihat oleh khalayak.

Mengubah kebiasaan yang telah terbiasa sejak lama tentu bukan hal yang bisa dilakukan dalam waktu singkat karena kecanduan rokok tak mudah untuk bisa dihentikan dalam eaktu singkat. Penulis yang memang tidak merokok sejak dari kecil bukan berarti tanpa tantangan, sebab interaksi yang dilakukan oleh penulis seringkali berhadapan dengan para perokok. Sehingga dalam hal ini bagi mereka yang merokok kalaulah tidak bisa melarang, maka setidaknya cukup melindungi diri saja dengan masker agar tidak menghisap asap rokok karenanya.

Mungkin tak salah pula jika kemudian Pemerintah Kota Bandung pun tetap bersuaha melakukan penegakan hukum kepada para perokok yang ketahuan merokok di tempat umum. Kita memahami halini bukan persoalan mudah namun tentu saja harus dilakukan mengingat hidup sehat teramat penting bagi masyarakat Kota Bandung. Penyediaan tempat khusus merokok dirasa penting pula untuk bagi perokok dan jika tetap saja masih ada orang yang merokok di tempat umum tentu saja sanksinya harus tegas. Bukan saja denda tapi paling tidak minimal sama dengan hukuman kepada mereka yang melanggar protokol kesehatan.  

Impian kita adalah suatu hari kelak Kota Bandung memang bebas dari asap rokok. Namun hal itu bukanlah hal mudah untuk diwujudkan. Yang jelas saat ini bagi warga Bandung dan Pemerintahnya sebaiknya bisa bekerja sama untuk menekan atau meminimalkan para perokok merokok di tempat umum dulu. Jika mampu melakukan hal ini maka ke depan kita bisa rumuskan bagaimana caranya semakin hari bisa mengurangi polusi asap rokok karena untuk menghilangkan sepenuhnya mustahil. Semoga para perokok sendiri menyadari akan kekeliruanya.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen Jumat, 14 Mei 2021 | 08:43 WIB

Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?

Netizen, Leuwipanjang, di Mana Leuwinya?, leuwipanjang,Terminal Leuwipanjang,leuwi,sejarah leuwipanjang,leuwipanjang adalah

Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:30 WIB

Sejatinya, agama (Islam) dan budaya (tradisi) hadir tidak untuk dipertentangkan (dibenturkan).

Netizen, Menjaga Tradisi, Merawat Ingatan Lebaran, Tradisi,Lebaran,Idulfitri,Sejarah,Islam,budaya

Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda

Netizen Kamis, 13 Mei 2021 | 17:05 WIB

Pamali atau pemali adalah pantangan atau larangan (berdasarkan adat dan kebiasan).

Netizen, Pamali sebagai Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda, Pamali,Pemali,Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda,Sunda,Budaya,Tradisi,Takhayul

Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja

Netizen Rabu, 12 Mei 2021 | 16:53 WIB

Bataviaasch Handelsblad dan Java-Bode edisi 8 Mei 1883 antara lain memuat kabar pelelangan barang-barang milik Raden Kar...

Netizen, Menjadi Tangan Kanan Pangeran Suriaatmaja, raden kartawinata,belanda,suriaatmaja,kabupaten sumedang

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Menguatkan Literasi Ramadan

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:05 WIB

Di bulan Ramadan pula, kita membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar kita kembali menguatkan literasi kita.

Netizen, Menguatkan Literasi Ramadan, Al-Qur'an,Islam,Literasi,Ramadan

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

artikel terkait

dewanpers