web analytics
  

Risau dengan Amplop Hajatan, Penghulu di Cimahi Diganjar Penghargaan KPK

Jumat, 11 Desember 2020 23:25 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Risau dengan Amplop Hajatan, Penghulu di Cimahi Diganjar Penghargaan KPK, Hajatan,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),Berita Cimahi,amplop,penghulu,KUA,Pernikahan

Budi Ali Hidayat seorang penghulu yang kini menjabat Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi menjadi satu dari tiga peraih penghargaan pelapor gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2020. (Ayobandung.com/Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Budi Ali Hidayat seorang penghulu yang kini menjabat Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi menjadi satu dari tiga peraih penghargaan pelapor gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2020.

Alumnus IAIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung ini menjadi penghulu pertama pada tahun 2006. Profesi yang dianggap 'basah' oleh masyarakat karena seringkali dapat 'amplop' saat diundang menikahkan pengantin.

Berbagai pengalaman manis dan pahit telah dilaluinya sebagai seorang penghulu. Profesi tersebut dilakoninya sejak 2006, kemudian menjadi Penghulu Muda 2009, dan Penghulu Madya tahun 2019. Hampir semua kalangan dari masyarakat biasa hingga pejabat sudah ada yang merasakan jasanya.

Namun ada yang selalu mengganjal dalam benaknya saat usai melaksanakan kewajiban sebagai penghulu. Budaya warga setempat yang selalu ramah dan someah kepada tamu, kerap memberi 'titipan' makanan ataupun materi kepada dirinya usai menjalankan tugas. Padahal mengacu kepada aturan hal tersebut tidak diperkenankan.

"Kadang di situ perang batinnya. Kalau diterima jadi gratifikasi, sementara jika ditolak bisa membuat ketersinggungan dari tuan rumah," kata Budi saat ditemui di kantornya, Jumat (11/12/2020).

Pernah suatu ketika dia menolak pemberian dari yang punya hajat, akan tetapi yang bersangkutan justru marah karena dianggap tidak menghargai. Ada juga mereka yang sampai menyusul ke rumah dan memberikan titipan amplop kepada anaknya.

"Biasanya uang titipan amplop itu besarnya bervariasi, ada yang Rp40.000 tapi ada juga yang Rp1 juta lebih,"sebutnya.

Godaan itu memang sangat kuat, apalagi dalam satu minggu sebagai penghulu terkadang dirinya bisa menikahkan lebih dari 10 pasangan. Bahkan khusus di bulan tertentu yang ramai pasangan melakukan pernikahan, jumlahnya bahkan bisa lebih banyak lagi.

Berangkat dari kerisauan itu, Budi lalu mencoba membuka aplikasi di Google dan mencari tahu kriteria gratifikasi serta cara pelaporannya. Dia menemukan aplikasi GOL untuk melaporkan gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah melalui asistensi dari pihak KPK akhirnya dirinya intens melapor ketika mendapat 'titipan' sejak tahun 2019.

Sejak saat itulah, setiap usai bertugas menjadi penghulu dan mendapatkan 'amplop', dia selalu foto dan laporkan ke KPK. Bukan hanya materi tapi juga bingkisan makanan, masuk kriteria gratifikasi.

"Kalau untuk makanan yang cepat basi, biasanya usai dilaporkan lalu diserahkan ke pesantren," katanya.

Hal itu dilakukannya tanpa sepengetahuan keluarga ataupun pimpinan di tempatnya bekerja. Di kantor pun amplop pemberian yang dilaporkan selalu dipisahkan tempatnya agar benar-benar aman tidak ada yang mengambil.

"Saya selalu sampaikan bahwa tugas penghulu ini sudah dibayar oleh negara jadi tidak perlu dikasih lagi. Gaji saja sudah cukup, karena kalau menikmati gratifikasi rasanya malu dan tidak tenang hidup ini," tuturnya.

Keteguhan sikap dan integritas itulah yang akhirnya membuat ayah empat orang anak ini mendapatkan penghargaan dari KPK. Budi menjadi satu dari tiga orang di Indonesia yang mendapatkan apresiasi atas pelaporan gratifikasi tahun 2020 dari KPK pada Selasa (8/12/2020).

Berdasarkan catatan pihak KPK, total laporan Budi adalah sebanyak 88 laporan. Terdiri dari 64 laporan penerimaan dan 24 laporan penolakan dengan total nilai gratifikasi sebesar Rp16.190.000. Sementara yang ditetapkan menjadi milik negara sebesar Rp13.540.000. Sehingga dia menjadi pelapor dengan frekuensi melaporkan gratifikasi terbanyak sepanjang 2019-2020.

Ia mengaku, tidak menyangka jika apa yang dilakukannya ternyata ada yang mengapresiasi. Apalagi itu adalah dari KPK yang notabenenya adalah lembaga yang konsen dalam penegakan tindakan korupsi.

Dirinya selama ini hanya berpegang teguh kepada aturan pekerjaan. Serta surat edaran KPK tahun 2013 yang menyatakan, pemberian apapun kepada petugas pencatat nikah yang menikahkan pasangan mempelai di luar gaji adalah gratifikasi.

Hal itu ditegaskan lagi oleh kantor Kementerian Agama yang menerbitkan Permenag Nomor 24/2014 yang menetapkan biaya menikah di KUA adalah gratis dan di luar KUA ada tarif sebesar Rp600.000. Sedangkan penghulu akan menerima honor dan biaya transportasi dari Kantor.

"Saya simpel aja, berpegang teguh pada aturan dan bukan karena ingin diberi penghargaan. Selama bekerja saya selalu ada ikatan batin dengan guru, orang tua, keluarga, yang kerap mengingatkan dari hal-hal yang bukan haknya. Di situlah sebenarnya pengawasan melekat sebagai pejabat publik," ucap suami dari Siti Sopiah ini.

Usai menjadi orang pertama di Cimahi dan Jawa Barat yang mendapatkan penghargaan ini, Budi kini semakin termotivasi untuk mengarahkan keluarganya di kantor agar menolak gratifikasi. Dia pun berharap mainset masyarakat akan penghulu berubah, sehingga tidak menjadikan penghulu berada di dalam posisi yang dilematis.

"Semoga ini semakin memotivasi saya dan keluarga untuk tetap seperti ini, karena rezeki sudah ada yang mengatur. Ke depan, yang menjadi tantangan adalah sosialisasi terkait perubahan paradigma di masyarakat terhadap penghulu yang menjalankan tugasnya,"tandasnya.

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

terbaru

Kelurahan Terbanyak Kasus Covid-19 di Cimahi

Cimahi Rabu, 21 April 2021 | 11:31 WIB

Total Kasus Covid-19 di Kota Cimahi pada Selasa, 21 April 2021, mencapai 4.883. Merujuk pada covid19.cimahikota.go.id, s...

Bandung Raya - Cimahi, Kelurahan Terbanyak Kasus Covid-19 di Cimahi, Covid-19 Cimahi,Update Covid-19 Cimahi,Informasi Covid-19 Cimahi,Data Covid-19 Cimahi,Cimahi,kecamatan terbanyak kasus Covid-19 Cimahi,Kecamatan kasus Covid-19 terbanyak Cimahi

Potret Toleransi di Kampung Adat Cireundeu

Cimahi Minggu, 18 April 2021 | 13:42 WIB

Potret Toleransi di Kampung Adat Cireundeu

Bandung Raya - Cimahi, Potret Toleransi di Kampung Adat Cireundeu, Kampung Adat Cireundeu,Penghayat Sunda Wiwitan Cireundeu,Masyarakat Akur Sunda Wiwitan,Sunda Wiwitan,Contoh Toleransi Beragama

Mengintip Sentra Kue Lebaran di Cimahi

Cimahi Sabtu, 17 April 2021 | 15:04 WIB

Sajian kue kering menjadi kuliner yang wajib ada saat bulan Ramadan. Kehadiran kue kering makin dibutuhkan apalagi saat...

Bandung Raya - Cimahi, Mengintip Sentra Kue Lebaran di Cimahi, Sentra kue kering Cimahi,Sentra Kue Kering bandung,kue kering Lebaran,kue kering  Cimahi,kue kering Bandung,Kue Nastar,Kue Putri Salju

Ada Larangan Mudik, Perantau Cimahi Tetap Pulang Kampung

Cimahi Jumat, 16 April 2021 | 17:09 WIB

Ada Larangan Mudik, Perantau Cimahi Tetap Pulang Kampung

Bandung Raya - Cimahi, Ada Larangan Mudik, Perantau Cimahi Tetap Pulang Kampung, Cimahi,pemudik Cimahi,tiket bus Cimahi,larangan mudik Cimahi

Ajay Priatna Terima Suap Rp1,6 Miliar Secara Bertahap

Cimahi Rabu, 14 April 2021 | 19:19 WIB

Wali Kota Cimahi nonaktif itu menjalani sidang perdananya karena menerima gratifikasi yang berkaitan dengan izin pengemb...

Bandung Raya - Cimahi, Ajay Priatna Terima Suap Rp1,6 Miliar Secara Bertahap, Korupsi Ajay Priatna,Suap Wali Kota Cimahi,Korupsi Wali Kota Cimahi,Ajay Priatna ditangkap KPK,Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi,Korupsi RS Kasih Bunda,kpk

Pemkot Cimahi Sediakan Ruang Isolasi Khusus untuk Pemudik Bandel

Cimahi Rabu, 14 April 2021 | 17:59 WIB

Hal itu sebagai upaya pencegahan Covid-19 dan tindak lanjut dari aturan larangan mudik dari pemerintah pusat.

Bandung Raya - Cimahi, Pemkot Cimahi Sediakan Ruang Isolasi Khusus untuk Pemudik Bandel, Pemudik Bandel,Polisi Siap Halau Pemudik Bandel,Pemkot Cimahi,Ruang Isolasi Khusus,Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana

Polisi Siap Halau Pemudik Bandel

Cimahi Rabu, 14 April 2021 | 16:25 WIB

Larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah pusat dipastikan tak akan mulus dalam pelaksanaannya.

Bandung Raya - Cimahi, Polisi Siap Halau Pemudik Bandel, Pemudik Bandel,Larangan Mudik,Polda Jawa Barat,Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Ahmad Dofiri,Polisi Siap Halau Pemudik Bandel

Ajay Priatna Terima Rp1.6 Miliar untuk Muluskan Izin RS Kasih Bunda

Cimahi Rabu, 14 April 2021 | 13:23 WIB

Ajay hadir menggunakan batik lengan pendek berwarna merah dibalut rompi tahanan KPK.

Bandung Raya - Cimahi, Ajay Priatna Terima Rp1.6 Miliar untuk Muluskan Izin RS Kasih Bunda, Korupsi Ajay Priatna,Korupsi Wali Kota Cimahi,Korupsi RS Kasih Bunda,Rumah Sakit Kasih Bunda Cimahi,Ajay

artikel terkait

dewanpers