web analytics
  

Siap Memasuki Pasar, Kemenristek/BRIN Bantu Difusi Inovasi Produk CePAD

Selasa, 8 Desember 2020 13:29 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Umum - Pendidikan, Siap Memasuki Pasar, Kemenristek/BRIN Bantu Difusi Inovasi Produk CePAD, CePad,unpad,kemenristek,COVID-19

Universitas Padjajaran berhasil mengembangkan alat tes Covid-19 yang dinamai CePad. (Nur Khansa)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--CePAD, alat deteksi cepat Covid-19 karya tim riset Universitas Padjadjaran (Unpad) telah siap memasuki pasar. 

Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) dengan menetapkan CePAD sebagai satu dari 27 produk inovasi hasil Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibagikan ke sekitar 15 kota/kabupaten di Indonesia.

Hal ini merupakan upaya difusi inovasi dalam wujud Bakti Inovasi Indonesia untuk Penanggulangan Covid-19

Muhammad Yusuf, Koordinator Peneliti Diagnostik Covid-19 Unpad, mengatakan upaya yang dilakukan Kemenristek/BRIN ini bertujuan untuk mempercepat pemanfaatan dan daya guna produk inovasi yang dihasilkan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, sekaligus mengetahui respons pengguna terhadap kinerja produk.

“Pihak Kemenristek/BRIN membeli 3000 pcs CePAD untuk mendapatkan feedback dari user. RS Hasan Sadikin Bandung dan RS Pendidikan Unpad menjadi lokasi distribusi CePAD yang ditunjuk pihak Kementerian,” jelas Yusuf saat menghadiri acara Bakti Inovasi Indonesia untuk Provinsi Jawa Barat, Selasa (7/12).

Dalam yang sama, Kemenristek/BRIN menyerahkan prototipe inovasi CePAD ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tim Peneliti Diagnostik Covid-19 Unpad saat ini menggandeng PT. Pakar Biomedika Indonesia untuk memproduksi CePAD, alat pendeteksi antigen virus SAR-Cov2 ini.

Yusuf memaparkan, keunggulan CePAD terletak pada cara kerja yang sederhana disertai akurasi yang sangat tinggi. Sampel swab cukup diteteskan pada CePAD dan akan mengalir menuju antibodi Covid-19 yang sudah terikat dengan nanopartikel emas yang tertanam pada perangkat CePAD.

 "Jadi, kalau dalam sampel ada virus corona, nanti akan terbentuk garis di garis uji. Sampel dinyatakan positif Covid-19 bila muncul dua garis, sedangkan bila negatif hanya muncul satu garis," jelas Yusuf. 

Akurasi CePad klaim Yusuf mencapai sensitivitas 91 persen, sehingga sesuai dengan standar yabg disarankan WHO. Ini berarti Cepad memiliki potensi besar untuk dipasarkan dalam skala global.

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers