web analytics
  

Alasan Penderita Gula Darah Tinggi Berisiko Besar Mati Akibat Covid-19

Selasa, 8 Desember 2020 04:39 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Alasan Penderita Gula Darah Tinggi Berisiko Besar Mati Akibat Covid-19, COVID-19,gula darah tinggi,gula,Diabetes,Rumah Sakit,Bawang Bombay

[Ilustrasi] Kadar gula darah tinggi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pasien Covid-19 yang memiliki kadar gula darah tinggi mempunyai risiko meninggal lebih tinggi. Hal itu menurut riset terhadap 11.000 pasien Covid-19 di Spanyol yang dipublikasikan di jurnal Annals of Medicine.

Menurut riset tersebut, para pasien yang diteliti tak ada yang dalam kondisi kritis ketika tiba di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, mereka yang datang dengan kadar gula di atas normal memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk meninggal saat menjalani perawatan. Baik itu mereka penderita diabetes maupun tidak.

Kadar gula darah normal orang dewasa adala 130 miligram/desiliter (mg/dL). Adapun kadar gula darah masuk kategori diabetes adalah 200 mg/dL atau lebih.

Secara keseluruhan, terdapat 20% pasien yang meninggal saat dirawat di rumah sakit. Sebanyak 16% di antaranya, kadar gulanya di bawah 140 mg/dL saat masuk rumah sakit. Lalu, 34 persen di antaranya dengan kadar gula 140 hingga 180 mg/dL. Selanjutnya, 41% pasien dengan kadar di atas 180 mg/dL.

Menurut studi tersebut, setelah memperhitungkan usia dan kondisi medis ditemukan bahwa pasien dengan kadar gula darah tertinggi, sebanyak 50% cenderung lebih mungkin meninggal di rumah sakit dibandingkan pasien dengan kadar terendah. Orang dengan gula darah tinggi juga berisiko lebih tinggi membutuhkan perawatan intensif dan bantuan pernapasan mekanis.

Para peneliti lantas merekomendasikan agar kontrol gula darah yang cepat harus diwajibkan dalam pengelolaan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Terlepas dari apakah mereka menderita diabetes atau tidak.

Cara Alami Turunkan Gula Darah dengan Bawang Bombay

Bawang bombay kaya akan manfaat kesehatan, di antaranya membantu menurunkan kadar gula darah pengidap diabetes dan mencegah darah tinggi.

USDA mengungkapkan bahwa bawang bombay memiliki kandungan kalori, karbohidrat, dan gula alami yang sangat rendah.

Dalam satu siung bawang bombay berukuran sedang terdapat 44 kalori, 0 gram lemak total, 0 mg kolesterol, 4 mg sodium, 10 gram karbohidrat total, 2 gram serat, 5 gram gula, 1 gram protein, 25 mg kalsium, dan 160 mg kalium.

Di masa lalu, bawang bombay tidak begitu banyak digunakan sebagai campuran dalam makanan. Sebaliknya, orang-orang di masa lalu kerap memanfaatkan bawang bombay untuk meringankan sakit kepala, pilek, hingga penyakit jantung.

Setidaknya ada tiga manfaat kesehatan dari bawang bombay yang telah terbukti melalui studi ilmiah. Berikut ini adalah ketiga manfaat tersebut, seperti dilansir EatingWell, Rabu (11/11/2020).

Meregulasi Kadar Gula Darah

Bawang bombay dapat membantu penyandang diabetes menurunkan kadar gula darahnya.

Senyawa sulfur dalam bawang bombay, khususnya S-methylcysteine dan quercetin berkaitan dengan penurunan kadar glukosa darah, serum lipid, dan kadar stres oksidatif.

Selain itu, senyawa-senyawa tersebut berkaitan dengan peningkatan aktivitas enzim antioksidan dan sekresi insulin.

Kesehatan Jantung

Bawang bombay memiliki sifat antiinflaamasi yang dapat membantu menurunkan kemunculan tekanan darah tinggi.

Bawang bombay juga diketahui mengandung antioksidan bernama quercetin. Quercetin merupakan antioksidan flavonoid yang diketahui berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

Penelitian pada hewan menemukan bahwa bawang bombay dapat berperan sebagai pengencer darah alami dan membantu mencegah pembentukan gumpalan darah. Hal ini juga dinilai dapat menurunkan dan mengurangi risiko serangan jantung atau strok.

Sifat Antibakteri

Quercetin pada bawang bombay memiliki kemampuan melawan bakteri. Studi terbaru menunjukkan bahwa ekstrak quercetin dari bawang bombay kuning dapat menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori dan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA).

Cara Mengolah Bawang Bombay 

Dikutip dari alodokter, untuk mendapatkan manfaat bawang bombay, ada banyak cara untuk mengolahnya sebelum dikonsumsi. 

Bawang bombay dapat dipanggang, direbus, digoreng, ditumis, atau dimakan mentah dalam campuran salad. 

Namun perlu diingat, terlalu banyak mengonsumsi bawang bombay dapat menyebabkan perut kembung atau bahkan diare. Jika timbul gejala atau gangguan akibat terlalu banyak mengonsumsi bawang bombay, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Ini Kegunaan MSG Bagi Lansia

Sehat Sabtu, 6 Maret 2021 | 14:15 WIB

Pakar diet dan gizi, sekaligus anggota IDI, Johanes Chandrawinata mengatakan saat diopname di rumah sakit, pasien lansia...

Gaya Hidup - Sehat, Ini Kegunaan MSG Bagi Lansia, MSG,Manfaat MSG,kegunaan MSG,Lansia

Masker 3 Lapis Efektif Cegah Tetesan Besar dan Kecil

Sehat Sabtu, 6 Maret 2021 | 13:07 WIB

Pilihlah masker yang terdiri dari tiga lapis. Para peneliti kini telah mengimbau kembali agar masyarakat menggunakan mas...

Gaya Hidup - Sehat, Masker 3 Lapis Efektif Cegah Tetesan Besar dan Kecil, masker,masker efektif,masker efektif cegah corona,masker 3 lapis

Imun Muncul 28 Hari Setelah Suntikan Kedua

Sehat Sabtu, 6 Maret 2021 | 12:45 WIB

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, efektivitas vaksin atas timbulnya imun baru akan efektif muncul pada 2...

Gaya Hidup - Sehat,  Imun Muncul 28 Hari Setelah Suntikan Kedua, Vaksin Covid-19,vaksin corona,Suntik vaksin corona,COVID-19

Aktivitas Fisik Efektif Cegah Diabetes Tipe 2

Sehat Sabtu, 6 Maret 2021 | 08:43 WIB

Melakoni aktivitas fisik secara rutin disinyalir efektif mencegah diabetes tipe dua, terutama yang tinggal di kawasan ti...

Gaya Hidup - Sehat, Aktivitas Fisik Efektif Cegah Diabetes Tipe 2, Diabetes Tipe 2,Gejala Diabetes Tipe 2,penderita diabetes tipe 2,mencegah diabetes tipe 2

Perut Buncit Terkait Gangguan Metabolisme

Sehat Sabtu, 6 Maret 2021 | 02:04 WIB

Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Jabodebek, Prof. Dr. Mardi Santoso meminta agar masyarakat jangan meremeh...

Gaya Hidup - Sehat, Perut Buncit Terkait Gangguan Metabolisme, Perut Buncit,Cara Mengatasi Perut Buncit,cara mencegah perut buncit,cara menyamarkan perut buncit,penyebab perut buncit

5 Cara Menjaga Alat Reproduksi Wanita

Sehat Sabtu, 6 Maret 2021 | 01:03 WIB

Banyak wanita lupa untuk memerhatikan dan menjaga kesehatan alat reproduksinya.

Gaya Hidup - Sehat, 5 Cara Menjaga Alat Reproduksi Wanita, Alat Reproduksi Wanita,Cara Menjaga Alat Reproduksi Wanita

7 Bahan Alami Hilangkan Mata Panda

Sehat Jumat, 5 Maret 2021 | 22:59 WIB

Mata panda seringkali menjadi masalah bagi para wanita. Pasalnya, hal terebut mengurangi rasa percaya diri bagi para wan...

Gaya Hidup - Sehat, 7 Bahan Alami Hilangkan Mata Panda, Mata Panda,Bahan Hilangkan Mata Panda

Ini 6 Makanan Pemicu Asam Urat yang Jarang Diketahui

Sehat Jumat, 5 Maret 2021 | 14:40 WIB

Ini 6 Makanan Pemicu Asam Urat yang Jarang Diketahui

Gaya Hidup - Sehat, Ini 6 Makanan Pemicu Asam Urat yang Jarang Diketahui , Asam Urat,Penderita asam urat,makanan pemicu asam urat,makanan pantangan asam urat,pantangan asam urat,meredakan asam urat

artikel terkait

dewanpers