web analytics
  

Calon Terpilih dalam Pilkada 2020 Layak Mencontoh Tasmania

Senin, 7 Desember 2020 05:57 WIB Netizen Sjarifuddin Hamid
Netizen, Calon Terpilih dalam Pilkada 2020 Layak Mencontoh Tasmania, Tasmania,Pilkada 2020

Urang Bandung berwisata ke Tasmania. (Sjarifuddin Hamid)

Sjarifuddin Hamid

Lulusan Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI. Pernah bekerja pada beberapa surat kabar nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Perdana Menteri Australia Paul Keating (1991-1996) mengubah orientasi negaranya dari Eropa ke Asia. Dalihnya, negaranya secara geografis lebih dekat ke Asia yang diramalkan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

Bersama Presiden Soeharto, dia pun menggagas pembentukan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), di samping melakukan pendekatan budaya ke negara-negara Asia.

Pemerintah Australia juga mengundang wartawan dari berbagai penjuru dunia ke Australia. Saya sampai 6 kali ke benua tersebut. Sekali kunjungan berlangsung rata-rata 9 hari.

Selain diharus meliput sejumlah isu seperti diplomasi, Olimpiade Sydney, pariwisata, industri dan perdagangan, pengundang juga membebaskan wartawan untuk mengunjungi objek lain. Saya memilih melawat ke Hobart, Tasmania.

Pilihan itu mengagetkan. Penduduk Australia lebih menyukai Sydney yang kosmopolitan dibandingkan dengan Tasmania dan Canberra yang sepi serta dingin.

Saya tiba dengan Qantas dari Sydney di Bandar Udara Internasional Hobart. Dijemput petugas dinas pariwisata Barry Jhonston dan kemudian kami makan malam di sebuah restoran. Saya masih ingat pesan Johnston, jangan memfoto para tamu sebab mereka mungkin saja bukan suami istri.

Hobart khususnya dan Tasmania pada umumnya tidak bertipe kosmopolitan tetapi memiliki jejak peninggalan lama. Konon, bangunan-bangunan di Hobart seperti di Skotlandia, nun jauh di sana.

Selain itu, pemerintah negara bagian sangat memelihara lingkungan. Dalam perjalanan ke gunung Wellington, saya melihat seorang pria menampung air yang keluar dari sisi bukit dengan jerigennya.

Air itu buat minum, ujar Johnston.

Saya pikir tak mungkin pria tersebut tak punya uang buat beli air. Rasa percaya dirinya yang tinggi terhadap kemurnian air dari bukit itu layak dipuji.

Pemerintah negara bagian Tasmania sangat peduli dengan lingkungan berkelanjutan. Para pejabatnya, dengan yakin menyatakan masa depan Tasmania bisa dilihat dari sekarang. Artinya, bakal terdapat keseimbangan antara ketersediaan lahan untuk hunian dan luas wilayah bagi konservasi alam.

Manfaat Konsistensi

Konsistensi yang dipertahankan selama belasan bahkan puluhan tahun telah membuahkan hasil, di sektor wisata, energi, dan produk ekspor yang berkategori sustainable products.

Para wisatawan dari Melbourne, tiap akhir pekan datang. Mereka menggunakan kapal ferry yang dapat memuat kendaraan roda empat. Mereka mengunjungi objek-objek wisata alam, peninggalan kolonial seperti penjara di pulau Mc Arthur dan gunung Wellington

Di sebuah objek wisata yang mirip Karang Bolong, tanpa sengaja, saya bertemu seorang turis asal Bandung. Sayang lupa menanyakan namanya.

Beberapa hari lalu, pemerintah negara bagian Tasmania mengaku menjadi negara bagian pertama di Australia yang seluruh sumber tenaga listriknya berasal dari angin dan air.

Mulanya, kelistrikan Tasmania sangat tergantung dari gas dan batubara yang dikirim negara bagian Victoria. Namun akhirnya bisa digantikan dengan tenaga angin dan air, kata Menteri Urusan Energi Guy Barnett.

Pencapaian 100 persen sumber daya listrik yang dapat diperbarui itu terjadi setelah dua turbin angin di Granville Harbour mulai berfungsi sepenuhnya. Kini Tasmania memperoleh pasok 10.741 GWh, di atas kebutuhan listrik setiap tahun yakni 100.500 GWh, katanya.

Pilkada 2020

Keberhasilan Tasmania mengungguli Teritori Ibukota Australia dan lima negara bagian lainnya dalam sektor kelistrikan, disebabkan lantaran para pemangku kepentingan kompak mewujudkan program lingkungan yang berkelanjutan. Kemungkinan juga ada aroma semangat persaingan di kalangan mereka supaya Tasmania mempunyai kelebihan dari yang lain. 

Pilkada pada 2020 membuka peluang bagi para calon bupati/walikota untuk mewujudkan keunggulan bagi daerah yang dipimpinnya. Keunggulan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Ada daerah yang unggul dalam UMKM, sektor pendidikan, pariwisata, infrastruktur dan lain-lain. Masing-masing daerah saling berkompetisi hingga akhirnya seluruh daerah maju dan berpengaruh secara nasional.

Gambaran di atas selaras dengan pendapat mantan PM Singapura Lee Kwan Yew dalam pertemuan dengan belasan pemimpin redaksi di Jakarta belasan tahun lalu. Dia menganjurkan, pembangunan Indonesia sebaiknya dimulai dari provinsi bahkan kabupaten.

Pembangunan akan lebih mudah sebab skalanya lebih kecil. Campur tangan politisi pun relatif terbatas dan bisa dikendalikan, ujarnya.

Masih tersisa sedikit waktu untuk merenung, siapakah di antara para calon yang akan dipilih pada 9 Desember yang memiliki target sederhana tetapi bermanfaat secara berkelanjutan untuk rakyat?

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 14:23 WIB

Walaupun secara resmi Sony sudah menarik peredaran ponselnya di tanah air, peminat dari ponsel ini justru tidak pernah s...

Netizen, Sony Xperia, 'Limbah Jepang' yang Tak Pernah Sepi Peminat, Sony Xperia,Ponsel,Teknologi,smartphone,Jepang

Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang

Netizen Rabu, 5 Mei 2021 | 10:18 WIB

Apa saja kontribusi yang diberikan oleh Kartawinata selama menjadi anggota Perhimpunan Batavia?

Netizen, Anggota Perhimpunan Batavia Menulis Adat Bengang, Anggota Perhimpunan Batavia,Adat Bengang,Raden Kartawinata,Bataviasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen (BGKW)

Mengapa Mudik?

Netizen Selasa, 4 Mei 2021 | 12:55 WIB

Meski kini pemerintah melarang mudik. tradisi mudik ini tidak akan pernah berhenti pada satu generasi.

Netizen, Mengapa Mudik?, Mudik,Larangan Mudik,Mengapa Mudik?
dewanpers