web analytics
  

Serunya Turnamen Catur di Kedai Kopi ala SEKO Bandung

Jumat, 4 Desember 2020 11:57 WIB Nur Khansa Ranawati
Gaya Hidup - Kuliner, Serunya Turnamen Catur di Kedai Kopi ala SEKO Bandung, SEKO Coffee Shop,Kedai kopi catur Bandung,kedai kopi Bandung,Kedai Kopi,Kuliner Bandung,Tempat Ngopi di Bandung

SEKO Coffee Shop di Jalan Natuna nomor 47 Bandung menghadirkan turnamen catur dengan gaya yang lebih santai dan terbuka bagi berbagai kalangan. (dok. SEKO Coffee Shop Bandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar kata "turnamen catur"? Situasi yang serius, kaku dan menegangkan seolah sudah melekat dengan cabang olahraga ini.

Namun, berbeda halnya jika adu taktik catur dilakukan di sebuah kedai kopi. Meski tetap menguras otak, suasana khas kedai kopi yang hangat dan bersahabat memberi nilai unik tersendiri terhadap jalannya turnamen.

Hal tersebut diadopsi oleh SEKO Coffee Shop yang terletak di Jalan Natuna nomor 47 Bandung. Kedai kopi anyar yang baru beroperasi sejak Oktober 2020 tersebut menghadirkan turnamen catur dengan gaya yang lebih santai dan terbuka bagi berbagai kalangan.

Lewat SEKO Fun Chess Cup pertama yang berlangsung pada 28-29 Oktober, sebanyak 13 orang peserta saling uji kepiawaian dalam bermain catur dengan suasana tak ubahnya 'nongkrong' bersama teman. Para peserta duduk berhadapan di bangku dan meja kedai, disertai timer yang diatur dalam smartphone.

SEKO Coffee Shop di Jalan Natuna nomor 47 Bandung menghadirkan turnamen catur dengan gaya yang lebih santai dan terbuka bagi berbagai kalangan. (dok. SEKO Coffee Shop Bandung)

Sang pemilik kedai, Haidar, mengatakan, turnamen catur tersebut digelar salah satunya untuk menyalurkan hobi para peminat catur di Kota Bandung sembari menjalin silaturahmi. Bermain catur juga merupakan hobi Haidar sejak kecil.

"Kebetulan kami memang hobi catur sejak masih kecil, dan sempat menjadi atlet catur juga dulu. Karena punya pengalaman di bidang catur professional, jadinya kami coba adakan turnamen catur di sini,"  ungkap Haidar, Jumat (4/12/2020).

Selain didorong oleh hobi caturnya, ia juga mengamati tren yang tengah berkembang di kalangan anak muda. Film seri tentang turnamen catur yang belakangan naik daun, The Queen's Gambit, juga menjadi inspirasi.

"Apalagi kami baru tahu juga, sekarang catur sedang naik daun karena serial di Netflix itu. Jadi mungkin momennya pas," ungkapnya.

Terlebih, ia menyebut belum ada kedai kopi lain di Kota Bandung yang pernah menyelenggarakan acara serupa. Sehingga, turnamen catur tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri untuk pengunjung kedai.

Setelah turnamen pertama di akhir Oktober, turnamen kedua kembali digelar pada 25-27 November. Rencananya, turnamen jilid tiga juga akan digelar di bulan ini, yakni pada 16-18 Desember, berkolaborasi dengan thrift store lokal "Nawar.in".

"Kami ingin acara ini diadakan rutin setiap bulan karena kedua acara sebelumnya sudah dapat feedback positif dari publik," ungkap Haidar.

Ia pun mengingatkan para peserta turnamen maupun pengunjung untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Cek suhu berkala, cuci tangan sebelum dan sesudah bertanding serta pemakaian masker selama berada di kawasan SEKO wajib diikuti oleh seluruh pengunjung dan peserta turnamen.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers