web analytics
  

Leuwi Gajah dan 31 Situ yang Hilang di Kota Cimahi

Jumat, 4 Desember 2020 10:17 WIB Netizen T Bachtiar
Netizen, Leuwi Gajah dan 31 Situ yang Hilang di Kota Cimahi, Cimahi,Leuwigajah,Bandung Baheula,Danau Bandung Purba

Lokasi Leuwi Gajah, dengan menampalkan Peta Tjimahi tahun 1931 pada peta tahun 2020. (T Bachtiar)

T Bachtiar

Anggota Kelompok Riset Cekungan Bandung.

AYOBANDUNG.COM -- Di Kota Cimahi terdapat Kelurahan Leuwigajah, yang termasuk Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Kelurahan lainnya yang masuk Kecamatan Cimahi Selatan ini adalah Kelurahan Cibeber, Cibeureum, Melong, dan Utama. Kelurahan Cimahi Selatan terdiri dari 20 RW, luasnya 393,473 km².

Dalam Peta Lembar Tjimahi (Cimahi) yang terbit tahun 1931, terdapat leuwi, lubuk, di percabangan dari Ci Sangkan, dan sudah diberi nama, yaitu Leuwi Gajah. Bentuk leuwi-nya menyerong baratlaut – tenggara. Leuwi yang paling panjang diberi nama Leuwi Gajah (LG-1, kordinat -6.9069, 107.5360), dan masih ada dua leuwi lagi yang menjurus arah tenggara, yaitu LG-2 dan LG-3. Bila ketiga leuwi itu ditampalkan dalam peta tahun 2020, letak LG-1 bersebelahan dengan jalan tol Padalarang – Cileunyi sisi utara – timur, mulai dari pertigaan Jalan Nanjung dan Jalan Kerkhof. LG-2 (kordinat -6.9069, 107.5360) persis berada dalam lintasan jalan tol, dan LG-3, kordinat -6.9086, 107.5370, berada di sebelah barat lintasan jalan tol.

Lokasi Leuwi Gajah, dengan menampalkan Peta Tjimahi tahun 1931 pada peta tahun 2020. (T Bachtiar)

 

Fauzia Rahmawati (November, 2020), sudah melakukan pengukuran luas situ, ranca, dan leuwi yang ada dalam Peta Lembar Tjimahi yang terbit tahun 1931. Luas LG-1: 7.726,15 m2, luas LG-2: 4643.27 m2, dan luas LG-3: 3.618,68 m2. Keseluruhan tubuhair itu luasnya 15.988,1 m2. Bila kedalaman leuwinya rata-rata 2 m, maka ketiga leuwi itu mampu menampung air baku sebanyak 15.988.100 liter.

Nama geografi kelurahan ini, Leuwigajah, diambil dari nama leuwi yang panjang, sehingga menjadi ciri bumi kawasan tersebut. Leuwi ini semakin populer karena di leuwi inilah dijadikan tempat untuk memandikan gajah. Menurut R Moech A Affandie dalam bukunya Bandung Baheula, jilid I (Penerbit Guna Utama Bandung, 1969), di leuwi itulah gajah milik Dalem R Moh Kabul (?) dimandikan. Gajah hadiah dari Sultan Sriwijaya pada saat Dalem Batulayang lama melawat ke Palembang. Oleh karena itu Dalem R Moh Kabul dikenal juga dengan sebutan Dalem Gajah. Karena setiap hari gajah itu dimandikan di leuwi tersebut, maka leuwi itu kemudian disebut Leuwi Gajah, lubuk tempat (memandikan) gajah.

Kediaman Dalem Gajah yang berlokasi di sekitar meander di Ci Tarum, sekarang termasuk wilayah Kabupaten Bandung, kemudian menjadi terkenal dengan sebutan Kampung Gajah Palembang, atau Kampung Gajah. Dalam perkembangannya, ada nama geografi baru, seperti Kampung Gajahmekar dan Kampung Gajaheretan. Dari Kediaman Dalem Gajah ke leuwi tempat memandikan gajah itu jaraknya 7 km.

Dr F de Haan, dalam bukunya Priangan, De Preanger-Regentschappen onder het Nederlandsch Bestuur tot 1811 (1912), mengutip laporan P de Roo, bahwa Kabupaten Batulayang itu terdiri dari Distrik Kopo, Rongga, dan Cisondari. Sedangkan P Engelhard (1802), Distrik Batulayang terdiri dari Kopo, Rongga, dan Cihea. Dalam laporan Tisson dan Weiss (15 April 1766), Distrik Rongga ibu kotanya di Gajah Palembang. Menurut Thalman, dkk (1807), yang bersumber dari keterangan masyarakat setempat, Batulayang sama dengan Gajah. Dalam peta, Gajah terdapat di tepi Ci Tarum.

Berbeda dengan yang ditulis oleh R Moech A Affandie, dalam laporan Verbeek, seperti dikutip oleh Dr F de Haan, di Gajah, di makam yang disebut makam Bupati Gajah Palembang, ditemukan arca Ganeça (Dewa berkepala gajah). Arca ini yang telah memberikan nama kampung dan kepada bupati, yang di dekat makamnya terdapat arca Ganeça berdiri.

Leuwi Gajah merupakan tiga tubuhair dari 32 situ yang tercantum dalam Peta Lembar Tjimahi dan Bandoeng-Zuid, 1931. Kawasan itu pada saat ini termasuk ke dalam wilayah Kota Cimahi. Menurut pendataan luas leuwi, situ, dan ranca di Kota Cimahi yang dilakukan oleh Fauzia Rahmawati, luas seluruhnya mencapai 211.926,14 m2, tidak termasuk lahanbasah yang sudah berubah atau beralih fungsi menjadi kawasan terbangun, pada saat peta ini dibuat atau diterbitkan tahun 1931. Luas seluruhnya sama dengan 29 x luas lapangan sepakbola (105 x 68 m = 7.140 m²).

Kini leuwi, situ, ranca di Kota Cimahi sudah diurug, sudah ditimbun menjadi kawasan terbangun, seperti Leuwi Gajah, yang namanya diabadikan menjadi nama kelurahan, Kelurahan Leuwigajah.

Sebagai bandingan, betapa berartinya ranca, situ, dan leuwi itu dalam kehidupan warga kota, dapat dihitung dari manfaatnya sebagai penyedia kebutuhan akan air baku. Bila kedalaman leuwi, situ, ranca rata-rata 2 m, maka seluruh situ di Cimahi pada tahun 1931 dapat menampung air baku sebanyak 423.852,28 m3 atau 423.852.280 liter. Mengacu pada jumlah pemakaian air rumahtangga perkotaan, per orang per harinya sebanyak 144 liter, maka air sebanyak itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk Kota Cimahi tahun 2020 yang berjumlah 555.966 jiwa. Namun kini, semua tubuhair itu sudah menghilang.

Lokasi Kampung Gajah Palembang (1), Leuwi Gajah (2), dan Lokasi penemuan fosil gajah (3). (T Bachtiar)

 

Sebagai bahan diskusi dan penelitian lanjutan, pada tanggal 7 Juli 2004, keluarga Ishak Surjana memperdalam sumur di dalam rumah bersama putranya Imam Rismansyah. Pada saat Imam menggali lapisan yang terdiri dari pasir dan bebatuan seukuran jeruk siam, linggisnya menghantam benda keras, yang ternyata fosil geraham gajah Asia (Elephas maximus). Fosil yang ditemukan di Rancamalang ini merupakan fosil geraham paling utuh, dan disimpan menjadi koleksi Museum Geologi Bandung. Dari Kampung Gajah ke lokasi penemuan fosil geraham gajah jaraknya 3,9 km. Pertanyaannya, apakah geraham gajah itu berasal dari gajah milik Dalem Gajah, ataukah gajah alami di Pulau Jawa Bagian Barat yang mati di Danau Bandung Purba?

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop

Netizen Selasa, 11 Mei 2021 | 12:01 WIB

Salah satu lagu yang lumayan utuh mendeskripsikan perayaan Lebaran adalah lagu karya komponis masyhur negeri ini, Ismail...

Netizen, Lebaran yang Indonesia Banget dalam Lagu Pop, Selamat Hari Lebaran,Ismail Marzuki,Lebaran,Lagu Lebaran,Lagu Selamat Hari Lebaran,Jangan Korupsi

Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:30 WIB

Hal tersebut dapat terjadi karena ada pergeseran norma atau perilaku masyarakat.

Netizen, Ramai Konten Family Issues di Tiktok, Wajarkah?, Family Issues,Masalah Keluarga,TikTok,pergeseran norma,perilaku masyarakat

Menguatkan Literasi Ramadan

Netizen Senin, 10 Mei 2021 | 16:05 WIB

Di bulan Ramadan pula, kita membaca Al-Qur’an dengan tujuan agar kita kembali menguatkan literasi kita.

Netizen, Menguatkan Literasi Ramadan, Al-Qur'an,Islam,Literasi,Ramadan

Hobi Bagaikan Harta Karun

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:40 WIB

Setiap pekerjaan pasti merasakan suka dan duka. Tetapi, dengan dasar hobi, pekerjaan jadi terasa lebih menyamankan.

Netizen, Hobi Bagaikan Harta Karun, Hobi,Harta Karun,Pekerjaan,Menulis

Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 15:10 WIB

Jika kita terlalu percaya diri maka akan nampak arogan. Di lain sisi, jika tidak punya kepercayaan diri sama sekali maka...

Netizen, Confident Humility, Hal yang Rumpang pada Masa Kini, Confident Humility,Hal yang Rumpang,Masa Kini,Filosofi  Hidup,Kepercayaan Diri,Kerendahan Hati

Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung

Netizen Jumat, 7 Mei 2021 | 14:30 WIB

Bila ditelusuri, nama-nama geografi itu mengabadikan perkembangan kota, seperti halnya yang terjadi di Kota Bandung.

Netizen, Sawahkurung, Sawah Terakhir di Pusat Kota Bandung, Sawahkurung,Sawah Terakhir,Pusat Kota Bandung,Sejarah,Geografis

Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:36 WIB

Berbicara soal seks memang selalu menuai kontroversi dan selalu menjadi topik yang sensitif.

Netizen, Pendidikan Seksual Bukan Hanya Tentang Seks dan Kontrasepsi, Pendidikan Seksual,Seks,kontrasepsi,Oran Tua,Anak,Sex education

Ketika Rumahku Bukan Istanaku

Netizen Kamis, 6 Mei 2021 | 15:00 WIB

Apakah rumah memang tempat yang aman?

Netizen, Ketika Rumahku Bukan Istanaku, Rumahku Bukan Istanaku,Catatan Kelam Perempuan,Stress,KDRT,KDRT Secara Seksual,Perceraian

artikel terkait

dewanpers