web analytics
  

Kasatnarkoba Polres Cimahi Tangkap 5 Bandar Narkoba

Jumat, 4 Desember 2020 22:16 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Cimahi, Kasatnarkoba Polres Cimahi Tangkap 5 Bandar Narkoba, Polres Cimahi,narkoba,sabu

Lima pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dan tembakau sintetis berhasil ditangkap jajaran Satuan Narkoba Polres Cimahi.  (Tri Junari)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM -- Lima pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu dan tembakau sintetis berhasil ditangkap jajaran Satuan Narkoba Polres Cimahi

Para pelaku itu adalah RM warga Cililin, AJ Cidadap, MA Cililin, AY Melong, dan MJ asal Ngamprah.

Mereka terjaring dari sejumlah tempat dalam Operasi Antik Lodaya selama tanggal 18-28 November 2020 yang digelar di wilayah hukum Polres Cimahi, meliputi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Selama Operasi Antik Lodaya dari tanggal 18-28 November 2020, ada lima tersangka yang kami amankan dari Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat," kata Kasat Narkoba AKP Nasrudin saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jumat (4/12/2020).

kelima tersangka yang diamankan semuanya berperan sebagai bandar. Sejumlah barang bukti berhasil diamankan dari para pelaku di antaranya 91,93 gr sabu, 1,501 gr tembakau sintetis, 4 alat timbangan, 7 alat komunikasi, 12 lakban, dan 8 pak plastik.

"Para tersangka dijerat Pasal 112 ayat 1 dan 2, Pasal 114 ayat 1 dan 2, Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup dan hukuman mati," sebutnya. 

pelaku beraksi di wilayah Cimahi Utara 2, Cihampelas 1, Cililin 1, dan Ngamprah 1. Mereka menjalankan aksinya dengan menjual barang secara online dan sistem tempel dengan konsumen dari mulai orang dewasa sampai pelajar. 

"Kami masih terus melakukan pendalaman, untuk yang sabu-sabu infonya dapat barang dari lapas.  Sedangkan untuk yang tembakau sintetis masih kami kembangkan," terangnya.

Sementara salah seorang tersangka RM mengaku mendapatkan sabu-sabu dari seseorang di dalam lapas. Dirinya belum pernah ketemu dan hanya melakukan komunikasi melalui HP. Setiap kali berhasil menjual dirinya dijanjikan uang Rp1 juta. 

"Saya baru sebulan ikutan jual dan dapat barang dari lapas. Biasanya jual online lalu ditempel di suatu tempat, biar konsumen ambil sendiri," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers