web analytics
  

Kasus Suap Wali Kota Cimahi, Sekda dan Sejumlah Saksi Dipanggil KPK

Jumat, 4 Desember 2020 11:39 WIB
Bandung Raya - Cimahi, Kasus Suap Wali Kota Cimahi, Sekda dan Sejumlah Saksi Dipanggil KPK, Ajay Priatna OTT KPK,Ajay Priatna ditangkap KPK,Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna,Wali Kota Cimahi OTT KPK,Wali Kota Cimahi ditangkap KPK,kpk

Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers penetapan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus suap, Sabtu (28/11/2020). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantadan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Didik Suratno Nugrahawan. Didik akan dimintai keterangannya dalam kasus suap perizinan rumah sakit umum Kasih Bunda di Kota Cimahi tahun 2018-2020.

Didik akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Wali Kota Cimahi non-aktif Ajay Muhammad Priatna.

"Kami periksa Didik Suratno dalam kapasitas saksi untuk tersangka AMP (Ajay Muhammad Priatna)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikonfirmasi, Jumat (4/12/2020).

Selain Didik, penyidik antirasuah turut memanggil Kepala Dinas PUPR Kota Cimahi Meity Mustika; Kepala Satpol PP Kota Cimahi Totong Solehuddin; Komisaris RSU Kasih Bunda Susanto Ongko Wijoyo; dan Karyawan RSU Kasih Bunda Senny Meika.

Kemudian Direktur Utama PT Dania Pratama Intl Akhmad Saikhu, pihak swasta Yusuf Asyid dan Bilal Insan Muhammad; dan Presiden Direktur PT Bank Bisnis International tbk Laniwati Tjandra.

Mereka juga akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Ajay.

Ali belum mengetahui apa yang akan ditelisik oleh penyidik antirasuah terhadap pemeriksaan sejumlah saksi ini.

Dalam perkara ini, Ajay menerima suap mencapai Rp1,661 miliar. Di awal kesepakatan, Ajay disebut akan mendapatkan sebanyak Rp3,2 miliar untuk proyek izin pengembangan Rumah Sakit Kasih Bunda 2018.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers