web analytics
  

Terdampak Pandemi, Warga Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Jumat, 4 Desember 2020 09:25 WIB Adi Ginanjar Maulana
Umum - Nasional, Terdampak Pandemi, Warga Harus Disiplin Protokol Kesehatan, covid,vaksin

Dialog Produktif bertema Vaksin+3M: Jurus Ampuh Lawan Covid-19 yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (03/12).   (Ist)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Kondisi pandemi Covid-19 berdampak sangat luas ke berbagai sektor, bahkan sebagian besar masyarakat harus bertahan hidup dari keterpurukan ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bahu membahu untuk mencegah penularan Covid-19 ini agar tidak meluas dan terkendali. 

Pemerintah terus berupaya untuk menjaga kesehatan masyarakat dan secepatnya mendatangkan vaksin Covid-19. 

Ahli Epidemiologi FKM UI, Syahrizal Syarif mengatakan, masyarakat tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak).

“Pada bulan Mei 2020 saya mengamati, sebetulnya sudah ada 80% negara-negara yang wabahnya dalam kondisi terkendali, dan 20% fluktuatif. Tapi hari ini angkanya berbeda, kondisi wabah fluktuatif menjadi 64%, ini artinya bukan Indonesia saja, tapi dunia pun sedang fluktuatif. Lalu saya kira vaksin-vaksin yang sudah melakukan uji klinik fase III ini merupakan berita baik," terangnya dalam acara Dialog Produktif bertema Vaksin+3M: Jurus Ampuh Lawan Covid-19 yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kamis (03/12).  

Pengusaha Travel, Theodorus Jodimarlo, yang terdampak secara ekonomi sejak pandemi Covid-19 menyambut baik dengan adanya vaksin. Karena dengan adanya vaksin pastinya ekonomi bisa kembali pulih. 

"Kami khususnya di dunia pariwisata sudah cukup menderita hampir lebih dari 9 bulan lamanya tidak ada pemasukan. Vaksin jadi angin segar bagi kami karena industri pariwisata yang paling pertama terdampak, dan yang paling terakhir sembuh," ujarnya.

Sembari menunggu program vaksinasi, bagi masyarakat terdampak seperti Theodorus berpesan agar tetap produktif. 

“Meski tidak menjalani aktivitas seperti biasanya namun setidaknya ada hal baru yang bisa dipelajari. Tentunya kita dukung program pemerintah agar nanti saat kita bisa keluar seperti dulu lagi, kita bisa keluar dengan lega tanpa ketakutan," paparnya. 

Editor: Adi Ginanjar Maulana

artikel terkait

dewanpers