web analytics
  

Ratusan Ayam Warga Cihampelas Mati Diserang Flu Burung

Kamis, 3 Desember 2020 23:18 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Ratusan Ayam Warga Cihampelas Mati Diserang Flu Burung, Flu Burung,Peternak ayam,Kecamatan Cihampelas,Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Peternak Ayam. (Kavin Faza)

CIHAMPELAS, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan unggas milik warga Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mati mendadak dan dipastikan penyebannya terjangkit flu burung.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Apriyanti menerangkan, pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan masyarakat.

"Kebetulan kemarin ada laporan kasus kematian ayam terus kita cek dan periksa ke lokasi ternyata kematiannya itu dari hari Jumat (30/11/2020) lalu," katanya saat dihubungi, Kamis (3/12/2020).

Ia menambahkan, untuk memastikan penyebab kematian ratusan unggas tersebut pihaknya langsung melakukan rapid tes. Hasilnya menunjukkan bahwa unggas ini terpapar virus flu burung.

"Kita cek hari Rabu setelah di rapid test positif flu burung. Terus kita sedikit mencari informasi dari peternaknya ternyata mereka baru mendatangkan ayam dari luar daerah," katanya.

Saat ini, kata Wiwin, unggas yang terpapar virus flu burung tersebut merupakan ayam berjenis ayam kampung. Namun demikian, virus ini bisa menular ke jenis unggas lain dengan kontak langsung.

"Jadi biasanya  flu burung muncul di setiap pergantian musim. Biasanya kayak sekarang kan musim hujan, jadi daya tahan tubuh ternaknya turun jadi banyak unggas yang terserang," katanya.

Ia menyebut, ciri utama unggas tersebut terpapar flu burung yakni adanya kematian unggas dan jumlah banyak pada satu tempat atau kandang serta dalam waktu yang terbilang cepat.

"Ciri-ciri fisik yang dapat dilihat dari unggas yang mati karena flu burung adalah jengger berwarna kebiru-biruan,"katanya.

Ia menegaskan, penyebaran virus dapat dicegah dengan pemberian vaksin flu burung dan mengimbau warga untuk melakukan isolasi terhadap unggas yang baru datang.

"Ayam yang baru datang tidak boleh langsung disatukan pada satu kandang. Penularan virus tersebut bisa terjadi kepada sesama unggas yang lain,"katanya.

Wiwin mengimbau, agar masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan kandang dan juga menerapkan biosecurity dengan baik.

"Saya mengimbau untuk tidak menyatukan unggas yang sakit dengan unggas yang sehat," katanya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers