web analytics
  

Pemerintah Harus Tegas terhadap Pelanggar Protokol Kesehatan

Kamis, 3 Desember 2020 21:16 WIB Kavin Faza
Bandung Raya - Bandung, Pemerintah Harus Tegas terhadap Pelanggar Protokol Kesehatan, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko,PWI Jabar,Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat,Satgas Covid-19,Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat sesi tanya jawab beserta pimpinan media di Nara Park, Jalan Rancabentang, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Kamis (3/12/2020). Kegiatan tersebut dalam rangka silaturahmi KSP Moeldoko bersama pimpinan media di Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mendapatkan sejumlah masukan tentang penanganan pandemi Covid-19 dan hal terkait lainnya dari para pemimpin media massa dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jabar di Bandung, Kamis (3/12/2020). 

Ketua PWI Jabar, Hilman Hidayat, mengatakan bahwa kepatuhan masyarakat dalam menerapakan protokol kesehatan saat ini dalam keadaan yang memperihatinkan. 

"Penanganan pandemi ini perlu langkah tegas dari pemerintah, tidak sekadar imbauan saja. Masyarakat sudah kurang peduli," katanya. 

Ia juga menyinggung penambahan kasus Covid-19 yang semakin hari semakin cepat sehingga menyebabkan tingkat hunian rumah sakit melonjak. Sebagai gambaran, hunian Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada November melonjak tajam dibanding Oktober. Tingkat hunian tempat tidur khusus Covid rata-rata di atas 90%. Per hari ini sudah mencapai 94%.

Selain soal penanganan pandemi, Hilman juga mengutarakan soal peran penting hutan di Jabar untuk menjaga kelestarian lingkungan.

"Jadi di Jabar ini ketika musim hujan kebanjiran, sebaliknya ketika musim kemarau sejumlah kawasan kekuarangan air," jelasnya. 

Ia menitipkan pesan ini pada Moeldoko agar Presiden Joko Widodo semakin memperhatikan masalah lingkungan, karena masalah hutan yang kompleks ini tidak cukup ditangani oleh gubernur dan bupati saja. Hal itu ia padankan dengan program Citarum Harum yang mulai menampakan hasil baik ketika presiden ikut turun tangan. 

Masukan lainnya disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, Noe Firman Rachmat. Ia mengatakan headline PR hari Kamis 3 Desember 2020 menurunkan judul "Perlukah Ancaman Pidana untuk Pelanggar Protokol Kesehatan?" 

"Saya pikir pemerintah harus lebih tegas lagi kepada pelanggar protokol kesehatan, tidak cukup tindakan persuasif saja," jelas Noe. Untuk memastikan kampanye protokol kesehatan dari pusat berjalan baik, ia meminta pemerintah untuk lebih banyak melibatkan tokoh agama dan masyarakat setempat 

Informasi lainnya diutarakan Pemimpin Redaksi ayobandung.com, Andres Fatubun. Ia menjelaskan kampanye Satgas Penanganan Pandemi Covid-19 tentang 3M (memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan menggunakan sabun) perlu strategi baru. 

"Setiap hari Satgas memberikan sosialisasi pencegahan Covid-19 dan menerjunkan ribuan duta perubahan perilaku, tapi kalau kita lihat di masyarakat banyak yang abai menggunakan masker apalagi menjaga jarak. Ada pesan yang tidak sampai ke masyarakat," katanya. Dia juga menanyakan perkembangan distribusi buku Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M Dalam 77 Bahasa yang diluncurkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim pada Selasa (1/12/2020) 

Menanggapi berbagai masukan itu Moeldoko mengucapkan terima kasih. 

"Apa yang teman-teman media sampaikan ini sudah sejalan dengan apa yang sudah dilakukan pemerintah. Saya akan sampaikan langsung ke bapak presiden," katanya.

Moeldoko menyampaikan bahwa presiden khawatir dengan perkembangan kasus Covid-19 sekarang ini. Per 3 Desember ini, jumlah penambahan kasus harian kembali memecahkan rekor; 8.369 pasien sehingga total akumulasi menjadi 557.877 kasus.

Dia menjelaskan pemerintah memang menghadapi situasi yang sulit, mana yang harus lebih diutamakan. Ia menyampaikan tiga hal penting yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah; apapun akan dilakukan untuk mengendalikan pandemi Covid-19, pemberian bansos agar masyarakat tak mampu bisa bertahan, dan pemberian insentif atau stimulus kepada dunia usaha agar terus berjalan. 

Moeldoko masih akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Jabar di Bandung pada Jumat (4/12/2020). Di antaranya Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar, dan mengunjungi beberapa UMKM.

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers