web analytics
  

Adu Balap Pengendara Lawan Longsor di Jalan Cianjur Selatan

Kamis, 3 Desember 2020 19:31 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Adu Balap Pengendara Lawan Longsor di Jalan Cianjur Selatan, Longsor di Cianjur,Cianjur Selatan

Longsor di Jalan Cianjur Selatan. (Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Pengendara mobil maupun motor menuju Cianjur Selatan yang melalui Jalan Utama provinsi, kabupaten maupun desa seakan-akan adu balap dengan longsor saat hujan deras turun. Pasalnya, lereng bukit saat ini rentan terjadi longsor.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, pada tahun ini terhitung Oktober hingga awal Desember 2020 sudah terjadi 12 kali longsor yang menutupi jalan provinsi maupun kabupaten di wilayah Cianjur Selatan.

Terakhir longsor terjadi di jalan utama provinsi di daerah Cadas Hideung Desa Sukarame Kecamatan Sukanagara-Desa Sindangkerta Kecamatan Pagelaran Kabupaten Cianjur, Sabtu (21/11/2020) selain hampir 24 jam tidak bisa dilalui, juga memakan korban jiwa satu orang.

Korban yang meninggal ini sedang mengendarai sepeda motor, tiba-tiba terjadi longsor yang mengakibatkan korban terseret material longsor hingga ke jurang.

Asep Setiawan (26) warga Kecamatan Cidaun mengatakan, semenjak adanya kejadian pemotor meninggal terseret material tanah longsor di Sukanagara , saat hujan deras melewati daerah perbukitan seperti adu balap.

“Was-was saja sih, ngebayangin kaya adu balap sama longsor. Kadang kalau ga terburu-buru, saat hujan memilih berhenti mencari tempat teduh,” kata Asep pada Ayobandung.com, Kamis (3/12/2020).

Hal senada juga dikatakan pengendara mobil Nandang (41) warga Kecamatan Tanggeung, beda dengan motor kalau hujan bisa saja berhenti, kalau mobil melaju saja.

“Kalau yang saya rasakan mah kalau hujan terus lewat perbukitan, ya khawatir saja sih. Apalagi sudah beberapa kali kejadian longsor,” ucap Nandang.

Sektetaris BPBD Kabupaten Cianjur, M Irfan Sofyan menjelaskan jalan utama diperbukitan cukup rentan longsor, terutama saat hujan deras berjam-jam.

“Kami hanya bisa menghimbau pengendara motor maupun mobil harus hati-hati saja, atau lebih baik kalau pengendara motor berhenti saat hujan deras,” tuturnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers