web analytics
  

Aktivitas Ekonomi Diimbangi Prokes, Terbukti Dorong Pemulihan Kondisi Ekonomi Jabar

Kamis, 3 Desember 2020 19:17 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Bisnis - Finansial, Aktivitas Ekonomi Diimbangi Prokes, Terbukti Dorong Pemulihan Kondisi Ekonomi Jabar, Pemulihan Ekonomi,Ekonomi Jawa Barat,Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto. (Ayobandung.com/Eneng Reni)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Peningkatan aktivitas ekonomi yang diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes), terbukti mendorong pemulihan kondisi ekonomi Jawa Barat, yang diperkirakan terus berlanjut pada triwulan IV 2020.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Herawanto mengatakan optimisme tersebut tercermin dari perbaikan pada berbagai indikator. Dia menyampaikan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jawa Barat pada November 2020 meningkat menjadi 92,4 dibanding September 2020 yang sebesar 82,5.

"Artinya, business confidence di Jawa Barat mulai meningkat dan terdapat keyakinan untuk mendorong produksi serta investasi," kata Herawanto pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2020 Provinsi Jawa Barat yang digelar Savoy Homann, Rabu (3/12/2020).

Herawanto juga menyampaikan, hasil penggalian informasi pihaknya terhadap sejumlah korporasi utama (liaison) dan Survei Kegiatan Dunia Usaha di Jawa Barat, mengindikasikan peningkatan optimisme pada akhir 2020.

Buktinya industri Pengolahan dan Perdagangan juga mulai menunjukkan pemulihan, terindikasi dari peningkatan prompt manufacturing index (PMI) dan ekspor komoditas unggulan.

Selain itu, Herawanto menuturkan, searah dengan peningkatan mobilitas masyarakat, indikator sektor pariwisata pun menunjukkan perbaikan, seperti membaiknya tingkat hunian akomodasi dan jumlah wisatawan yang datang ke Jawa Barat, meskipun masih berada di bawah kondisi normal.

"Insyaallah, kita semua tentunya berharap kondisi ekonomi Jawa Barat pada triwulan IV 2020 berpotensi lebih baik. Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada triwulan IV 2020, secara tahunan dapat membaik pada kisaran -0,28% s.d. 0,78% (yoy)," katanya.

Sementara secara triwulanan, Lanjut Herawanto, perekonomian Jawa Barat pada triwulan IV 2020 berpotensi untuk tumbuh positif di kisaran 2,64% sampai dengan 3,54% (qtq). Tentunya, kata dia, realisasi potensi pertumbuhan ekonomi yang semakin baik menjadi harapan semua pihak. 

Menurut Herawanto, salah satu kunci terus berjalannya proses pemulihan perekonomian adalah dengan membangun optimisme semua kalangan, baik dari otoritas, regulator, pelaku bisnis, akademisi, asosiasi dan komunitas masyarakat. Termasuk berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan menciptakan suasana yang kondusif bagi aktivitas ekonomi.

Menurut dia, secara keseluruhan, ekonomi Jawa Barat pada 2021 diperkirakan akan lebih baik dibandingkan dengan 2020 dan berpotensi tumbuh positif. Tahun 2020 perekonomian Jawa Barat diperkirakan masih tumbuh negatif pada kisaran -1,94% s.d -1,54% (yoy).

"Sementara pada tahun 2021 diharapkan dapat tumbuh positif, tentu dengan beberapa hal penting yang perlu untuk dipastikan dilaksanakan oleh kita bersama-sama," katanya.

Dari sisi eksternal, Herawanto mengatakan, pemulihan pertumbuhan ekonomi global dan volume perdagangan dunia akan memberikan dampak pada peningkatan kinerja ekspor Jawa Barat secara keseluruhan pada tahun 2021.

Herawanto juga menambahkan, investasi secara gradual berpotensi meningkat didukung oleh membaiknya business confidence, perbaikan regulasi (Proyek Strategis Nasional dan UU Cipta Kerja), serta relokasi sejumlah perusahaan ke Indonesia yang sebagian besar memilih lokasi di Jawa Barat.

"Meneruskan capaian Jawa Barat di 2020 di tengah pandemi pada event WJIS2020 lalu yang mendapat sambutan luar biasa dari para investor dan calon investor dari dalam dan luar negeri, semua hal tersebut berpotensi mengakselerasi investasi yang bersifat multiyears," ungkap Herawanto.

Sementara dari sisi domestik, lanjut dia, peningkatan keyakinan konsumen dan penghasilan yang lebih baik akan mendorong konsumsi rumah tangga.

Herawanto berharap, konsumsi pemerintah juga akan menjadi daya dorong pemulihan ekonomi Jawa Barat 2021, seiring dengan berlanjutnya stimulus pemerintah dan implementasi program pemulihan ekonomi, serta peningkatan infrastruktur pascapandemi.

"Semua indikator yang optimistik ini tentunya perlu didukung konsistensi penerapan kebijakan dynamic balancing antara pendekatan kesehatan dan pendekatan ekonomi," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers