web analytics
  

7 Penyidik KPK Geledah Kantor DPRD Jabar

Kamis, 3 Desember 2020 18:56 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, 7 Penyidik KPK Geledah Kantor DPRD Jabar, DPRD Jabar

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa kotak berisi berkas saat penggeledahan di Kantor DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (3/12/2020). Penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan kasus suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu tahun 2019 dengan tersangka anggota DRPD Jawa Barat Abdul Rozaq Muslim. (AyoBandung.com/Kavin Faza)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Kamis (3/12/2020). Penggeledahan dilakukan oleh tujuh orang penyidik selama delapan jam, sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB.

Kabag Humas dan Protokoler Sekretariat DPRD Jabar Yedi Sunardi mengatakan, kedatangan KPK tersebut berkenaan dengan kasus suap yang menyeret salah satu Anggota DPRD Jaba, Abdul Rozaq Muslim, serta Mantan Bupati Indramayu, Supendi. Dalam kasus tersebut, Abdul Rozaq terbukti menerima aliran dana sebesar Rp 8,2 miliar.

"Atas penetapan tersangka salah satu anggota DPRD Jawa Barat. Jadi mereka (KPK) melakukan penggeledahan ke sini. Mereka sebut dalam rangka penyidikan," ungkap Yedi di ruang kerjanya.

Ia mengatakan, para penyidik KPK menggeledah empat ruangan. Namun, ia tidak merinci ruangan mana saja yang dimaksud.

"Saya hanya bisa menyebut empat ruang saja. Sementara tim mereka itu terdiri dari tujuh penyidik," ungkapnya.

Ia menyebutkan, penggeledahan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Dokumen yang dibawa, Yedi mengungkapkan, kebanyakan bukan merupakan dokumen dari gedung DPRD Jabar.

"Mereka membawa berkas, tapi saya pastikan, sattu kotak besar itu isinya bukan berkas semua, berkasnya dikit. Jadi ketika datang bawa itu, tapi itu bukan dokumen dari sini," paparnya.

Editor: Dadi Haryadi

artikel terkait

dewanpers